TNI  

Kolaborasi Koramil 0820/20 Banyuanyar, Kecamatan, dan Desa Bayuanyar Tengah Dalam Diseminasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

**Probolinggo** — Dalam upaya memberikan perlindungan dan informasi yang memadai bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI), Koramil 0820/20 Banyuanyar berkolaborasi dengan pihak Kecamatan Banyuanyar dan Pemerintah Desa Bayuanyar Tengah mengadakan kegiatan diseminasi tentang penempatan dan perlindungan PMI pada Jumat, 1 November 2024.

 

Serka Darmawan, anggota Koramil 0820/20 Banyuanyar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya calon pekerja migran, mengenai prosedur aman untuk bekerja di luar negeri serta bentuk perlindungan yang dapat mereka peroleh saat bekerja di negara lain. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para peserta. Kami juga mengharapkan saran dan masukan konstruktif sebagai bentuk penyempurnaan rancangan peraturan Presiden tentang penguatan tata kelola penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia,” ungkap Serka Darmawan.

 

Dalam era globalisasi, mobilitas tenaga kerja lintas batas semakin meningkat, dan pekerja migran Indonesia menjadi salah satu penopang pertumbuhan perekonomian nasional. Menurut Serka Darmawan, remitansi atau penghasilan yang dikirimkan oleh pekerja migran ke dalam negeri berkontribusi secara signifikan terhadap pendapatan negara dan produktivitas ekonomi. “Harapannya dengan kegiatan ini, kita semua dapat berkolaborasi untuk mengurangi calon pekerja migran Indonesia non-prosedural, khususnya di Probolinggo. Penanganan kasus PMI juga diharapkan dapat diselesaikan secara kolaboratif,” tambahnya.

 

Serka Darmawan menekankan pentingnya peningkatan pengalaman dan keterampilan bagi PMI. Ia mendorong para pekerja untuk selalu berkoordinasi dengan kedutaan setempat dalam menghadapi berbagai kendala serta tidak melupakan nilai-nilai dan jati diri bangsa Indonesia. “Saudara diharapkan mampu bekerja di Indonesia pada sektor yang sama dengan bekal pengalaman dan kompetensi yang dimiliki. Berbagai lesson learn juga dapat saudara ambil guna mengakselerasi perubahan di dalam negeri dan jangan lupakan jati diri bangsa Indonesia sebagai masyarakat yang ramah,” tuturnya.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret dari pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah dalam menangani kasus pekerja migran Indonesia. Dengan harapan bahwa informasi yang diperoleh dalam kegiatan ini akan mendorong calon pekerja migran untuk memilih jalur yang legal dan aman dalam mencari peluang kerja di luar negeri.

 

**Sumber:** Pen0820/Probolinggo

**Published:** Edi D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *