Jakarta | Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memeriksa video yang memperlihatkan dugaan aksi drifting mobil di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rekaman tersebut menjadi perhatian karena menampilkan kendaraan yang diduga melakukan manuver berputar atau meluncur di jalan. Namun, polisi belum memastikan kapan dan di titik mana peristiwa itu berlangsung, maupun siapa yang mengemudikan kendaraan. Karena itu, isi video masih perlu dicocokkan dengan informasi lain sebelum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.
Pendalaman dilakukan untuk menguji konteks rekaman secara menyeluruh. Petugas akan berupaya memastikan lokasi dan waktu kejadian, mengidentifikasi kendaraan yang tampak, serta menelusuri pihak-pihak yang mungkin terlibat. Pemeriksaan dapat mencakup pengamatan terhadap ciri jalan, bangunan, rambu, dan unsur lain yang terlihat, kemudian membandingkannya dengan keterangan atau data pendukung yang tersedia. Langkah tersebut diperlukan agar dugaan dalam video tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum diverifikasi.
Polisi juga perlu menilai keaslian dan kelengkapan rekaman, termasuk apakah video menampilkan rangkaian kejadian secara utuh atau hanya bagian tertentu. Potongan gambar yang beredar di media sosial dapat kehilangan konteks, sehingga waktu unggah tidak selalu menunjukkan waktu peristiwa. Selain itu, informasi yang menyertai unggahan belum tentu berasal dari saksi langsung. Verifikasi yang cermat dapat membantu mencegah kesalahan dalam menentukan tempat kejadian ataupun mengaitkan kendaraan dengan orang tertentu.
Jika identitas kendaraan dan pihak terkait dapat dipastikan, kepolisian dapat meminta keterangan untuk memperoleh penjelasan mengenai kejadian tersebut. Penanganan lebih lanjut akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan. Sampai proses itu selesai, belum tepat untuk menyebut pengemudi, pemilik kendaraan, atau konsekuensi hukum tertentu. Pendalaman video ini merupakan bagian dari upaya memastikan fakta terlebih dahulu, sekaligus menilai apakah manuver yang terlihat benar terjadi di jalan umum dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Dalam bahan video yang menjadi perhatian, terlihat beberapa mobil diduga melakukan aksi drifting secara bergantian di tengah jalan. Informasi yang tersedia menunjukkan adanya lebih dari satu kendaraan dan aksi tersebut tidak dilakukan oleh satu mobil saja. Namun, keterangan mengenai identitas pengemudi, jumlah pasti kendaraan, maupun waktu kejadian belum disebutkan dalam bahan yang ada. Karena itu, gambaran peristiwa perlu disampaikan secara terbatas pada hal-hal yang tampak dan tidak ditafsirkan lebih jauh.
Drifting merupakan teknik berkendara ketika pengemudi membuat bagian belakang mobil bergeser, sementara kendaraan tetap bergerak mengikuti kendali. Teknik ini berbeda dari cara berkendara biasa dan dapat menimbulkan risiko, terutama apabila dilakukan di jalan yang digunakan bersama. Dalam konteks video tersebut, istilah drifting merujuk pada dugaan gerakan mobil yang tampak dilakukan secara bergantian di tengah jalan. Penjelasan ini tidak memastikan bagaimana teknik itu dilakukan, sebab informasi terperinci tentang manuver masing-masing kendaraan tidak tersedia.
Belum ada rincian lain dalam bahan sumber yang dapat digunakan untuk memastikan kondisi jalan, situasi di sekitar kendaraan, ataupun apakah terdapat dampak langsung dari aksi tersebut. Dengan demikian, tidak tepat untuk menambahkan dugaan mengenai kecepatan, arah gerakan, respons orang lain, atau urutan kejadian yang tidak disebutkan. Rekaman hanya menjadi dasar untuk menyatakan bahwa beberapa mobil diduga melakukan drifting secara bergantian. Kepastian mengenai apa yang terjadi dan bagaimana peristiwa itu berlangsung masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penggambaran yang hati-hati penting karena video dapat memperlihatkan sebagian peristiwa tanpa memberikan konteks lengkap. Sebutan “diduga” juga menandai bahwa tindakan tersebut belum dinyatakan sebagai fakta yang telah dipastikan. Informasi yang dapat disampaikan pada tahap ini terbatas pada keberadaan beberapa mobil dalam rekaman dan dugaan aksi drifting yang dilakukan bergantian di tengah jalan. Penjelasan singkat mengenai drifting membantu pembaca memahami istilah yang digunakan, tanpa mengubah keterbatasan informasi atau menambahkan rincian visual dan kronologi yang tidak tersedia.
AKBP Muhammad Adiel Aristo, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa jalan umum tidak semestinya digunakan untuk melakukan drifting. Menurutnya, aksi berkendara seperti itu berisiko membahayakan pengguna jalan lain, terutama karena jalan raya dipakai bersama oleh berbagai jenis kendaraan dan masyarakat yang memiliki tujuan berbeda. Karena itu, kegiatan yang berpotensi mengganggu atau mengancam keselamatan tidak dapat diperlakukan sebagai hiburan semata ketika dilakukan di ruang publik.
Penegasan tersebut mengingatkan bahwa setiap pengendara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan saat berada di jalan. Manuver kendaraan yang dilakukan tanpa ruang dan pengamanan yang sesuai dapat menimbulkan risiko bagi orang di sekitar, termasuk pengendara lain maupun pengguna jalan yang tidak terlibat dalam aksi tersebut. Jalan umum bukan arena untuk menguji kemampuan mengemudi atau mempertontonkan keterampilan berkendara. Penggunaannya perlu tetap mengutamakan ketertiban dan memperhatikan keselamatan bersama.
Pesan utama yang disampaikan Aristo adalah keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Pengendara perlu mempertimbangkan dampak tindakannya terhadap orang lain, bukan hanya kemampuan mengendalikan kendaraan atau tujuan pribadi. Setiap aktivitas berkendara sepatutnya dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan hak pengguna jalan lainnya. Dengan sikap tersebut, risiko yang tidak perlu dapat dihindari dan fungsi jalan sebagai ruang lalu lintas bersama tetap terjaga.
Peringatan ini juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak meniru aksi berbahaya yang terlihat dalam video atau menjadikan jalan raya sebagai lokasi untuk melakukan manuver ekstrem. Jika seseorang ingin melakukan kegiatan berkendara yang membutuhkan teknik khusus, keselamatan perlu dipastikan melalui tempat dan pengaturan yang sesuai, bukan dengan mengambil risiko di jalan umum. Sikap disiplin dari setiap pengendara berperan penting dalam melindungi diri sendiri dan orang lain. Pada akhirnya, penggunaan jalan harus berlandaskan kehati-hatian, kepatuhan, serta kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Adiel menyampaikan bahwa kepolisian masih mendalami video aksi drifting mobil di kawasan Pondok Indah. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi kendaraan dan pihak yang terlibat, sekaligus memastikan konteks serta lokasi kejadian. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas, polisi akan mengambil langkah penindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, keputusan mengenai tindakan terhadap pihak terkait akan didasarkan pada hasil penyelidikan dan bukti yang diperoleh, bukan semata-mata pada potongan video yang beredar di masyarakat.
Penindakan tersebut dapat dilakukan setelah petugas menilai fakta-fakta kejadian dan mencocokkannya dengan aturan yang relevan. Kepolisian juga perlu memastikan apakah aksi berkendara itu berlangsung di jalan umum serta apakah tindakan tersebut menimbulkan gangguan atau membahayakan pengguna jalan lainnya. Pendekatan ini penting agar penanganan perkara berjalan berdasarkan prosedur dan memberikan kepastian hukum. Masyarakat diharapkan tidak menarik kesimpulan lebih jauh sebelum proses pemeriksaan selesai, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai identitas pengemudi maupun kronologi kejadian.
Adiel turut mengimbau masyarakat, terutama komunitas otomotif, agar menyalurkan hobi dan kemampuan berkendara secara bertanggung jawab. Aksi seperti drifting memerlukan keterampilan khusus dan dapat membawa risiko jika dilakukan di jalan yang digunakan bersama. Karena itu, kegiatan tersebut sebaiknya dilakukan di lokasi yang memang diperuntukkan bagi latihan atau olahraga otomotif, dengan fasilitas yang memadai dan pengawasan yang sesuai. Penggunaan tempat khusus membantu menjaga keselamatan pengemudi, penonton, serta pengguna jalan lain, sekaligus memberi ruang bagi komunitas untuk mengembangkan kemampuan tanpa mengganggu ketertiban umum. Imbauan itu disampaikan Adiel di Jakarta pada Minggu, 8 November 2026.
Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Kawat 21 Sentimeter Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS | Polisi Dalami Dugaan Pelecehan terhadap Sashfir di Toilet Restoran Senopati | Polisi Dalami Dugaan Kekerasan terhadap Siswi SMP di Kabupaten Tangerang
16 kunjungan





