Jakarta | Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meneruskan kebijakan hilirisasi yang telah menjadi salah satu agenda pengembangan ekonomi nasional. Dalam rencana tersebut, perhatian diarahkan tidak hanya pada komoditas tambang, tetapi juga pada hasil pertanian yang dinilai memiliki peluang untuk diolah lebih lanjut. Kratom dan kemenyan disebut sebagai dua komoditas yang sedang disiapkan untuk memasuki tahapan hilirisasi. Pernyataan ini menggambarkan upaya memperluas nilai tambah dari produk yang selama ini banyak dipasarkan sebagai bahan mentah atau produk dengan pengolahan terbatas, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kegiatan ekonomi di daerah penghasilnya.
Hilirisasi kratom dan kemenyan dimaksudkan untuk mendorong pengolahan di dalam negeri sebelum produk dipasarkan ke konsumen maupun industri. Dengan proses tersebut, komoditas pertanian berpotensi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sementara rantai usaha lokal dapat memperoleh manfaat dari kegiatan produksi, pengolahan, dan distribusi. Namun, rencana itu masih memerlukan persiapan, termasuk penataan tahapan pelaksanaan dan kesiapan pihak-pihak yang terlibat. Karena itu, penyebutan kedua komoditas sebagai calon proyek hilirisasi belum berarti seluruh proses pengolahan dan fasilitasnya telah berjalan. Rincian mengenai bentuk produk, kapasitas pengolahan, serta skema pelaksanaan perlu mengikuti perkembangan persiapan pemerintah.
Apabila persiapan berjalan sesuai rencana, Prabowo direncanakan meresmikan hilirisasi kratom dan kemenyan pada Maret 2027. Jadwal tersebut merupakan rencana, bukan kepastian bahwa acara peresmian akan berlangsung pada tanggal atau bulan itu tanpa perubahan. Perkembangan persiapan dan keputusan pemerintah akan menentukan kelanjutan agenda tersebut. Rencana peresmian dapat menjadi penanda dimulainya atau diperkenalkannya inisiatif pengolahan kedua komoditas, tetapi rincian mengenai cakupan program tetap perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi. Bagi daerah penghasil, perhatian berikutnya mencakup kesiapan produksi bahan baku, mutu, dan kesinambungan pasokan. Dengan demikian, pengembangan hilirisasi pertanian ini ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan yang sedang disiapkan, dengan kratom serta kemenyan sebagai komoditas yang akan dikembangkan lebih lanjut.
Dalam keterangan yang disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026, Luhut menyebut urutan persiapan dua agenda peresmian. Peresmian hilirisasi kratom dan kemenyan, yang disiapkan untuk Maret 2027, akan dilakukan setelah peresmian research center untuk pengurutan genom atau genome sequencing di Toba, Sumatera Utara. Dengan demikian, pusat riset genom tersebut disebut lebih dahulu dalam rangkaian yang disampaikan Luhut, sedangkan hilirisasi kratom dan kemenyan menjadi agenda berikutnya.
Pernyataan itu menjelaskan urutan, bukan rincian lengkap pelaksanaan kedua peresmian. Keterangan Luhut menempatkan agenda di Toba sebagai tahap yang mendahului peresmian hilirisasi. Informasi yang tersedia tidak menyebut tanggal pasti peresmian research center, maupun memastikan kapan tepatnya setelah acara tersebut agenda hilirisasi akan berlangsung. Karena itu, rujukan pada Maret 2027 perlu dipahami sebagai waktu yang disiapkan untuk peresmian hilirisasi, sementara urutan terhadap acara di Toba adalah sebagaimana disampaikan Luhut.
Penjelasan tersebut juga tidak memuat uraian mengenai fungsi lain dari research center, ruang lingkup kegiatannya, atau keterkaitannya secara teknis dengan pengolahan kratom dan kemenyan. Informasi yang dapat dicatat terbatas pada nama kegiatan, lokasi pusat riset, metode yang disebut, urutan agenda, serta tempat dan tanggal Luhut memberikan keterangan. Pemisahan fakta jadwal yang disampaikan dan informasi yang belum tersedia penting agar pemberitaan tidak menambahkan asumsi. Untuk saat ini, rencana yang disebut adalah peresmian research center genom di Toba terlebih dahulu, kemudian peresmian hilirisasi kratom dan kemenyan yang disiapkan pada Maret 2027.
Luhut menilai kratom dan kemenyan berpeluang menjadi komoditas bernilai tinggi apabila pengolahannya dikembangkan di dalam negeri. Menurut pandangannya, hilirisasi dapat membuka nilai ekonomi dari beberapa hingga puluhan miliar dolar. Perkiraan tersebut mencerminkan potensi keseluruhan yang ia lihat pada kedua komoditas, bukan kepastian pendapatan yang telah dihitung secara terpisah untuk kratom maupun kemenyan. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai gambaran peluang jangka panjang, bukan proyeksi resmi yang menjamin hasil tertentu.
