KOTA PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, Hal ini disampaikan pada kegiatan Pengabdian Masyarakat "Untuk Indonesia Sehat" melalui skrining tuberkulosis (TB) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada 17-18 September 2026. Kita ingin mempercepat penemuan penderita TB, karena semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula mendapatkan pengobatan. Padang ( ) – Pemerintah Indonesia melakukan skrining tuberkulosis (TB) di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia pada 2026 untuk mempercepat penemuan kasus dan menekan penularan penyakit tersebut.
Keterangan yang tercatat menyebut Ia mengatakan penanganan TB di Indonesia selama ini telah berjalan dengan baik, terutama dalam pengobatan pasien yang telah terdiagnosis. Kemenkes perluas cakupan skrining TB gratis hingga ke pondok pesantren Menurut dia, TB merupakan penyakit menular yang memiliki rentang waktu sejak seseorang terpapar atau terinfeksi kuman hingga tanda dan gejala pertama penyakit tersebut muncul (masa inkubasi) yang cukup panjang, sehingga seseorang yang tertular tidak langsung menunjukkan gejala sakit. Karena prosesnya berjalan perlahan, penyakit ini sering tidak disadari sejak awal," kata dia. Kita harus pantau terus sampai selesai masa pengobatan," kata dia. Menurut dia, penggunaan rontgen portabel membantu petugas melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke rumah sakit.
Data lain dalam laporan menunjukkan Dengan begitu, risiko penularan kepada orang di sekitarnya dapat dikurangi," kata Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Padang, Jumat. Ia menargetkan penemuan dan pengobatan kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia mencapai 90 persen pada 2026, sebagai upaya menekan penularan penyakit tersebut. Kemenkes hibahkan alat portable X-ray untuk skrining TB di Palembang "Tahun ini kita harapkan naik 90 persen, jadi kalau bisa satu juta orang ditemukan dan diobati. Ia menjelaskan Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,08 juta kasus TB dengan angka 382 kasus per 100 ribu penduduk. Pada 2025, sebanyak 867 ribu kasus telah ditemukan dan diobati atau sekitar 80 persen.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Makin banyak yang diobati dan sembuh, maka tidak menularkan penyakit TB lagi," ujarnya. Kalau untuk mengobati pasien TB, Indonesia sudah mampu melakukannya dengan baik dari Aceh sampai Papua. Yang masih menjadi persoalan adalah upaya pencegahannya yang belum berjalan optimal," ujarnya. Penularan TB tidak langsung membuat seseorang sakit. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke rumah sakit, cukup dilakukan rontgen di tempat kegiatan," ujarnya.
Khususnya di Kota Padang, kegiatan skrining dilaksanakan di 242 titik dengan sasaran utama orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TB. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan pihaknya telah berkomitmen melaksanakan pelacakan kasus TB di seluruh kecamatan di kota itu sebagai upaya menekan penularan. Sebanyak 11 kecamatan di Kota Padang sudah berkomitmen untuk melaksanakan tracking dan peduli terkait dengan penurunan kasus TB," ujarnya. Ia menyatakan sebanyak 104 kelurahan di Kota Padang juga telah dibentuk menjadi kelurahan siaga TB. Menkes: Skrining TB-CKG di 532 lapas pastikan hak warga binaan Kemenkes-Kemenimipas percepat skrining Tb bagi 274 ribu warga binaan Proses skrining TB di Kota Padang dilakukan menggunakan rontgen portabel untuk memudahkan pemeriksaan masyarakat di lapangan. Namun, upaya pencegahan terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TB masih perlu diperkuat. Ia menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah memeriksa orang yang memiliki kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien TB. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan orang tersebut tidak menderita TB, dapat diberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) untuk mencegah berkembangnya penyakit. Ketika seseorang tertular, gejalanya bisa baru muncul beberapa bulan kemudian. Pelacakan kasus dilakukan sejak pertengahan September hingga November 2026, dengan menyasar kontak erat pasien, kelompok berisiko, dan masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti penderita diabetes, perokok berat, lanjut usia, dan anak-anak. Ia mengatakan pelacakan kasus TB yang dilakukan Dinkes Padang di 242 titik dan baru dijalankan di 105 titik. Dari hasil tracking yang sudah kita lakukan pada 105 titik tersebut kita mendapatkan 77 kasus positif tuberkulosis. Ia menegaskan penemuan kasus TB dalam jumlah banyak bukan menunjukkan kegagalan program kesehatan, melainkan bagian dari upaya menemukan penderita agar segera mendapatkan pengobatan. Kasus kita temukan bukan berarti kekurangan di kita, tetapi merupakan suatu upaya untuk menekan penularan. Harapan kita dengan kasus positif yang sebanyak-banyaknya kita temukan dapat kita obati sampai 100 persen," kata dia. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .

