BOJONEGORO — Pasokan Solar bersubsidi di wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, disinyalir kerap menguap akibat dugaan praktik ngangsu dan penimbunan ilegal. Aktivitas tak wajar ini diduga terpusat di Desa Sraturejo dengan memanfaatkan celah pengawasan di SPBU setempat.
Penelusuran di lapangan menunjukkan dugaan modus operandi yang rapi: pelaku disinyalir bolak-balik mengisi Solar menggunakan kendaraan roda dua bertangki modifikasi pada jam-jam tertentu. BBM subsidi yang terkumpul kemudian
ditampung di suatu tempat sebelum dijual kembali dengan harga non-subsidi.
Imbasnya, para petani lokal dan sopir angkutan barang yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi justru kerap gigit jari akibat kuota harian SPBU yang mendadak ludes.
Warga mendesak jajaran Polres Bojonegoro dan Pertamina Patra Niaga tidak tinggal diam. Penyelidikan menyeluruh serta sidak mendadak sangat diharapkan guna membongkar dugaan kongkalikong antara oknum penimbun dan pihak pengelola SPBU. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas hingga pemutusan kerja sama diharapkan dapat dijatuhkan.
Hingga saat ini, pihak SPBU Sraturejo maupun aparat kepolisian belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.
- <a href="https://updatenews86.com/tambang-ilegal-tulungagung-kembali-memanas-jangan-sampai-2/">hukum-berhenti-di-tengah-jalan/”>Tambang Ilegal Tulungagung Kembali Memanas, Jangan Sampai Hukum Berhenti di Tengah Jalan
- Bangunan Semi Permanen Diduga Jadi Arena Judi, Warga Bedali Desak Polisi Bertindak
- Belasan Massa Geruduk Kemendagri, Serukan Evaluasi terhadap Gubernur Banten












