Maarten Paes Belum Dimainkan saat Ajax Tumbang di Markas Hajduk Split

Maarten Paes Belum Dimainkan saat Ajax Tumbang di Markas Hajduk Split

Jakarta | Ajax Amsterdam mengawali kiprahnya di UEFA Conference League dengan hasil mengecewakan setelah kalah 1-2 dari Hajduk Split di Kroasia pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam laga perdana kompetisi tersebut, tim asal Amsterdam itu gagal membawa pulang poin. Maarten Paes tidak dimainkan dalam pertandingan ini, sehingga ia tidak turun membantu Ajax menghadapi tuan rumah. Kekalahan tersebut menjadi hasil penting pada awal perjalanan Ajax di turnamen, sekaligus menempatkan perhatian pada performa tim dan keputusan yang diambil selama pertandingan. Meski laga pembuka baru saja berlangsung, hasil akhir memberi Ajax pekerjaan untuk mengevaluasi penampilan mereka.

Hasil 1-2 itu juga menambah tekanan terhadap pelatih Ajax, Michel Sanchez, yang sedang menghadapi periode sulit bersama timnya. Kekalahan di markas Hajduk Split membuat situasi tersebut semakin menjadi sorotan, terutama karena Ajax memulai kompetisi dengan harapan memperoleh hasil positif. Namun, laga berakhir tanpa poin bagi tim tamu. Tidak dimainkannya Paes menjadi bagian dari catatan pertandingan, tetapi informasi yang tersedia tidak menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Karena itu, hasil laga dan kondisi tim menjadi fokus utama setelah Ajax pulang dari Kroasia dengan kekalahan tipis.

Bagi Ajax, pertandingan perdana ini menjadi awal yang kurang meyakinkan dalam UEFA Conference League. Skor 1-2 memastikan Hajduk Split meraih kemenangan, sedangkan Ajax harus menerima kekalahan pada laga pertama. Perhatian selanjutnya tertuju pada cara Michel Sanchez merespons hasil tersebut dan bagaimana timnya menghadapi tekanan yang bertambah. Paes belum mendapat kesempatan bermain dalam pertandingan ini, tetapi hasil akhir tetap menjadi catatan utama bagi Ajax. Kekalahan di Kroasia menegaskan bahwa awal kompetisi tidak berjalan sesuai harapan tim, sementara periode sulit yang dialami Ajax kini semakin terasa setelah mereka gagal memperoleh hasil positif pada laga pembuka.

Sanchez melakukan sejumlah penyesuaian dalam susunan Ajax untuk menghadapi Hajduk Split. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah keputusan menurunkan Jofre Torrents sejak menit awal. Bek berusia 19 tahun itu mendapat kesempatan sebagai starter dan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Owen Wijndal. Pergantian tersebut memberi Torrents kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam pertandingan penting, sekaligus menjadi bagian dari upaya Ajax menyegarkan komposisi di lini belakang. Kehadirannya juga menjadi sorotan karena usianya yang masih muda, sementara lawan yang dihadapi memiliki pemain-pemain berpengalaman.

Di perubahan lainnya, Aaron Bouwman kembali masuk ke dalam tim setelah sempat mengalami cedera dalam pertandingan melawan PSV. Kembalinya Bouwman menambah pilihan bagi Sanchez dalam menyusun pertahanan. Sementara itu, kapten Davy Klaassen dimainkan untuk menggantikan Jorthy Mokio. Keputusan tersebut menghadirkan pengalaman dan kepemimpinan Klaassen di lapangan, ketika Ajax berusaha mengendalikan permainan. Penyesuaian di beberapa posisi ini menunjukkan bahwa komposisi tim tidak sepenuhnya sama dengan laga sebelumnya. Namun, perubahan susunan pemain saja belum cukup untuk memastikan Ajax dapat menciptakan keunggulan atau menjaga tekanan sepanjang pertandingan.

Ajax sempat memperoleh peluang melalui Tolu Arokodare. Penyerang itu memenangi duel melawan bek Hajduk Split, Dennis Hadzikadunic, dan berhasil melewati tantangan awal lawannya. Situasi tersebut membuka ruang bagi Arokodare untuk melanjutkan serangan dan berpotensi mengancam gawang. Akan tetapi, Hadzikadunic tidak menyerah setelah kalah dalam duel pertama. Ia segera mengejar Arokodare dan kembali menutup ruang sebelum penyerang Ajax itu sempat melepaskan tembakan. Upaya tersebut pun berakhir tanpa menghasilkan percobaan ke arah gawang. Momen itu memperlihatkan bahwa Ajax mampu membangun ancaman, tetapi pertahanan Hajduk Split tetap sigap mengatasi situasi berbahaya. Di tengah pergantian pemain dan peluang awal tersebut, Maarten Paes tidak dimainkan. Dengan demikian, perubahan yang dilakukan Sanchez tidak mengubah fakta bahwa Ajax masih harus mencari cara untuk memaksimalkan kesempatan di hadapan pertahanan tuan rumah yang disiplin.

