Pasokan BBM Bali Diperkuat, Sejumlah SPBU Mulai Beroperasi 24 Jam

Pasokan BBM Bali Diperkuat, Sejumlah SPBU Mulai Beroperasi 24 Jam

Kota Denpasar | Layanan bahan bakar minyak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berangsur kondusif. Perbaikan ini berlangsung setelah Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan serta distribusi BBM untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Meski kondisi di beberapa wilayah menunjukkan perkembangan positif, layanan di seluruh Bali belum dapat dinyatakan sepenuhnya normal. Karena itu, perusahaan masih melanjutkan langkah pemulihan secara bertahap.

Penguatan pasokan dan distribusi menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM di tengah kebutuhan yang perlu dipenuhi. Pertamina Patra Niaga terus mempercepat pemulihan agar penyaluran ke SPBU dapat berjalan lebih baik dan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan bakar. Sejumlah SPBU juga mulai beroperasi selama 24 jam, sehingga layanan dapat tersedia dalam waktu yang lebih panjang bagi warga maupun pengguna jalan. Pengoperasian tersebut dilakukan di lokasi tertentu, bukan berarti seluruh SPBU di Bali telah menerapkan jam layanan yang sama.

Perkembangan layanan dapat berbeda satu wilayah dan wilayah lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi mengenai kondisi SPBU di sekitar mereka serta menyesuaikan kebutuhan pengisian BBM. Beroperasinya sebagian SPBU sepanjang hari memberi tambahan pilihan bagi konsumen, khususnya ketika akses layanan pada jam tertentu diperlukan. Namun, situasi yang mulai membaik ini tetap perlu dipahami sebagai proses pemulihan, bukan tanda bahwa kendala distribusi telah sepenuhnya teratasi.

Pertamina Patra Niaga menyatakan upaya percepatan pemulihan masih berlanjut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penguatan distribusi diharapkan membantu layanan di wilayah yang terdampak kembali lebih kondusif secara bertahap. Perusahaan juga perlu terus memantau ketersediaan pasokan dan kelancaran penyaluran agar kebutuhan BBM dapat dilayani. Dengan demikian, informasi mengenai operasional SPBU dan perkembangan pasokan tetap penting bagi masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Perbaikan layanan di sejumlah titik menjadi perkembangan positif, sementara langkah lanjutan tetap diperlukan sebelum kondisi dapat dinilai merata di seluruh Bali.

Penguatan pasokan bahan bakar minyak di Bali dilakukan melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang dioptimalkan secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Upaya ini diarahkan untuk menambah ketersediaan produk dan menjaga kelancaran penyaluran ke stasiun pengisian bahan bakar umum di berbagai wilayah. Pengaturan kedatangan secara berurutan memungkinkan pasokan diterima dan dikelola melalui fasilitas penyimpanan sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Dari rencana tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter, kurang lebih 19 juta liter telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Kedatangan tersebut menjadi bagian awal dari penguatan pasokan yang telah dijadwalkan. Sementara itu, sisa pasokan direncanakan tiba secara bertahap dalam dua hingga tiga hari ke depan, mengikuti jadwal kapal dan proses penerimaan di terminal.

Tambahan BBM itu terdiri atas Pertalite dan Pertamax. Kedua jenis bahan bakar tersebut disiapkan untuk menambah ketersediaan produk di Bali, sekaligus membantu menjaga kesinambungan distribusi menuju SPBU. Dengan pasokan yang masuk secara bertahap, pengelola dapat mengatur penyaluran sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing titik layanan. Proses penerimaan di terminal juga mendukung pengendalian stok sebelum BBM didistribusikan lebih luas.

Kedatangan pasokan dalam beberapa tahap perlu dipahami sebagai bagian dari pengelolaan distribusi, bukan sebagai satu kali pengiriman yang langsung tersedia di seluruh SPBU. Setelah diterima di terminal, BBM akan mengikuti tahapan penyaluran menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan. Karena itu, jumlah yang telah tiba dan jadwal kedatangan berikutnya menjadi unsur penting dalam menjaga aliran pasokan selama periode penguatan ini.

Dengan tambahan sekitar 57,9 juta liter yang dijadwalkan masuk, serta sekitar 19 juta liter yang sudah tiba di dua terminal, ketersediaan Pertalite dan Pertamax diharapkan semakin terjaga. Kedatangan lanjutan dalam dua hingga tiga hari berikutnya akan melengkapi pasokan secara bertahap dan membantu kelancaran penyaluran ke SPBU di Bali.

