Aksi di Tugu Tani Berakhir Setelah Massa Memasang Spanduk Lima Tuntutan

Aksi di Tugu Tani Berakhir Setelah Massa Memasang Spanduk Lima Tuntutan

Jakarta | Demonstrasi berlangsung di kawasan Monumen Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan melibatkan elemen mahasiswa bersama masyarakat sipil. Kehadiran kedua unsur tersebut menempatkan demonstrasi sebagai ruang penyampaian aspirasi yang melibatkan kalangan kampus dan warga di luar lingkungan perguruan tinggi. Informasi mengenai jumlah peserta maupun identitas kelompok tertentu tidak disebutkan, sehingga tidak dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia.

Lokasi aksi, yakni kawasan Tugu Tani, menjadi titik berkumpul bagi para peserta untuk menyampaikan sikap mereka. Pelaksanaan demonstrasi pada sore hari menandai waktu dimulainya kegiatan, tetapi tidak tersedia keterangan rinci mengenai rangkaian acara, durasi, atau bagaimana peserta bergerak di sekitar lokasi. Karena itu, uraian mengenai aksi ini berfokus pada waktu, tempat, unsur yang terlibat, dan pihak yang menjadi sasaran penyampaian tuntutan.

Aspirasi dalam demonstrasi tersebut ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dengan menyasar pemerintah pusat, peserta membawa tuntutan mereka ke ruang publik dan mengarahkan perhatian kepada kepemimpinan nasional. Aksi ini melibatkan mahasiswa dan masyarakat sipil, namun informasi yang tersedia tidak merinci latar belakang masing-masing peserta, organisasi yang hadir, ataupun pembagian peran di mereka. Oleh sebab itu, penyebutan unsur peserta secara umum lebih tepat daripada mengaitkannya dengan kelompok tertentu yang tidak terkonfirmasi.

Demonstrasi di Tugu Tani berlangsung dalam konteks penyampaian tuntutan kepada pemerintah. Rincian mengenai isi tuntutan dan perkembangan setelah kegiatan dimulai perlu merujuk pada keterangan yang secara khusus menjelaskan hal tersebut; informasi yang ada di sini tidak cukup untuk menetapkan respons pejabat, dampak terhadap aktivitas sekitar, maupun kondisi lalu lintas. Catatan utama tentang aksi ini adalah keterlibatan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil, waktu pelaksanaan pada Selasa sore, serta tujuan penyampaian aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Sebuah spanduk kain putih berukuran besar dipasang pada Monumen Tugu Tani di Jakarta Pusat sebagai penanda utama aksi tersebut. Permukaannya memuat lima tuntutan yang ditulis dengan tinta merah dan hitam. Kehadiran spanduk itu mengubah tampilan monumen secara mencolok, sekaligus membuat pesan yang dibawa peserta aksi terlihat dari sisi bangunan yang menghadap ke kawasan Gondangdia. Informasi yang tersedia menyebut jumlah tuntutan, tetapi tidak merinci isi masing-masing poin. Karena itu, pesan tersebut tidak dapat diuraikan lebih jauh tanpa sumber yang menyatakannya secara jelas.

Proses pemasangan berlangsung dalam waktu singkat. Spanduk disebut terpasang sempurna dalam kurun kurang dari 20 menit, dengan waktu sekitar pukul 18.08 WIB. Setelah dibentangkan dan dikaitkan pada monumen, kain putih itu menjuntai menutupi sisi yang mengarah ke Gondangdia. Ukurannya yang besar membuatnya tampak dominan pada bidang monumen tersebut. Perpaduan tulisan merah dan hitam di atas kain putih juga membedakan pesan itu dari permukaan patung dan struktur di sekitarnya, tanpa mengubah informasi yang tercantum dalam laporan mengenai lima tuntutan.

Pemasangan spanduk menjadi momen penting dalam rangkaian aksi di Tugu Tani, sebelum kegiatan berakhir setelah massa menyampaikan tuntutannya melalui kain tersebut. Keterangan mengenai lokasi, waktu, bahan, warna tulisan, serta durasi pemasangan memberi gambaran tentang bagaimana spanduk itu hadir di ruang publik. Namun, rincian tentang bunyi tuntutan tidak dicantumkan, sehingga tidak tepat untuk menambahkan dugaan mengenai pokok persoalan atau pihak yang dituju. Dengan demikian, hal yang dapat dipastikan adalah sebuah spanduk kain putih besar bertuliskan lima tuntutan dipasang pada monumen, selesai dalam waktu kurang dari 20 menit sekitar pukul 18.08 WIB, lalu menjuntai pada sisi yang menghadap Gondangdia, Jakarta Pusat.

Pembubaran massa di kawasan Tugu Tani mulai terlihat sekitar pukul 18.52 WIB. Sejumlah peserta meninggalkan lokasi secara bertahap, sementara kendaraan yang digunakan sebagai mobil komando bergerak lebih dahulu. Pergerakan tersebut menandai berakhirnya kegiatan di tempat itu secara perlahan, bukan dalam satu waktu yang bersamaan. Pada tahap awal, mobil komando yang dinaiki Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, tampak meninggalkan lokasi.

Setelah kendaraan tersebut pergi, mobil komando dari elemen mahasiswa lain menyusul meninggalkan kawasan. Urutan ini terlihat ketika beberapa kendaraan bergerak keluar satu per satu. Peserta yang berada di sekitar lokasi juga mulai berkurang seiring dengan kepergian kendaraan-kendaraan tersebut. Tidak semua orang meninggalkan tempat pada saat yang sama, sehingga pembubaran berlangsung secara bertahap selama sejumlah mobil komando bergerak menjauh.

Sesudah beberapa mobil komando pergi, sebagian peserta yang masih berada di lokasi sempat menyalakan flare. Aktivitas itu terjadi ketika massa belum sepenuhnya meninggalkan kawasan Tugu Tani. Keberadaan flare menjadi salah satu peristiwa yang terlihat pada bagian akhir kegiatan, setelah sejumlah kendaraan komando lebih dahulu pergi. Informasi yang tersedia menyebutkan adanya penyalaan flare oleh sebagian peserta, tanpa merinci jumlah orang yang terlibat ataupun durasi kegiatan tersebut.

Dengan demikian, rangkaian pembubaran yang teramati mencakup kepergian mobil komando Fathimah Azzahra, disusul kendaraan dari elemen mahasiswa lain, lalu penyalaan flare oleh sebagian peserta yang masih berada di tempat. Waktu mulai terlihatnya pembubaran tercatat sekitar pukul 18.52 WIB. Urutan tersebut menggambarkan bagaimana massa berangsur meninggalkan lokasi. Tidak ada keterangan dalam informasi yang tersedia mengenai alasan khusus di balik penyalaan flare maupun rincian lain yang dapat menjelaskan peristiwa itu. Karena itu, kejadian tersebut dapat disampaikan sebatas urutan yang teramati, tanpa menambahkan dugaan mengenai situasi atau penyebab di lokasi.

Aksi di kawasan Tugu Tani berlangsung tanpa disertai penutupan jalan. Kendaraan tetap dapat melintas selama kegiatan berlangsung, sementara petugas kepolisian membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi. Setelah para peserta meninggalkan area aksi, polisi tetap berada di sekitar kawasan untuk membantu mengarahkan kendaraan. Arus kendaraan yang sebelumnya perlu diatur di sekitar titik kegiatan kemudian kembali terurai, sehingga lalu lintas di kawasan Tugu Tani berjalan kembali.

Sebelum pergi, sejumlah mahasiswa terlihat berkeliling di area aksi dengan membawa kantong sampah. Mereka mengimbau peserta untuk mengumpulkan sampah ke dalam kantong yang telah disediakan. Imbauan tersebut disampaikan saat peserta mulai meninggalkan lokasi. Kantong sampah dibawa berkeliling agar peserta dapat memasukkan sampah yang berada di sekitar area kegiatan, bukan meninggalkannya di tempat aksi.

Pengumpulan sampah dilakukan menjelang para peserta meninggalkan kawasan Tugu Tani. Sejumlah mahasiswa mendatangi bagian-bagian area yang digunakan selama aksi sambil membawa kantong dan mengingatkan peserta untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Setelah itu, peserta berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Kepolisian membantu mengatur kendaraan yang melintas ketika area aksi mulai kosong, dan arus lalu lintas di sekitarnya kembali terurai.

Dengan tidak adanya penutupan jalan, kegiatan berlangsung tanpa penghentian arus kendaraan di kawasan tersebut. Pengaturan lalu lintas oleh kepolisian berlanjut setelah massa meninggalkan area. Di sisi lain, sejumlah mahasiswa membawa kantong sampah dan meminta peserta mengumpulkan sampah sebelum pergi. Fakta akhir yang tercatat setelah aksi adalah peserta meninggalkan lokasi, sampah dikumpulkan ke kantong yang disediakan, dan lalu lintas di sekitar Tugu Tani kembali terurai.

Baca juga: Gugatan Aksi Curanmor di Cipayung Berujung Amuk Massa | Pencarian Keberuntungan Berakhir di Tangan Hukum: Pengedar Narkoba Diciduk Polisi