BOGOR, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Maung Garuda mulai digunakan sebagai kendaraan dinas bagi para menteri dan wakil menteri pada bulan ini. Penggunaan kendaraan tersebut menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan mobil buatan dalam negeri hadir sebagai kendaraan resmi dalam mendukung aktivitas para pejabat pemerintahan. Dengan demikian, Maung Garuda tidak hanya dipandang sebagai produk otomotif, tetapi juga ditempatkan dalam konteks penggunaan kenegaraan.
Kebijakan ini menandai dimulainya pemakaian Maung Garuda untuk menunjang mobilitas menteri dan wakil menteri dalam menjalankan tugas. Kendaraan dinas memiliki fungsi penting karena digunakan dalam berbagai kegiatan resmi, baik untuk menghadiri agenda pemerintahan maupun menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Kehadiran Maung Garuda dalam peran tersebut sekaligus memperlihatkan pilihan pemerintah terhadap kendaraan nasional sebagai bagian dari kebutuhan operasional pejabat negara.
Keputusan penggunaan Maung Garuda berlangsung sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto. Arahan itu menjadi dasar bagi penerapan kendaraan tersebut sebagai mobil dinas menteri dan wakil menteri mulai bulan ini. Fokus utama kebijakan ini adalah penggunaan produk otomotif nasional dalam lingkungan pemerintahan, sekaligus memperkenalkan Maung Garuda melalui peran yang lebih resmi dan strategis.
Mulainya pemakaian Maung Garuda sebagai kendaraan dinas membuat perhatian publik tertuju pada mobil tersebut. Selain menyoroti perannya bagi menteri dan wakil menteri, masyarakat juga dapat mengenal lebih jauh harga serta spesifikasi yang ditawarkan. Informasi mengenai aspek tersebut menjadi penting untuk memahami karakter kendaraan yang kini digunakan dalam mendukung kegiatan para pejabat pemerintahan.
Kisaran harga Maung Garuda pernah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ketika membandingkan kendaraan tersebut dengan mobil dinas pejabat daerah. Keterangan itu disampaikan Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Kamis, 19 Maret. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa mobil Maung yang digunakannya memiliki harga sekitar Rp700 juta. Angka itu merujuk pada kendaraan Maung yang dipakai untuk kebutuhan mobilitasnya, bukan pada seluruh varian atau konfigurasi kendaraan yang mungkin diproduksi.
Prabowo kemudian menyebut angka yang lebih tinggi untuk mobil kepresidenan berbasis Maung. Harganya diperkirakan berada di kisaran Rp1 miliar karena kendaraan tersebut dapat dilengkapi perlindungan antipeluru. Dengan demikian, perbedaan nilai sekitar Rp700 juta dan Rp1 miliar berkaitan dengan spesifikasi serta kebutuhan penggunaannya. Perlindungan tambahan pada kendaraan presiden menjadi faktor yang dapat meningkatkan biaya dibandingkan Maung dengan konfigurasi standar.
Pernyataan mengenai harga itu disampaikan dalam konteks perbandingan dengan mobil dinas gubernur Kalimantan Timur. Prabowo menyebut kendaraan dinas gubernur tersebut bernilai sekitar Rp8 miliar, sehingga harga Maung Garuda dan mobil kepresidenan berbasis Maung berada jauh di bawah angka tersebut. Perbandingan itu sekaligus menekankan bahwa kendaraan buatan dalam negeri dapat digunakan untuk kebutuhan resmi dengan biaya yang relatif lebih terjangkau. Namun, angka Rp700 juta dan Rp1 miliar sebaiknya dipahami sebagai kisaran yang pernah disebut Presiden, bukan sebagai daftar harga resmi untuk setiap unit. Harga akhir tetap dapat dipengaruhi oleh varian, perlengkapan, tingkat perlindungan, serta kebutuhan operasional kendaraan.
Setelah membahas kisaran harga, hal penting yang perlu diperjelas adalah identitas kendaraan yang digunakan Presiden Prabowo Subianto. Mobil tersebut merupakan Maung MV3 Garuda Limousine, yakni varian khusus dari keluarga kendaraan Maung yang dikembangkan untuk kebutuhan kenegaraan. Kendaraan ini tidak sekadar mengandalkan tampilan premium, tetapi juga dirancang untuk memberikan kenyamanan, perlindungan, dan mobilitas yang sesuai dengan tugas kepala negara.
