Opini  

Menhan: Suku Dayak Diberi Privilege untuk Syarat Fisik Masuk TNI

Menhan: Suku Dayak Diberi Privilege untuk Syarat Fisik Masuk TNI

Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," demikian pernyataan dari Seskab RI, dikutip dari akun Instagram Seskab RI. Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie ketika ditanya mengenai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (29/8) lalu.

Keterangan yang tercatat menyebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan ada pemberian privilege atau keistimewaan tertentu bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin masuk menjadi prajurit TNI. Terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan masyarakat Dayak pada dasarnya sudah diperbolehkan mengikuti rekrutmen TNI. Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan," kata Maruli. Meski demikian, Maruli mengatakan sejauh ini belum ada masyarakat Dayak dengan karakteristik seperti bertato yang mendaftar masuk TNI.

Data lain dalam laporan menunjukkan Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah," kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8). Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menerima Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) lalu. Keesokan harinya, pada Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Pertemuan itu salah satunya membahas soal syarat masyarakat suku Dayak Pedalaman masuk TNI. Termasuk bagi mereka yang memiliki tato sebagai bagian dari tradisi. Kan suku Dayak gak semua bertato, jadi sebenarnya gak ada masalah sih, yang berminat kita belum tahu, nanti kita cari lagi lah. Kita pastika, karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel, kalau bisa lebih banyak, lebih bagus," ujarnya. Berdasar unggahan di akun instagram resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut langsung menginstruksikan beberapa hal terkait keinginan Panglima Jilah.

Salah satu adalah keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi Anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan, misalnya penggunaan tato bagi suku adat. Prabowo dalam pertemuan itu meminta perkembangan soal beberapa hal, salah satu terkait syarat perekrutan Suku Dayak Pedalaman yang ingin jadi prajurit TNI.

Referensi: cnnindonesia.com.