Hajduk Split membuka keunggulan pada menit ke-37 setelah memanfaatkan kesalahan Ajax saat membangun serangan. Torrents kehilangan penguasaan bola ketika mencoba mengalirkan umpan di area permainan sendiri. Bola yang terlepas itu memberi tuan rumah ruang untuk segera melancarkan serangan balik, sementara barisan pertahanan Ajax belum sempat kembali ke posisi yang ideal. Kesalahan tersebut menjadi awal dari rangkaian serangan yang berujung gol.

Marin Soticek menerima bola dalam situasi yang menguntungkan dan kemudian mengirimkannya kepada Abdoulie Sanyang. Penyerang Hajduk itu menuntaskan peluang dengan baik untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut memperlihatkan bagaimana kehilangan bola di area berbahaya dapat memberi lawan kesempatan untuk menyerang dengan cepat. Ajax pun harus mengejar ketertinggalan setelah tuan rumah berhasil memaksimalkan celah dalam permainan mereka.

Ajax akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-53 melalui Davy Klaassen. Gol itu bermula dari umpan silang Thilo Kehrer yang dikirim ke area berbahaya. Klaassen menunjukkan kontrol bola yang baik saat menerima kiriman tersebut, lalu menyelesaikan peluangnya dengan tenang. Penyelesaian itu membuat skor berubah menjadi 1-1 dan sempat memberi Ajax momentum untuk membangun tekanan lebih lanjut.

Namun, kedudukan imbang tidak bertahan lama. Torrents kembali kehilangan bola, kali ini dengan konsekuensi yang segera dimanfaatkan Hajduk. Penguasaan bola beralih kepada penyerang tuan rumah, Michele Sego, yang kemudian meneruskan bola kepada Sekotic. Aliran serangan berlangsung cepat, membuat Ajax kembali kesulitan menutup ruang sebelum peluang tercipta.

Sekotic menyelesaikan kesempatan tersebut dan membawa Hajduk unggul 2-1. Gol kedua tuan rumah kembali berawal dari kehilangan bola oleh Torrents, sehingga kesalahan yang sama menjadi faktor penting dalam jalannya pertandingan. Setelah Ajax sempat menyamakan skor lewat Klaassen, mereka kembali tertinggal karena Hajduk mampu merebut bola dan mengubahnya menjadi peluang berbahaya. Rangkaian gol itu menegaskan bahwa penguasaan bola yang tidak aman di area sendiri dapat berujung pada ancaman langsung, terutama ketika lawan cepat memanfaatkan ruang yang terbuka.

Hajduk Split mampu menjaga keunggulan 2-1 hingga pertandingan berakhir, sehingga Ajax harus meninggalkan markas lawan tanpa membawa hasil yang diharapkan. Sepanjang sisa laga, tim tuan rumah tetap berupaya mempertahankan keunggulan, sementara Ajax berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Namun, tekanan yang dibangun tim tamu belum cukup untuk mengubah skor. Maarten Paes juga belum mendapatkan kesempatan bermain dalam pertandingan tersebut. Kiper itu masih menanti peluang untuk tampil dan memperlihatkan kemampuannya di bawah mistar gawang Ajax.

Jalannya pertandingan sempat terganggu ketika kembang api dinyalakan di dalam stadion. Situasi tersebut membuat laga terhenti cukup lama sebelum akhirnya pertandingan dapat dilanjutkan. Setelah jeda itu, kedua tim kembali berusaha menjalankan permainan, tetapi Ajax tidak berhasil membangun serangan berbahaya yang mampu mengancam keunggulan Hajduk Split secara konsisten. Upaya untuk mengejar ketertinggalan tidak menghasilkan peluang yang cukup tajam untuk membalikkan keadaan. Hajduk pun dapat mempertahankan keunggulan dua gol berbanding satu hingga wasit meniup peluit akhir.

Hasil tersebut menjadi pukulan mengecewakan bagi Ajax, terutama ketika klub sedang berupaya memperbaiki performa dan menemukan konsistensi dalam permainan. Kekalahan di kandang Hajduk memperlihatkan bahwa pekerjaan untuk meningkatkan efektivitas serangan masih belum tuntas. Di sisi lain, Paes masih harus menunggu kesempatan untuk memperoleh menit bermain. Belum tampilnya ia berarti kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya secara langsung kepada staf pelatih belum datang pada laga ini. Kiper tersebut tentu berharap dapat memanfaatkan peluang saat kesempatan berikutnya tiba, baik melalui penampilan dalam pertandingan maupun kerja keras di sesi latihan.

Baca juga: Kecelakaan Tragis di Serang: Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang