Empat Mahasiswa Universitas Pertamina Dievakuasi Setelah Tersesat di Gunung Tanjung

Empat Mahasiswa Universitas Pertamina Dievakuasi Setelah Tersesat di Gunung Tanjung

KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Tim SAR gabungan mengevakuasi empat mahasiswa Universitas Pertamina yang tersesat di kawasan Gunung Tanjung, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat malam, 2 Oktober 2026. Seluruh mahasiswa berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Gymnastiar, Pyriel, Farid, dan Cristine. Masing-masing berusia 24 tahun. Mereka sebelumnya berada di kawasan Gunung Tanjung sebelum dilaporkan tersesat, sehingga proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan pada malam hari.

Operasi tersebut berfokus pada pencarian lokasi keberadaan keempat mahasiswa di kawasan pegunungan yang menjadi tempat mereka tersesat. Setelah titik keberadaan mereka ditemukan, tim SAR gabungan melakukan evakuasi hingga seluruhnya dapat dibawa keluar dari area tersebut dengan selamat.

Keberhasilan evakuasi ini memastikan seluruh mahasiswa Universitas Pertamina yang dilaporkan tersesat dapat ditemukan. Gymnastiar, Pyriel, Farid, dan Cristine kemudian tercatat sebagai empat orang yang berhasil dievakuasi dari kawasan Gunung Tanjung pada malam kejadian. Peristiwa ini menegaskan pentingnya koordinasi tim penyelamat dalam menangani laporan pendaki yang mengalami kesulitan menemukan jalur di kawasan pegunungan.

Keempat mahasiswa Universitas Pertamina tersebut diketahui sedang melakukan pendakian di Gunung Tanjung untuk keperluan penelitian. Kegiatan itu dilakukan dengan membawa perlengkapan serta peta navigasi yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan arah perjalanan di kawasan pegunungan. Selama pendakian, mereka mengandalkan informasi pada peta tersebut untuk mengenali jalur dan posisi yang sedang dilalui.

Dalam perjalanan, keempat mahasiswa menyadari adanya kesalahan pada peta navigasi yang mereka gunakan. Persoalan tersebut membuat informasi mengenai arah dan posisi di lapangan tidak sesuai dengan kondisi yang mereka temukan. Akibatnya, mereka tersesat di bagian punggung gunung dan mengalami kesulitan untuk menentukan jalur yang tepat.

Kondisi itu kemudian mendorong salah satu mahasiswa untuk meminta bantuan. Koordinator Pos Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, menyampaikan bahwa laporan mengenai keberadaan para pendaki tersebut diterima pada pukul 18.34 WIB. Laporan itu disampaikan oleh salah satu korban yang bernama Gymnastiar.

Informasi dari Gymnastiar menjadi dasar bagi petugas untuk mengetahui situasi yang dihadapi keempat mahasiswa di Gunung Tanjung. Laporan tersebut memuat keterangan bahwa mereka tersesat di area punggung gunung setelah menemukan ketidaksesuaian pada peta yang digunakan dalam kegiatan penelitian. Basarnas selanjutnya melakukan penanganan sesuai informasi yang diterima dari korban dan kondisi lokasi kejadian.

Setelah laporan mengenai empat mahasiswa Universitas Pertamina yang tersesat di Gunung Tanjung diterima, Pos SAR Sukabumi segera menyiapkan respons pencarian. Sebanyak tujuh personel penyelamat dikerahkan untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Pengerahan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menemukan dan mengevakuasi para mahasiswa yang belum diketahui keberadaannya setelah dilaporkan tersesat. Dalam pelaksanaan tugas, tim SAR juga memperoleh dukungan dari dua anggota Babinsa setempat. Keterlibatan personel lokal tersebut memperkuat koordinasi respons di lapangan.

Tim rescue mulai bergerak pada pukul 19.17 WIB. Pergerakan itu dilakukan setelah personel yang ditugaskan menerima informasi dan arahan terkait laporan tersebut. Kepala Pos SAR Sukabumi, Suryo, menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang cerah membantu pergerakan tim menuju lokasi. Cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor yang memudahkan personel untuk menjalankan respons pada malam hari, meskipun pencarian tetap dilakukan dengan memperhatikan situasi di lapangan.

Dengan dukungan tujuh personel penyelamat dan dua anggota Babinsa, tim melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang berkaitan dengan laporan tersesatnya para mahasiswa. Seluruh personel bergerak dalam satu tanggung jawab yang sama, yakni menindaklanjuti informasi dan mencari keberadaan empat mahasiswa Universitas Pertamina. Dukungan dari unsur setempat juga membantu pelaksanaan respons agar dapat segera dilakukan setelah laporan diterima oleh Pos SAR Sukabumi.

Tim tiba di lokasi pada pukul 19.50 WIB. Setibanya di sana, personel melakukan pengarahan singkat sebelum melanjutkan pencarian. Pengarahan tersebut menjadi bagian dari persiapan tim untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan tugas di lapangan. Setelah pengarahan selesai, tim rescue bersama personel Babinsa meneruskan pencarian terhadap empat mahasiswa yang dilaporkan tersesat di Gunung Tanjung. Proses itu dilakukan sebagai tindak lanjut langsung atas laporan yang sebelumnya diterima oleh Pos SAR Sukabumi.

Tim SAR berhasil menemukan empat mahasiswa Universitas Pertamina yang tersesat di kawasan Gunung Tanjung sekitar 30 menit setelah tiba di lokasi pencarian. Proses pencarian berlangsung lebih terarah karena petugas memperoleh titik koordinat yang jelas mengenai keberadaan para mahasiswa. Informasi tersebut membantu tim menentukan jalur menuju lokasi terakhir korban secara lebih cepat dan tepat, meskipun kondisi medan pegunungan cukup menantang.

Pada pukul 20.25 WIB, seluruh mahasiswa dipastikan berada dalam kondisi selamat di lokasi terakhir mereka ditemukan. Keempatnya sempat mengalami kepanikan setelah tersesat dan harus menunggu kedatangan petugas di tengah kawasan pegunungan. Setelah berkomunikasi dengan tim, para mahasiswa kemudian ditenangkan agar dapat mengikuti arahan evakuasi dengan baik. Petugas juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik mereka untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan serius yang memerlukan penanganan segera.

Setelah pemeriksaan selesai, tim SAR mengevakuasi keempat mahasiswa turun dari kawasan pegunungan. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jalur serta keselamatan seluruh korban dan petugas. Para mahasiswa kemudian dibawa menuju Kantor Koramil Cisolok untuk mendapatkan pendataan dan pemantauan lebih lanjut. Evakuasi tersebut memastikan seluruh korban dapat meninggalkan lokasi dengan aman setelah sebelumnya dilaporkan tersesat.

Dengan berhasil ditemukannya seluruh mahasiswa dan selesainya proses evakuasi, operasi SAR resmi dihentikan. Penghentian operasi dilakukan setelah tidak ada lagi korban yang perlu dicari atau diselamatkan di kawasan Gunung Tanjung. Keterangan tersebut disampaikan oleh Suryo Adianto, yang menyatakan bahwa seluruh mahasiswa telah dievakuasi dalam keadaan selamat.