Glico Running Man Osaka Bersiap Berganti Wajah, Pelancong Indonesia Punya Waktu hingga Akhir November 2026

Glico Running Man Osaka Bersiap Berganti Wajah, Pelancong Indonesia Punya Waktu hingga Akhir November 2026

Jakarta | Papan reklame Glico Running Man di kawasan Dotonbori, Osaka, akan diperbarui setelah 30 November 2026. Renovasi instalasi yang berada dekat Jembatan Ebisubashi dijadwalkan mulai Desember, menandai berakhirnya tampilan generasi keenam yang telah dikenal luas oleh warga maupun wisatawan. Perubahan ini menjadi kesempatan terakhir bagi pengunjung untuk menyaksikan versi yang sekarang sebelum proses pergantian dimulai. Bagi pelancong Indonesia yang berencana datang ke Osaka, jadwal tersebut memberi batas waktu yang jelas untuk memasukkan lokasi ikonik ini ke dalam rencana perjalanan. Mereka yang ingin berfoto dengan papan reklame dalam bentuknya saat ini sebaiknya berkunjung sebelum akhir November 2026, sembari tetap memeriksa informasi terbaru menjelang perjalanan.

Generasi ketujuh Glico Running Man direncanakan hadir pada musim semi 2027. Dengan demikian, akan ada masa renovasi berakhirnya tampilan lama dan kemunculan instalasi baru. Perusahaan makanan Ezaki Glico belum mengumumkan rincian desain pengganti, sehingga rupa, warna, maupun unsur visual tambahan pada papan reklame berikutnya masih belum diketahui. Meski begitu, sosok pelari dipastikan tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama. Keputusan tersebut menjaga kesinambungan identitas yang sudah melekat kuat pada Dotonbori, sekaligus membuka ruang bagi pembaruan tampilan. Pengunjung yang datang setelah pemasangan generasi baru dapat melihat interpretasi berbeda dari figur yang selama bertahun-tahun menjadi latar foto populer di tepi kanal.

Perwakilan Ezaki Glico, Yoriko Miki, menjelaskan bahwa figur pelari memiliki makna yang berhubungan dengan semangat pendirian perusahaan. Sosok tersebut mencerminkan tujuan Glico untuk membantu masyarakat menikmati hari-hari yang sehat dan kehidupan yang memuaskan. Karena itu, pembaruan papan reklame bukan sekadar penggantian dekorasi kota, tetapi juga kesempatan untuk meneruskan pesan yang menjadi bagian dari identitas perusahaan. Walaupun desain generasi ketujuh belum diperkenalkan, keberadaan pelari akan tetap menghubungkan instalasi mendatang dengan sejarahnya. Bagi wisatawan, perubahan ini menghadirkan dua pilihan waktu kunjungan: datang sebelum renovasi untuk melihat generasi keenam, atau kembali pada musim semi 2027 untuk menyaksikan wajah terbaru ikon Dotonbori tersebut.

Sejak pertama kali dipasang pada 1935, papan iklan Glico Running Man di kawasan Dotonbori telah menjadi salah satu penanda visual Osaka. Sosok pelari yang mengangkat kedua tangan itu kerap diabadikan dalam foto pengunjung, berdampingan dengan kanal dan papan-papan neon di sekitarnya. Selama puluhan tahun, instalasi ini beberapa kali berganti bentuk mengikuti perubahan teknologi dan keadaan kota.

Generasi pertama memiliki tinggi sekitar 33 meter dan tampil dengan pencahayaan neon. Pada 1943, instalasi tersebut dibongkar karena materialnya dibutuhkan untuk mendukung upaya perang. Papan itu kembali hadir pada 1955 sebagai generasi kedua. Rancangan baru dilengkapi panggung serta ornamen buaya raksasa yang seolah memainkan piano. Versi ini bertahan hingga 1963.

Generasi ketiga menampilkan rancangan yang lebih rumit. Salah satu unsur utamanya ialah air mancur dengan 150 nosel yang menyemburkan sekitar 12 ton air, disertai ratusan lampu berwarna. Instalasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan bertahan sampai 1972. Pada tahun yang sama, generasi keempat diperkenalkan dengan lintasan lari yang menyerupai rancangan papan reklame yang dikenal sekarang. Versi ini dipertahankan hingga 1996, ketika bangunan di sebelahnya direnovasi dan instalasi harus dibongkar.

Setelah sekitar setahun tanpa papan iklan, generasi kelima dipasang pada 1998. Latar belakangnya berubah seiring waktu, sehingga pelari terlihat bergerak melewati suasana pagi, siang, senja, hingga malam. Efek tersebut membuat tampilan papan lebih dinamis, dan versi ini bertahan sampai 2014.

