TUBAN – Pengerjaan perbaikan infrastruktur di wilayah Patihan, Kabupaten Tuban, memancing kritik tajam dari masyarakat. Pengaspalan pada paket jalan Patihan–Kedungsoko disinyalir dikerjakan tidak sesuai dengan standar kelayakan konstruksi jalan.
Berdasarkan fakta dan dokumentasi di lokasi pada Rabu (20/8/2026), kualitas hamparan aspal tampak sangat mengkhawatirkan. Lapisan aspal di sepanjang tepi jalan terlihat sangat tipis dan rapuh, bahkan pasir gembur pada pondasi bawah masih terlihat jelas akibat kurangnya pemadatan serta ketebalan material yang tidak memadai.
Kondisi tersebut makin diperparah dengan absennya papan nama proyek di lokasi pengerjaan. Tanpa adanya papan informasi resmi, warga tidak dapat mengakses informasi mengenai sumber dana, besaran nilai anggaran, maupun identitas kontraktor yang bertanggung jawab atas pengerjaan tersebut.
Sorotan Utama Kualitas Proyek:
Ketebalan Bermasalah: Tepi hamparan aspal sangat tipis sehingga rawan terkikis dan hancur saat tergerus air.
Abaikan Transparansi: Papan informasi proyek tidak terpasang di sekitar lokasi pengerjaan.
Pengawasan Lemah: Minimnya pengawasan di lapangan berpotensi merugikan keuangan daerah dan pengguna jalan.
Warga berharap dinas terkait dan tim pengawas teknis segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengukur ulang ketebalan aspal serta menindak tegas pelaksana proyek sebelum pengerjaan diserahterimakan.

