TNI  

Koramil Banyuanyar Dukung Peluncuran UGD 24 Jam PKM Desa Klenang Kidul untuk Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

**Probolinggo** – Koramil 0820/20 Banyuanyar turut berkontribusi dalam pelaksanaan lokakarya mini yang diselenggarakan pada Minggu (3/11), sebagai bagian dari peluncuran Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di Puskesmas Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

 

Dalam lokakarya mini ini, berbagai topik penting dibahas, termasuk penyuluhan mengenai keluarga berencana, perencanaan percepatan penanganan stunting, serta isu-isu terkait imunisasi dan kesehatan umum lainnya. Sertu Asworo, anggota TNI yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga berfokus pada penyusunan rencana kerja untuk mendukung program-program Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Banyuanyar.

 

“Momentum kali ini juga digunakan untuk menyusun sejumlah rencana kerja dalam mendukung program Dinas Kesehatan, dengan fokus pada kebersihan lingkungan, pelaksanaan Posyandu di setiap desa sesuai pedoman dinas terkait, dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Sertu Asworo.

 

TNI berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Kehadiran Koramil 0820/20 Banyuanyar dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik.

 

Kepala Puskesmas Klenang Kidul, Muhamad Iskhak, menyampaikan bahwa peluncuran UGD 24 jam ini telah lama dinanti oleh masyarakat. Layanan ini menjadi sangat strategis, terutama bagi warga Desa Tulupari dan Rejing yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk mencapai Puskesmas Ranugedang atau Puskesmas Gending.

 

“Masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan yang tersedia sepanjang waktu, dan kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Meskipun saat ini layanan rawat inap belum tersedia, setiap pasien yang datang ke UGD akan dilakukan observasi terlebih dahulu. Jika diperlukan, kami akan merujuk mereka ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tutur Iskhak.

 

Dengan adanya UGD 24 jam, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan darurat, sehingga dapat mempercepat penanganan berbagai kondisi medis yang memerlukan perhatian segera. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan dan perawatan medis yang tepat.

 

**Sumber:** Pen0820/Probolinggo

**Published:** Edi D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *