Jakarta | Rencana pertandingan tandang Timnas Indonesia melawan Yordania pada FIFA Match Day November masih belum pasti. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa laga tersebut terancam batal karena kondisi keamanan di Timur Tengah masih mengkhawatirkan. Dengan situasi kawasan yang belum dapat dipastikan, agenda pertandingan belum bisa dipandang sebagai jadwal yang sepenuhnya aman untuk dijalankan.
Laga yang direncanakan berlangsung pada 13 November itu akan digelar di Stadion Internasional Amman, Yordania. Pertandingan tersebut menjadi perhatian karena Indonesia dijadwalkan bertandang ke negara yang berada di kawasan Timur Tengah. Pernyataan Erick menunjukkan bahwa kondisi keamanan menjadi pertimbangan dalam menilai kelanjutan rencana laga, meskipun tanggal dan lokasi pertandingan telah disiapkan.
Erick menyampaikan kekhawatirannya mengenai situasi kawasan saat berada di Jakarta pada Rabu. Ia menyebut kondisi yang terjadi di Timur Tengah, termasuk kejadian yang ia sebut berkaitan dengan Yordania dan Suriah. Situasi itu menjadi latar bagi penilaian PSSI terhadap rencana perjalanan dan pertandingan di Amman. Erick tidak menyampaikan kepastian bahwa laga tersebut akan dibatalkan; yang disampaikan adalah bahwa pertandingan masih terancam batal karena kekhawatiran atas keamanan.
Laga melawan Yordania disiapkan sebagai bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Turnamen itu dimulai pada Januari tahun berikutnya, sehingga pertandingan November masuk dalam rangkaian persiapan yang direncanakan sebelum kompetisi tersebut. Namun, kepastian agenda di Amman masih bergantung pada perkembangan situasi yang dikhawatirkan PSSI. Hingga ada kepastian lebih lanjut, rencana untuk menghadapi Yordania pada 13 November tetap menjadi agenda yang belum pasti, sementara tujuan persiapan menuju Piala Asia 2027 tetap menjadi konteks penting bagi laga tersebut.
Status pertandingan tandang Timnas Indonesia di Yordania masih belum dipastikan, baik batal maupun tetap berlangsung sesuai jadwal. PSSI belum menyampaikan keputusan final karena situasi keamanan masih terus dipantau. Dengan demikian, rencana keberangkatan dan pelaksanaan laga belum dapat dianggap berubah secara resmi. Federasi menunggu perkembangan terbaru sebelum menentukan langkah yang akan diambil, termasuk kemungkinan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh gambaran kondisi di lokasi pertandingan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan mengenai agenda tim nasional. Kepentingan untuk menjalankan pertandingan tetap diperhitungkan, tetapi tidak dapat mengesampingkan risiko terhadap pemain, staf, dan rombongan Indonesia. Karena itu, penilaian terhadap keadaan keamanan perlu dilakukan secara cermat, dengan mengacu pada informasi yang tersedia dan perkembangan terkini. PSSI tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa saat kondisi belum cukup jelas.
Pertimbangan tersebut juga berkaitan dengan ketidakpastian yang terjadi di sejumlah negara Timur Tengah. Situasi kawasan dapat berubah dan memengaruhi perjalanan maupun penyelenggaraan pertandingan, sehingga PSSI perlu melihat persoalan ini secara menyeluruh. Pemantauan dilakukan sebagai dasar untuk menilai apakah laga dapat digelar dengan aman sesuai rencana. Sampai evaluasi selesai dan keputusan disampaikan, status pertandingan tetap belum pasti. Sikap ini bukan berarti laga telah resmi dibatalkan, melainkan menunjukkan bahwa PSSI menempatkan aspek keamanan sebagai dasar sebelum memastikan kelanjutan rencana tandang Garuda ke Yordania.
Hingga saat ini, PSSI belum menemukan lawan alternatif apabila pertandingan tandang Timnas Indonesia melawan Yordania tidak dapat dilaksanakan. Situasi keamanan yang masih dipantau membuat kepastian mengenai agenda tersebut belum bisa disampaikan. Karena belum ada calon pengganti yang dipastikan, federasi juga belum dapat memberikan rincian mengenai negara atau tim yang mungkin menjadi opsi. PSSI perlu terlebih dahulu menilai kondisi dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil langkah lanjutan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa keputusan mengenai langkah berikutnya perlu diambil dalam satu hingga dua hari ke depan. Rentang waktu tersebut menjadi kesempatan bagi federasi untuk memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Keputusan itu akan menentukan apakah rencana pertandingan tetap dapat dijalankan atau membutuhkan penyesuaian. Namun, sampai keputusan dibuat, belum ada kepastian mengenai perubahan jadwal maupun rencana pertandingan pengganti.
Dalam menentukan langkah, keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama. PSSI akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menilai keadaan dan memastikan keputusan yang diambil memperhatikan keamanan seluruh anggota tim. Koordinasi tersebut diperlukan agar pertimbangan olahraga tidak berjalan terpisah dari penilaian terhadap kondisi di lapangan. Federasi juga perlu memperoleh informasi yang memadai sebelum menetapkan sikap, sehingga para pemain dan staf dapat memperoleh kejelasan mengenai rencana perjalanan maupun agenda pertandingan.
Untuk sementara, PSSI belum mengumumkan lawan baru ataupun negara pengganti, dan belum menyatakan hasil akhir dari proses pemantauan. Karena itu, publik sebaiknya menunggu keterangan resmi setelah koordinasi dan evaluasi selesai dilakukan. Kepastian mengenai laga tandang Garuda akan bergantung pada perkembangan keamanan serta keputusan yang diambil dalam waktu dekat. Sampai ada pengumuman, rencana menghadapi Yordania tetap menjadi agenda yang sedang ditinjau, sementara opsi alternatif belum tersedia secara resmi.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa Timnas Indonesia tidak akan memilih opsi bermain di kandang untuk agenda pertandingan pada November. Skuad Garuda tetap direncanakan menjalani laga tandang atau bertanding di luar negeri. Rencana tersebut menjadi bagian dari persiapan tim, termasuk bagi pasukan John Herdman, tetapi belum dapat dipahami sebagai kepastian mengenai seluruh detail pertandingan yang akan dijalani.
Salah satu pertimbangan yang disampaikan Erick berkaitan dengan kondisi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Stadion tersebut sedang menjalani perawatan besar, sementara sejumlah agenda besar juga telah menanti. Situasi itu membuat SUGBK tidak menjadi pilihan untuk pertandingan November. Perawatan dan pemanfaatan stadion perlu diperhitungkan dalam penyusunan agenda, sehingga rencana bermain di luar negeri dinilai lebih sesuai untuk sementara waktu.
Selain faktor ketersediaan stadion, pertandingan tandang juga dipandang memiliki nilai penting bagi perkembangan tim. Bermain di luar negeri berarti para pemain harus menghadapi suasana dan tekanan yang berbeda, termasuk bertanding di hadapan pendukung lawan. Pengalaman tersebut dapat membantu membentuk karakter serta mengasah mental bertanding para pemain. Dengan begitu, agenda tandang tidak hanya diperlakukan sebagai solusi atas kondisi stadion, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kesiapan menghadapi tantangan kompetitif.
Meski demikian, rencana untuk tetap bermain di luar negeri perlu dibedakan dari kepastian lawan dan lokasi pertandingan. Pernyataan Erick menegaskan arah rencana Timnas Indonesia pada November, bukan pengumuman final mengenai negara atau stadion yang akan menjadi tempat laga. Informasi tentang calon lawan maupun lokasi masih memerlukan kepastian lebih lanjut. Karena itu, agenda tersebut sebaiknya disebut sebagai rencana tandang yang sedang disiapkan, bukan jadwal lengkap yang seluruh unsurnya telah ditetapkan.
Dengan keputusan sementara ini, fokus persiapan tetap diarahkan pada pertandingan di luar kandang dan kebutuhan skuad untuk beradaptasi dengan lingkungan berbeda. PSSI perlu menimbang kondisi SUGBK, agenda stadion, serta manfaat pengalaman bermain di depan suporter lawan. Rincian resmi mengenai pertandingan berikutnya akan menjelaskan siapa yang dihadapi dan di mana laga digelar. Sampai ada pengumuman lanjutan, kepastian yang disampaikan baru mencakup pilihan untuk tidak bermain di kandang pada November.
Baca juga: Perkuatan Keamanan Siber Penting untuk Satu Data Nasional | Tindakan Segera Diperlukan untuk Keamanan Gedung di Jakarta | Pergerakan Massa di Jakarta: Rencana Aksi Demo Hari Ini