Untuk menjaga pasokan BBM tetap lancar di Bali, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki yang didukung 465 awak mobil tangki. Kesiapan armada dan personel ini memperkuat kegiatan pengangkutan dari terminal menuju SPBU, sekaligus membantu merespons kebutuhan masyarakat yang meningkat. Pengaturan operasional dilakukan agar pengiriman dapat berlangsung berkelanjutan, terutama ketika sejumlah lokasi mengalami lonjakan permintaan dan antrean kendaraan. Dengan dukungan tersebut, penyaluran BBM diharapkan tetap terjaga sepanjang hari, sementara petugas dapat menyesuaikan ritme distribusi berdasarkan kondisi lapangan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Di sisi fasilitas penyimpanan dan distribusi, Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis dioperasikan selama 24 jam. Operasional tanpa jeda ini ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan serta penyaluran BBM, sehingga pasokan dapat segera diproses dan dikirim sesuai kebutuhan. Kesiagaan kedua terminal juga mendukung kesinambungan alur distribusi di Bali, dari penerimaan produk hingga pengisian mobil tangki. Pertamina Patra Niaga mengoordinasikan kegiatan tersebut bersama awak armada dan SPBU, agar pengiriman dapat dilakukan secara teratur. Pengoperasian terminal sepanjang hari menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan produk di tengah peningkatan konsumsi.

Akses masyarakat turut diperluas dengan pengoperasian 66 SPBU selama 24 jam di wilayah Denpasar dan Badung. Jam layanan yang lebih panjang memberi kesempatan bagi warga untuk mengisi BBM di luar waktu sibuk, sekaligus membantu mengurai antrean di sejumlah titik. Di beberapa SPBU Kota Denpasar, tersedia pula penjualan BBM secara literan, terutama di lokasi dengan kepadatan dan antrean kendaraan tinggi. Layanan ini memberi pilihan tambahan bagi konsumen ketika kebutuhan mendesak, dengan pelaksanaan yang mengikuti ketentuan keselamatan dan operasional setempat. Sejak hari pertama, penjualan melalui layanan tersebut mencapai sekitar 5.000 liter per hari. Kombinasi kesiagaan terminal, armada, dan SPBU diharapkan memperlancar distribusi serta memudahkan masyarakat memperoleh BBM.VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi BBM di Bali. Upaya tersebut dilakukan dengan menyiapkan armada untuk mendukung penyaluran, sekaligus mengoperasikan terminal dan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan layanan dan membantu memastikan BBM tersedia bagi masyarakat. Keterangan tertulis itu disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Menurut Kitty, kondisi layanan di sejumlah wilayah mulai kondusif, meski upaya pemulihan masih akan diteruskan. Pertamina Patra Niaga tetap memantau kebutuhan dan kondisi distribusi agar penyaluran dapat berlangsung lebih lancar. Perusahaan juga berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan di titik-titik layanan yang dibutuhkan masyarakat, seiring dengan berjalannya operasional terminal, armada, serta SPBU. Penguatan layanan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan konsumen, sehingga distribusi dapat menjangkau wilayah secara lebih merata.

Kitty menyampaikan bahwa pemulihan akan dilanjutkan sampai penyaluran semakin lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pengoperasian fasilitas dan layanan sepanjang hari menjadi bagian dari langkah menjaga akses konsumen terhadap BBM, terutama ketika aktivitas distribusi terus ditingkatkan. Perusahaan berkomitmen memperkuat pasokan, distribusi, dan pelayanan hingga layanan kembali normal. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk memperoleh informasi mengenai layanan BBM. Saluran tersebut juga dapat digunakan untuk mencari keterangan yang dibutuhkan terkait layanan, sehingga masyarakat memperoleh informasi melalui kanal resmi. Pertamina Patra Niaga meminta konsumen tetap mengikuti informasi terbaru serta menggunakan BBM secara bijak selama proses pemulihan berlangsung. Dengan demikian, kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi tanpa menghambat penyaluran bagi pengguna lain.

Baca juga: Bandara Kembali Beroperasi Setelah Penutupan Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau | TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8 | Kembali Normal: Sekolah di Jakarta Akhirnya Dapat Beroperasi Seperti Biasa