Generasi keenam diperkenalkan pada 2014 dengan teknologi sekitar 140.000 lampu LED. Selain menampilkan sosok pelari, layar tersebut menghadirkan beragam pemandangan dari berbagai lokasi di Jepang maupun negara lain. Peralihan dari neon sederhana ke tampilan LED menunjukkan bagaimana ikon Dotonbori ini terus diperbarui tanpa meninggalkan figur pelari yang telah melekat dalam ingatan pengunjung. Riwayat enam generasi itu juga mencerminkan perubahan cara sebuah papan reklame menarik perhatian, dari cahaya neon dan mekanisme panggung hingga visual digital yang dapat berganti-ganti.

Papan reklame Glico Running Man yang selama ini menjadi salah satu penanda visual Dotonbori merupakan instalasi generasi keenam yang mulai beroperasi pada 2014. Setelah lebih dari satu dekade, pembaruan menjadi perhatian karena perangkat yang digunakan telah cukup lama berfungsi di ruang publik. Sejumlah laporan menyebut usia lampu LED dan semakin sulitnya memperoleh komponen pengganti sebagai pertimbangan dalam rencana penggantian papan tersebut. Namun, alasan itu perlu dipahami sebagai informasi yang diberitakan, bukan pernyataan langsung Ezaki Glico kecuali ada konfirmasi resmi yang menyatakannya.

Lampu LED berperan penting dalam menjaga gambar pelari tetap terlihat jelas dan terang, terutama saat kawasan dipenuhi pengunjung pada malam hari. Seiring waktu, perangkat pencahayaan dapat menua, sementara ketersediaan suku cadang untuk sistem lama bisa menjadi tantangan ketika perawatan dibutuhkan. Karena itu, usia instalasi serta akses terhadap komponen pengganti kerap menjadi hal yang diperhatikan dalam pembaruan papan reklame. Informasi yang tersedia tidak menjelaskan rincian teknis mengenai tingkat kerusakan atau perubahan yang akan dilakukan, sehingga alasan tersebut sebaiknya tidak diperluas menjadi dugaan lain.

Fungsi utama papan itu tetap sebagai media promosi Ezaki Glico, perusahaan yang berdiri di Osaka pada 1922. Sosok pelari dengan tangan terangkat telah menjadi bagian dari identitas iklan perusahaan sekaligus pemandangan yang dikenali banyak orang ketika berkunjung ke Dotonbori. Kawasan ini dikenal dengan kanal, deretan restoran, serta papan reklame bercahaya yang menarik pengunjung hingga malam. Dalam suasana tersebut, papan Glico menempati posisi menonjol di berbagai cahaya dan keramaian di tepi kanal. Pembaruan instalasi dapat dipahami dalam konteks keberlanjutan sebuah media promosi yang telah lama hadir di lokasi populer, tanpa perlu mengasumsikan tujuan lain yang tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Bagi pelancong, masa menuju pergantian wajah papan reklame juga menjadi kesempatan untuk melihat instalasi generasi keenam sebelum diganti, dengan tetap memperhatikan jadwal yang diumumkan secara resmi.

Di tengah kabar Glico Running Man akan berganti wajah, Dotonbori tetap menjadi salah satu kawasan yang mudah dikenali wisatawan saat berkunjung ke Osaka. Jembatan Ebisubashi menjadi titik populer untuk melihat dan memotret papan neon ikonis itu dari dekat. Dari jembatan, pengunjung dapat mengabadikan sosok pelari yang telah menjadi penanda visual kawasan tersebut, sekaligus menikmati suasana ramai di sepanjang kanal. Lokasi ini juga praktis dijangkau dengan berjalan kaki dari sejumlah area pusat kota, sehingga kerap masuk dalam rencana kunjungan wisatawan yang ingin mengenal Osaka melalui tempat-tempat terkenalnya.

Selain menjadi latar foto, kawasan di sekitar Dotonbori memudahkan pelancong menjangkau deretan toko dan tempat makan. Pengunjung dapat menyusuri jalan-jalan komersial, mencari oleh-oleh, atau memilih hidangan di berbagai restoran tanpa perlu berpindah jauh dari titik foto utama. Kombinasi papan iklan bercahaya, kanal, pilihan belanja, dan kuliner membuat kawasan ini menarik untuk dikunjungi pada berbagai waktu, terutama ketika lampu-lampu mulai menyala. Bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas, letaknya yang berdekatan dengan beragam tujuan dapat membantu menyusun perjalanan yang praktis. Karena itu, perubahan pada papan Glico diperkirakan menjadi perhatian tersendiri bagi orang-orang yang telah memasukkan Dotonbori ke dalam agenda perjalanan mereka.

Jepang sendiri disebut sebagai salah satu tujuan wisata favorit pelancong Indonesia.