Jakarta | Kylie Jenner mencatat debutnya di runway Victoria’s Secret dengan penampilan yang langsung menjadi pusat perhatian. Dalam peragaan tersebut, ia mengenakan Fantasy Bra bertabur berlian yang disebut bernilai 50 juta dolar AS, setara sekitar Rp800 miliar. Nilainya yang fantastis menjadikan busana itu salah satu elemen paling dibicarakan dari acara tersebut. Penampilan ini juga memiliki arti khusus bagi sejarah pertunjukan Victoria’s Secret, sebab Fantasy Bra kembali hadir di catwalk untuk pertama kalinya sejak 2018. Setelah jeda selama beberapa tahun, kemunculannya menghubungkan kembali tradisi peragaan dengan salah satu kreasi paling ikonis merek tersebut. Bagi Jenner, kesempatan itu sekaligus menandai langkah pertamanya di runway Victoria’s Secret.
Tampilan Kylie dirancang untuk menonjolkan bra bernilai tinggi itu tanpa menghilangkan kesan dramatis khas peragaan. Ia memadukannya dengan rok mini transparan yang memberi kesan ringan dan modern. Sepatu hak tinggi bening melengkapi penampilan, sementara sepasang sayap putih berbulu menghadirkan siluet yang mudah dikenali sebagai bagian dari estetika Victoria’s Secret. Kontras material transparan, detail berbulu, dan kilau berlian membuat keseluruhan busana terlihat mencolok di atas runway. Meski setiap unsur styling berkontribusi pada kesan visual, perhatian penonton terutama tertuju pada Fantasy Bra. Batu-batu berkilau pada bra itu menjadi pusat dari keseluruhan tampilan Kylie malam itu, sementara pilihan busana lainnya membuat detail berlian semakin mudah terlihat.
Perpaduan tersebut menjadikan debut Jenner lebih dari sekadar penampilan perdana seorang figur terkenal di runway. Momen itu menggabungkan sorotan terhadap dirinya dengan kembalinya sebuah rancangan yang lama menjadi bagian dari identitas peragaan Victoria’s Secret. Nilai bra yang mencapai puluhan juta dolar AS turut menambah skala perhatian, tetapi daya tariknya juga berasal dari simbolisme dan detail pengerjaan yang ditampilkan. Sayap putih berbulu serta busana transparan membingkai kreasi berlian tanpa menggeser posisinya sebagai fokus utama. Dengan demikian, penampilan Kylie menghadirkan dua momen sekaligus: debutnya di panggung tersebut dan kemunculan kembali Fantasy Bra setelah absen sejak 2018. Keduanya membentuk salah satu sorotan utama peragaan tahun ini.
Fantasy Bra yang dikenakan Kylie Jenner dalam debut runway Victoria’s Secret dirancang sebagai perhiasan mewah yang dibuat khusus, bukan sekadar busana panggung berhiaskan batu. Rancangannya berpusat pada sebuah berlian kuning fancy vivid berbentuk radiant cut dengan berat 75,54 karat. Berlian utama tersebut dikelilingi 4.410 berlian alami, menjadikan jumlah batu dan susunannya sebagai unsur penting dari tampilan keseluruhan. Perpaduan berlian kuning di bagian pusat dan ribuan berlian alami di sekelilingnya memberi bra ini karakter yang mencolok, sekaligus menunjukkan skala pengerjaan yang dibutuhkan untuk membuatnya.
Angka 4.410 menggambarkan betapa besar perhatian yang diberikan pada rancangan tersebut. Setiap berlian menjadi bagian dari satu kesatuan, dengan batu kuning 75,54 karat sebagai pusat perhatian. Karena dibuat khusus, Fantasy Bra ini menghadirkan perpaduan busana dan perhiasan dalam satu karya. Detail yang disampaikan mengenai desainnya berfokus pada bahan serta jumlah batu, tanpa perlu mengasumsikan proses pemasangan atau teknik tertentu. Dengan demikian, kemewahannya dapat dipahami melalui rincian yang terukur: berlian alami dalam jumlah besar, satu berlian kuning utama, dan pengerjaan yang melibatkan banyak waktu serta tenaga.
