Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu acara penting dalam kalender organisasi ini, dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 28 Agustus 2026. Muktamar ini bukan hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi juga merupakan forum tertinggi bagi NU untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan pengembangan dan kemajuan organisasi serta masyarakat luas. Dengan mengusung tema yang relevan, muktamar ini diharapkan mampu memberikan arahan yang jelas dan komprehensif mengenai visi dan misi NU ke depan.
Pada muktamar kali ini, agenda-agenda yang telah disusun mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pembentukan kebijakan strategis, pembahasan tentang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan anggotanya. Melalui diskusi mendalam dan partisipasi aktif dari seluruh unsur, diharapkan setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara efektif.
Muktamar ini juga memberikan kesempatan bagi para pengurus dan anggota NU untuk mengevaluasi pencapaian tahun-tahun sebelumnya, serta menentukan langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi tantangan yang ada di masa mendatang. Dengan adanya diskusi yang terbuka dan inklusif, diharapkan semua pemangku kepentingan dapat menyuarakan pendapat dan ide-ide yang konstruktif, sehingga menghasilkan kesepakatan yang demokratis.
Secara keseluruhan, Muktamar ke-35 ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk revitalisasi peran NU di era modern, membantu organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta berkontribusi positif terhadap masyarakat. Diharapkan momen ini bukan hanya sekedar seremoni, tetapi juga sebagai gerakan nyata untuk perubahan yang lebih baik.
Pada hari Senin, 31 Agustus 2026, muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang akan resmi ditutup oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran presiden pada acara penutup ini menjadi moment penting, bukan hanya untuk muktamar itu sendiri, tetapi juga bagi banyak anggota dan simpatisan NU di seluruh tanah air. Konfirmasi mengenai kehadiran Presiden Prabowo sudah diterima, dan pihak panitia muktamar sangat berharap bahwa sambutan yang akan disampaikan oleh presiden dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi masyarakat nahdliyyin dan juga bangsa Indonesia secara umum.
Ketua panitia menyatakan bahwa persiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo telah dilakukan dengan sangat matang. Berbagai aspek mulai dari protokol keamanan hingga tata panggung sudah direncanakan dengan baik untuk memastikan kelancaran acara. Dalam beberapa pertemuan sebelumnya, panitia juga melakukan latihan dan simulasi agar semua berjalan sesuai rencana. Momen ini diharapkan bukan hanya sebagai penutup acara, tetapi juga sebagai ajang untuk menguatkan hubungan pemerintah dan ormas Islam yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sosial dan budaya di Indonesia.
Selain itu, diharapkan sambutan presiden dapat mencakup isu-isu penting yang dihadapi masyarakat saat ini. Dengan latar belakang politik dan sosial yang dinamis, pernyataan Presiden Prabowo diharapkan mampu memberikan arah yang jelas dan memberikan semangat bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan. Dengan demikian, muktamar yang menjadi titik kumpul para kader ini dapat berbuah positif dalam upaya bersama menjawab tantangan di masa depan.
Penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WIB di gedung serba guna. Acara ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan teratur. Ketua panitia, dalam arahannya, mengungkapkan pentingnya ketepatan waktu serta persiapan yang matang untuk memastikan bahwa semua aspek acara ini memenuhi protokol yang telah ditetapkan. Selain itu, perhatian khusus juga akan diberikan terhadap pengelolaan tamu undangan agar merasa nyaman dan terlayani dengan baik selama muktamar berlangsung.
Dalam rangka penutupan ini, berbagai kegiatan akan dilaksanakan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Para peserta diimbau untuk hadir tepat waktu dan mengikuti setiap rangkaian acara, di mana beberapa hal penting akan disampaikan oleh para pemimpin organisasi. Gus Rozaq juga dijadwalkan untuk memberikan pernyataannya mengenai pencapaian muktamar dan harapan ke depan bagi NU. Hal ini menjadi moment yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pengurus dan peserta, mengingat posisi penting Gus Rozaq dalam organisasi.
Pihak panitia juga telah menyiapkan segala keperluan teknis untuk mendukung kelancaran acara penutupan ini, mulai dari pengaturan tempat duduk, peralatan audio visual, hingga konsumsi. Setiap detail ini direncanakan dengan teliti agar semua orang yang hadir dapat menikmati muktamar dengan penuh kehangatan dan kekhidmatan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan acara penutupan dapat menjadi simbol dari kebangkitan dan persatuan dalam komunitas NU.
Penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang baru-baru ini menyisakan berbagai reaksi dari para peserta yang hadir. Secara umum, suasana yang tercipta dalam acara ini penuh dengan semangat dan antusiasme. Para peserta, yang terdiri dari ulama, aktivis, dan masyarakat luas, menyambut baik kehadiran Presiden Prabowo pada muktamar tersebut. Sambutan hangat ditunjukkan oleh para hadirin sebagai ungkapan penghargaan terhadap keterlibatan langsung Presiden dalam kegiatan yang sangat penting bagi Nahdliyin.
Selama muktamar berlangsung, peserta tidak hanya fokus pada pemilihan ulama tetapi juga meneruskan diskusi mengenai agenda strategis untuk NU ke depan. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana muktamar ini mampu merangkul semua elemen. Banyak peserta berharap muktamar ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di Nahdlatul Ulama serta meningkatkan peran organisasi dalam pembangunan masyarakat. Harapan ini ditegaskan oleh berbagai pernyataan yang muncul dalam diskusi di hadirin, yang menekankan perlunya kolaborasi lebih lanjut ulama dan pemerintah.
Pemilihan ulama dalam muktamar menunjukkan adanya proses yang demokratis, di mana setiap calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya. Hal ini memberikan kepercayaan kepada peserta akan selecting process yang transparan dan akuntabel. Dampak dari muktamar ini dirasakan tidak hanya di kalangan peserta, tetapi juga di masyarakat luas. Banyak orang berharap adanya perubahan nyata yang akan dihasilkan dari pemimpin baru yang terpilih. Muktamar ini juga dianggap sebagai langkah untuk merangkul generasi muda agar lebih aktif berkontribusi di dalam organisasi dan sosial.
Impresi yang ditinggalkan oleh muktamar di kalangan masyarakat adalah sangat positif. Kebangkitan semangat juang dan visi baru dalam doktrin NU menjadi tema utama dalam diskusi masyarakat pasca muktamar. Prospek masa depan yang lebih cerah untuk organisasi ini diharapkan makin meningkatkan keterlibatan anggota dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, dan ekonomi.