Penilaian itu merujuk pada kemungkinan memperluas pengolahan dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membangun rantai pasok dan pasar yang lebih luas. Kratom dan kemenyan memiliki karakter, kegunaan, serta kebutuhan pengembangan yang berbeda, sehingga peluangnya tidak otomatis sama. Nilai akhirnya akan bergantung pada sejumlah faktor, seperti permintaan pasar, standar mutu, kepastian regulasi, riset, kapasitas produksi, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi persyaratan pembeli. Tanpa dukungan unsur-unsur tersebut, potensi ekonomi yang besar belum tentu dapat diwujudkan.
Luhut membandingkan peluang ini dengan hilirisasi nikel yang mulai digencarkan sekitar sepuluh tahun sebelumnya, pada masa Presiden ke-7 Joko Widodo. Pengalaman nikel, menurut perbandingan tersebut, menunjukkan bagaimana pengolahan domestik dapat mengubah posisi suatu komoditas dalam rantai nilai dan menarik investasi. Namun, perbandingan itu tidak berarti bahwa kratom serta kemenyan akan mengikuti lintasan atau menghasilkan nilai yang persis sama. Struktur industri dan pasar setiap komoditas berbeda, sehingga pendekatan kebijakan dan kebutuhan investasinya juga perlu disesuaikan.
Dengan demikian, angka beberapa hingga puluhan miliar dolar yang disampaikan Luhut merupakan pandangannya mengenai potensi, bukan angka pasti bagi masing-masing komoditas. Realisasi manfaatnya membutuhkan kajian pasar yang terukur, tata kelola yang jelas, serta pengembangan industri yang bertanggung jawab. Penilaian tersebut memberi gambaran mengenai skala peluang yang dipertimbangkan pemerintah, sementara besaran nilai ekonomi aktual baru dapat diketahui seiring tersedianya data, investasi, dan kegiatan pengolahan yang berjalan.
Kratom disebut sebagai salah satu komoditas yang akan masuk dalam rencana hilirisasi yang disiapkan untuk diresmikan Presiden Prabowo pada Maret 2027. Dalam keterangan yang tersedia, Luhut menyebut kratom banyak terdapat di Kalimantan dan menyampaikan bahwa komoditas tersebut dapat menjadi obat. Pernyataan itu menunjukkan alasan kratom turut dibicarakan dalam rencana pengolahan lebih lanjut, tetapi belum menjelaskan jenis pemanfaatan atau produk yang dimaksud. Karena itu, informasi mengenai potensi tersebut perlu dibaca sebagai keterangan yang disampaikan narasumber, bukan sebagai rincian teknis mengenai hasil hilirisasi.
Kemenyan disebut sebagai komoditas kedua yang masuk dalam rencana bersama kratom. Dengan demikian, informasi yang telah disampaikan mencakup dua komoditas, yakni kratom dan kemenyan. Penyebutan keduanya belum disertai uraian tentang hubungan masing-masing komoditas dengan program, skala pengolahan, ataupun target yang hendak dicapai. Belum ada pula penjelasan yang tersedia mengenai apakah keduanya akan dikembangkan dalam kegiatan yang sama atau melalui pendekatan berbeda. Tanpa rincian lebih lanjut, cakupan rencana sebaiknya dipahami terbatas pada daftar komoditas yang disebutkan, bukan sebagai gambaran lengkap program.
Sumber informasi yang tersedia tidak merinci lokasi pelaksanaan hilirisasi, termasuk apakah kegiatan akan berlangsung di Kalimantan atau di wilayah lain. Lokasi kratom yang disebut Luhut tidak dengan sendirinya memastikan lokasi fasilitas pengolahan. Bentuk produk olahan kratom maupun kemenyan juga belum dijelaskan, begitu pula pihak yang akan menjadi pelaksana teknis dan pembagian peran antarlembaga atau pelaku usaha. Selain itu, belum terdapat keterangan tentang pembagian nilai pasar kedua komoditas, seperti porsi investasi, produksi, atau sasaran penjualan masing-masing. Kekosongan informasi ini penting dicatat agar rencana tidak ditafsirkan melampaui keterangan yang ada. Rincian tersebut masih perlu menunggu penjelasan resmi berikutnya sebelum kesimpulan mengenai bentuk pelaksanaan dapat dibuat.
Baca juga: Gema Picture Resmikan Kantor Baru dan Kenalkan Dua Proyek Film | Refleksi Ultah ke-28 Partai Amanat Nasional: Ucapan Prabowo yang Menggugah | Komentar Prabowo Soal Pakar yang Sering Kritik Pemerintah