Proses pembuatannya melibatkan 15 perajin yang menghabiskan lebih dari 1.000 jam untuk menyelesaikan bra tersebut. Waktu pengerjaan itu memberi gambaran tentang besarnya pekerjaan di balik sebuah rancangan yang tampak dalam pertunjukan runway. Bobot keseluruhannya hampir empat pon, atau sekitar 1,8 kilogram, sehingga karya ini jauh lebih berat daripada pakaian biasa. Gabungan jumlah perajin, durasi pengerjaan, dan bobotnya memperlihatkan bahwa Fantasy Bra tersebut merupakan benda mewah berskala besar, bukan aksesori ringan. Rincian itu juga membantu menjelaskan mengapa bra ini menjadi salah satu sorotan dalam debut Kylie Jenner: tampilannya menggabungkan ribuan berlian alami dengan sebuah berlian kuning berukuran besar, sementara pembuatannya menuntut lebih dari seribu jam kerja. Nilai rancangannya terletak pada skala dan pengerjaan khusus tersebut, yang menjadikan setiap angka bagian dari kisah tentang perhiasan yang dikenakan di runway.
Fantasy Bra yang dikenakan Kylie Jenner dalam debutnya di runway Victoria’s Secret memiliki nilai sekitar 50 juta dolar AS, setara kurang lebih Rp800 miliar. Angka tersebut menempatkannya sebagai Fantasy Bra termahal sepanjang sejarah peragaan Victoria’s Secret. Nilai yang luar biasa ini menjadikan penampilannya bukan sekadar momen mode, melainkan juga sorotan karena skala kemewahan yang dibawa ke panggung. Dengan harga tersebut, bra berlian ini mencatat tonggak baru dalam perjalanan salah satu rancangan paling ikonis dari merek lingerie itu.
Rekor baru tersebut melampaui pencapaian sebelumnya dengan selisih sekitar 35 juta dolar AS. Perbandingan ini menunjukkan betapa besar lonjakan nilai pada kreasi yang dikenakan Jenner, tanpa perlu mengaitkannya dengan perkiraan harga atau identitas tertentu dari pemegang rekor terdahulu. Selisih itu sekaligus memberi gambaran tentang posisi istimewa rancangan terbaru dalam sejarah pertunjukan. Bukan hanya nilai materialnya yang menjadi perhatian, tetapi juga arti pencapaian itu bagi sebuah tradisi mode yang telah lama dikaitkan dengan kemewahan, perhiasan, dan penampilan spektakuler di atas runway.
Harga fantastis tersebut berkaitan dengan pengerjaan istimewa yang menjadikan Fantasy Bra lebih dari sekadar busana panggung. Rancangan berhias berlian seperti ini menuntut perhatian pada detail, penataan, serta cara perhiasan dan pakaian menyatu dalam satu tampilan. Karena itu, nilai yang diumumkan turut memperkuat daya tariknya sebagai karya yang dirancang untuk mencuri perhatian dalam peragaan. Kembalinya Fantasy Bra juga memberi alasan tersendiri bagi penonton untuk menantikan elemen ikonis ini: setiap kemunculannya menghadirkan perpaduan kerajinan mewah dan tontonan runway. Dalam debut Jenner, harga rekor dan pengerjaan khusus tersebut membuat momen itu terasa penting, sekaligus menegaskan kembali tempat Fantasy Bra sebagai salah satu sorotan utama Victoria’s Secret.
Menurut Adam Selman, chief creative officer Victoria’s Secret, peragaan tahun ini dirancang untuk menghadirkan kembali antusiasme penggemar dalam skala besar. Ia melihat pertunjukan bukan sekadar sebagai kesempatan untuk menampilkan koleksi busana, tetapi juga sebagai pengalaman yang memadukan mode, kemewahan, dan momen-momen ikonis. Karena itu, tim kreatif berupaya memasukkan unsur yang sejak lama dinantikan penonton. Fantasy Bra menjadi salah satu elemen yang paling banyak diminta oleh penggemar dalam peragaan sebelumnya, sehingga kehadirannya kembali dipandang sebagai cara untuk menjawab harapan tersebut sekaligus menciptakan sorotan utama di runway.
Selman juga menjelaskan bahwa perhiasan dalam pertunjukan ini sengaja dibuat berlebihan, tetapi dalam pengertian artistik dan mewah. Rancangannya diharapkan tampil mencolok, memikat, serta memiliki tingkat pengerjaan yang membuatnya terasa istimewa, bukan sekadar aksesori pelengkap. Ia menggambarkan kualitas yang dituju sebagai sesuatu yang layak dipandang seperti benda koleksi museum. Pendekatan itu memberi Fantasy Bra daya tarik tersendiri: selain menjadi bagian dari penampilan, busana tersebut merepresentasikan keahlian, kemewahan, dan tradisi pertunjukan Victoria’s Secret dalam bentuk yang mudah diingat. Skala perhiasan yang besar juga membantu menciptakan pengalaman visual yang sesuai dengan ekspektasi penonton terhadap sebuah acara spektakuler.
Pemilihan Kylie Jenner untuk membawakannya berangkat dari pengaruhnya yang meluas ke budaya populer, mode, dan hiburan.