Maung MV3 Garuda Limousine dikembangkan atas arahan Prabowo dan diproduksi oleh PT Pindad (Persero). Perusahaan pertahanan dalam negeri tersebut mengembangkan kendaraan ini dengan memanfaatkan kemampuan teknis serta pengalaman dalam memproduksi kendaraan taktis. Karena dirancang untuk keperluan resmi, varian limousine memiliki karakter yang berbeda dari kendaraan Maung operasional. Kabinnya dibuat lebih nyaman untuk perjalanan kenegaraan, dengan desain eksterior yang mencerminkan identitas nasional sekaligus menampilkan kesan formal.
Penyebutan nama Maung Garuda dalam pemberitaan terkadang menimbulkan kerancuan karena digunakan untuk merujuk pada kendaraan dinas baru bagi sejumlah menteri. Namun, kendaraan yang dipakai Presiden adalah Maung MV3 Garuda Limousine, bukan sekadar varian Maung Garuda yang mulai digunakan oleh para menteri. Perbedaan tersebut penting dicatat ketika membandingkan harga dan spesifikasinya. Setiap varian dapat memiliki konfigurasi, perlengkapan, serta tujuan penggunaan yang berbeda, meskipun sama-sama berada dalam keluarga Maung dan dikembangkan oleh Pindad.
Dengan demikian, Maung MV3 Garuda Limousine dapat dipahami sebagai versi kepresidenan yang dirancang secara khusus untuk mendukung aktivitas Prabowo sebagai kepala negara. Sementara itu, Maung Garuda yang digunakan menteri menjadi bagian dari kebijakan penggunaan kendaraan dinas produksi dalam negeri. Keduanya memperlihatkan upaya memperkuat pemanfaatan produk otomotif dan pertahanan nasional, tetapi tidak dapat disamakan sepenuhnya dari sisi varian maupun spesifikasi.
Maung Garuda merupakan kendaraan buatan Pindad yang memiliki bobot 2,95 ton. Angka tersebut menjadi salah satu spesifikasi dasar yang tersedia untuk menggambarkan ukuran dan massa kendaraan. Bobot dicantumkan dalam satuan ton, sehingga 2,95 ton menunjukkan massa kendaraan sebagaimana tercantum dalam bahan sumber. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari data teknis, tanpa menambahkan rincian lain mengenai dimensi, kapasitas, atau konfigurasi kendaraan.
Dari sisi tenaga, kendaraan ini menggunakan mesin berdaya 199 hp. Satuan hp merujuk pada horsepower atau tenaga kuda, sedangkan angka 199 menunjukkan daya mesin yang disebutkan untuk Maung Garuda. Data tersebut merupakan spesifikasi yang tersedia mengenai sumber tenaga kendaraan. Tidak terdapat rincian tambahan yang perlu disertakan mengenai jenis mesin, kapasitasnya, sistem penggerak, maupun konsumsi bahan bakar, sehingga pembahasan tetap berfokus pada daya sebesar 199 hp.
Kecepatan maksimum Maung Garuda tercatat mencapai 100 km/jam. Informasi ini menunjukkan batas kecepatan tertinggi yang dicantumkan dalam spesifikasi kendaraan. Angka tersebut ditulis dalam satuan kilometer per jam dan menjadi keterangan teknis tersendiri, terpisah dari bobot maupun daya mesin. Pembahasan ini tidak memberikan penilaian mengenai performa kendaraan atau penggunaannya pada kondisi tertentu, melainkan hanya memuat angka kecepatan maksimum yang tersedia.
Untuk perlindungan, Maung Garuda menggunakan material bodi composite armor. Material tersebut disebut memiliki ketahanan terhadap munisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO ball. Keterangan ini menyebutkan jenis material bodi serta ukuran dan tipe munisi yang menjadi acuan ketahanannya. Tidak ada rincian lain yang ditambahkan mengenai struktur perlindungan, ketebalan material, area pelapisan, atau tingkat keamanan kendaraan. Dengan demikian, spesifikasi yang dapat dicatat mencakup bodi berbahan composite armor dan ketahanan terhadap munisi 7,62 x 51 mm NATO ball, sesuai fakta yang tersedia.
