DPD RI Awards 2026: Dewan Pakar Bahas Kandidat Terbaik dari Empat Kategori

DPD RI Awards 2026: Dewan Pakar Bahas Kandidat Terbaik dari Empat Kategori

Jakarta | Dewan pakar menggelar rapat final untuk menentukan penerima DPD RI Awards 2026 dari empat kategori penghargaan. Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar empat jam di Ayana Midplaza Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026. Rapat ini menjadi tahap penting dalam proses penilaian, setelah para kandidat melalui rangkaian seleksi sebelumnya. Melalui pembahasan akhir, dewan pakar meninjau kandidat yang dinilai paling layak menerima penghargaan berdasarkan kategori masing-masing. Penentuan dilakukan dengan mempertimbangkan informasi yang tersedia dalam proses seleksi serta hasil pendalaman terhadap para calon penerima.

Dalam tahap final, tiga kandidat teratas dari setiap kategori mengikuti wawancara secara virtual. Wawancara tersebut memberi kesempatan kepada dewan pakar untuk menggali lebih jauh pengalaman, kontribusi, dan gagasan para kandidat sesuai bidang yang mereka tekuni. Format virtual memungkinkan proses berlangsung tanpa kehadiran langsung seluruh kandidat di lokasi rapat, sementara penilaian tetap menjadi bagian dari pembahasan dewan. Setelah sesi wawancara, para pakar melanjutkan diskusi untuk membandingkan capaian masing-masing kandidat dan menyepakati penerima penghargaan. Rapat yang berlangsung selama sekitar empat jam itu menjadi forum bagi dewan untuk menyelesaikan pertimbangan secara menyeluruh.

DPD RI Awards 2026 mencakup empat kategori yang menyoroti kontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan ketahanan pangan desa. Kategori pertama adalah inovator pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah, yang ditujukan bagi sosok dengan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran di luar jalur formal. Kategori berikutnya mengapresiasi inovator teknologi kesehatan, sementara kategori pelestari budaya daerah memberi perhatian kepada upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya setempat. Satu kategori lainnya, penggerak desa mandiri pangan, menyoroti peran dalam mendorong kemandirian pangan di tingkat desa. Melalui rapat final ini, dewan pakar menentukan penerima untuk masing-masing kategori berdasarkan penilaian terhadap tiga kandidat teratas yang telah diwawancarai.

Rapat pembahasan kandidat DPD RI Awards 2026 dihadiri langsung oleh sejumlah anggota dewan pakar yang membawa latar belakang dan pengalaman berbeda. Kehadiran mereka memberi ruang bagi pertukaran pandangan mengenai kandidat dari empat kategori yang dinilai. Dalam proses tersebut, para peserta dapat menelaah berbagai pertimbangan secara bersama, dengan tetap memperhatikan cakupan kategori dan informasi yang tersedia. Komposisi dewan pakar ini juga menghadirkan perspektif dari bidang riset, pemerintahan, legislasi, serta pendidikan tinggi.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Dr. Arif Satria, turut hadir dalam rapat. Latar belakangnya di bidang riset dan inovasi menjadi salah satu perspektif yang hadir dalam pembahasan. Bersama anggota dewan pakar lainnya, ia mengikuti pertukaran pandangan mengenai para kandidat. Kehadiran pemimpin lembaga riset nasional itu memperkaya forum dengan sudut pandang yang terkait dengan pengembangan pengetahuan, inovasi, dan kontribusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi dan anggota DPD RI Agustin Teras Narang juga terlibat langsung. Pengalaman mereka di lembaga perwakilan menghadirkan perspektif pemerintahan dan kelembagaan dalam diskusi. Sementara itu, Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia Agustino Zulys ikut menyumbangkan sudut pandang dari lingkungan akademik. Perbedaan latar belakang para peserta memungkinkan pembahasan kandidat berlangsung dengan pertimbangan yang beragam, tanpa membatasi penilaian pada satu bidang atau ukuran saja.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon tidak hadir langsung dalam rapat, tetapi tetap memberikan kontribusi dan pandangan dalam pembahasan. Masukan tersebut menjadi bagian dari pertukaran pertimbangan yang dilakukan dewan pakar saat membahas kandidat. Dengan demikian, keterlibatan para pakar tidak hanya tercermin melalui kehadiran di ruang rapat, tetapi juga melalui kontribusi yang disampaikan. Berbagai masukan itu mendukung proses diskusi atas kandidat dari empat kategori, sekaligus membantu menghadirkan pembacaan yang lebih luas terhadap peran dan kontribusi yang dinilai dalam DPD RI Awards 2026.

Dede Yusuf menilai para kandidat yang berhasil masuk tiga besar memiliki kualitas yang sama-sama kuat. Mereka dinilai telah menunjukkan kiprah nyata, dedikasi dalam menjalankan peran, serta inovasi yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu, proses penentuan pemenang tidak dapat dilakukan hanya dengan membandingkan nama atau capaian secara sekilas. Dewan pakar perlu menelaah perjalanan setiap kandidat secara lebih mendalam sebelum menetapkan sosok terbaik di masing-masing kategori.

Pendalaman tersebut mencakup cara kandidat merintis dan menjalankan inisiatif, konsistensi kontribusinya, serta dampak yang telah dihasilkan. Data dan dokumen yang disampaikan menjadi bahan penting dalam penilaian, tetapi tidak selalu cukup untuk menggambarkan seluruh proses di balik sebuah kiprah. Dewan juga perlu memahami konteks daerah, tantangan yang dihadapi, dan upaya kandidat untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Dengan begitu, keputusan diharapkan mencerminkan kualitas kontribusi secara lebih utuh.

Menurut Dede, pembahasan untuk kategori pendidikan nonformal dan kesehatan berlangsung cukup alot. Kedua bidang tersebut memiliki cakupan manfaat yang luas dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik. Kandidat di dalamnya menawarkan bentuk kontribusi yang beragam, sehingga para pakar perlu mencermati keunggulan masing-masing dengan hati-hati. Diskusi yang berlangsung mendalam menjadi bagian penting agar keputusan tidak terburu-buru, sekaligus memberi ruang bagi setiap kandidat untuk dinilai berdasarkan rekam jejak dan hasil kerjanya.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan kandidat dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat di daerah memiliki nilai tersendiri. Inisiatif lokal kerap tumbuh dari pemahaman langsung terhadap persoalan, serta membutuhkan ketekunan untuk terus berjalan. Aspek tersebut patut menjadi pertimbangan bersama dengan bukti capaian yang disajikan. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada angka, laporan, atau kelengkapan berkas, melainkan juga melihat dedikasi dan relevansi kontribusi bagi warga. Tantangannya adalah memilih kandidat paling layak di mereka yang sama-sama telah menunjukkan komitmen dan hasil yang berarti.Rapat Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 membahas kandidat yang masuk dalam tiga besar pada empat kategori. Daftar ini memuat nama-nama yang dipertimbangkan dalam setiap kategori, sesuai urutan yang disebutkan. Penetapan tiga besar belum berarti bahwa penerima penghargaan telah dipilih atau diumumkan.

Pada kategori pendidikan nonformal, tiga kandidat tersebut adalah Anitawati dari Maluku Utara, Endang Dzunuraini dari Jawa Timur, dan Muhammad Ridwan Alimuddin dari Sulawesi Barat. Ketiganya tercatat dalam daftar kandidat teratas kategori ini. Urutan nama mengikuti susunan yang disampaikan dalam pembahasan, bukan peringkat akhir atau penanda siapa yang akan menjadi pemenang.

Untuk kategori teknologi kesehatan, kandidat tiga besar ialah Asep Hidayat Mustopa dari Jawa Barat, Anang Ismail dari Jawa Tengah, dan Rivan Rinaldi dari Aceh. Sementara itu, kategori pelestari budaya daerah mencakup Nur Arning Tengara Kasih dari DKI Jakarta, Megi Riomandala dari Bengkulu, serta Siti Nurmaini dari Sumatera Selatan. Nama dan asal daerah tersebut merupakan bagian dari daftar kandidat yang dibahas Dewan Pakar.

Adapun pada kategori penggerak desa mandiri pangan, tiga nama yang masuk dalam daftar adalah Alvian Wardhana dari Kalimantan Selatan, Egi Trialogi dari Jawa Barat, dan Taryaningsih dari Jawa Timur. Dengan demikian, keseluruhan daftar mencakup tiga kandidat untuk masing-masing dari empat kategori penghargaan. Informasi tersebut menunjukkan kandidat yang dibahas, bukan hasil akhir pemilihan penerima penghargaan.

Dalam rapat tersebut, nama penerima penghargaan belum diumumkan. Keputusan mengenai siapa yang memperoleh penghargaan akan disampaikan pada malam penganugerahan DPD RI Awards 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026. Karena itu, daftar tiga besar perlu dipahami sebagai informasi kandidat sebelum pengumuman resmi.

Baca juga: Jakarta Masuk Daftar 50 Destinasi Belanja Terbaik 2026 | Gema Malam Puncak Indonesian Television Awards 2026