Jakarta | Rafael Struick mengaku tidak berharap terlalu banyak untuk kembali mendapat panggilan ke Timnas Indonesia, yang kini dipimpin John Herdman. Ia menyampaikan sikap tersebut di Jakarta pada Rabu (28/10), sekaligus menegaskan bahwa peluang membela tim nasional bukan sesuatu yang ingin ia jadikan ekspektasi tinggi. Struick memilih menerima keadaan dan tidak menetapkan harapan berlebihan mengenai kemungkinan namanya masuk dalam pemanggilan berikutnya. Sikap itu menunjukkan bahwa ia menyerahkan peluang tersebut tanpa berusaha memastikan hasil yang belum diketahui. Meski demikian, ia tidak menjadikan sikap pasrah sebagai alasan untuk mengurangi kesungguhan dalam menjalani tugas bersama klubnya saat ini, Dewa United.
Struick tetap bertekad bekerja keras dan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk Dewa United. Fokusnya adalah menjalankan peran bersama klub secara maksimal, sembari menerima bahwa keputusan mengenai pemanggilan Timnas Indonesia berada di luar kendalinya. Dengan tidak memasang ekspektasi tinggi, ia menggambarkan pendekatan yang tenang terhadap peluang tersebut. Ia tidak menyatakan bahwa kesempatan kembali memperkuat tim nasional mustahil, tetapi juga tidak menggantungkan diri pada kemungkinan itu. Perhatian utamanya tetap pada upaya yang dapat ia lakukan saat ini, yakni memberikan usaha dan kemampuan terbaik di lingkungan klub. Sikap tersebut menjadi inti pernyataannya mengenai peluang kembali ke tim nasional.
Pernyataan itu menempatkan komitmen Struick kepada Dewa United sebagai hal yang jelas, tanpa mengabaikan kemungkinan dipanggil kembali ke Timnas Indonesia. Ia memilih menjalani tugas bersama klub dengan kerja keras, sementara soal panggilan tim nasional diterima dengan sikap pasrah dan tanpa harapan yang terlalu tinggi. Bagi Struick, mengerahkan kemampuan terbaik di klub menjadi langkah yang dapat ia lakukan sekarang. Ia tidak menyampaikan target atau kepastian mengenai masa depannya bersama tim nasional; yang ia tekankan adalah kesungguhan untuk tampil maksimal bersama Dewa United. Dengan demikian, ia tetap berusaha sebaik mungkin di klub, tanpa menjadikan peluang dipanggil sebagai sesuatu yang ia harapkan secara berlebihan.
Rafael Struick sudah lebih dari satu tahun tidak tampil bersama Timnas Indonesia. Penampilan terakhirnya tercatat pada 20 Maret 2025, saat skuad Garuda bertandang ke markas Australia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir Struick mengenakan seragam timnas di lapangan. Setelah laga itu, ia belum kembali bermain untuk Indonesia, meskipun rangkaian pertandingan putaran ketiga kualifikasi masih berlanjut. Jarak waktu yang panjang ini menandai fase berbeda dalam perjalanan internasionalnya, sementara perhatian kini tertuju pada upayanya menjaga performa di level klub bersama Dewa United.
Dalam pertandingan-pertandingan berikutnya pada putaran ketiga, Struick hanya berada di bangku cadangan. Ia tidak mendapat kesempatan untuk masuk dan bermain hingga rangkaian kualifikasi tersebut berakhir. Dengan demikian, laga kontra Australia tetap menjadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Indonesia, bukan sekadar pertandingan terakhir sebelum satu jeda singkat. Setelah putaran ketiga selesai, namanya juga tidak lagi tercantum dalam daftar pemain yang dipanggil ke skuad Garuda. Situasi ini membuat absennya dari tim nasional berlangsung cukup lama, meski informasi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik keputusan pemanggilan ataupun ketiadaan kesempatan bermain.
Catatan tersebut menjadi latar penting bagi Struick ketika ia berfokus menjalani kiprah bersama Dewa United. Bagi seorang pemain, menit bermain dan kontribusi yang konsisten di level klub dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan bertanding. Namun, belum ada kepastian mengenai kapan ia akan kembali masuk dalam daftar panggilan Indonesia. Untuk saat ini, fakta yang dapat dipastikan adalah bahwa ia terakhir membela timnas pada 20 Maret 2025, lalu menjalani sisa putaran ketiga dari bangku cadangan dan tidak tercantum dalam panggilan berikutnya hingga sekarang. Perkembangan performanya bersama klub dapat terus menjadi perhatian, seiring peluangnya untuk kembali mengenakan seragam Garuda tetap bergantung pada keputusan pemanggilan di masa mendatang.
Rafael Struick pernah memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam rangkaian kualifikasi Piala Asia U-23. Riwayat tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di level internasional, sebelum ia kemudian tidak lagi masuk dalam skuad Garuda yang dipanggil untuk agenda berikutnya. Informasi ini dapat disampaikan sebagai catatan singkat mengenai keterlibatannya bersama tim nasional kelompok usia, tanpa menambahkan penilaian tentang penampilan ataupun dugaan mengenai perubahan statusnya di tim.
Partisipasi Struick pada kualifikasi itu menempatkannya dalam kelompok pemain yang pernah membela Indonesia U-23 di ajang resmi. Setelah periode tersebut, namanya tidak tercantum lagi dalam skuad Garuda. Perbedaan pengalaman sebelumnya bersama U-23 dan pemanggilan pada kesempatan berikutnya perlu dipahami sebagai dua hal yang terpisah: ia pernah menjadi bagian dari tim dalam kualifikasi Piala Asia U-23, sementara pada masa setelahnya ia tidak lagi masuk daftar pemain yang dipanggil.
Catatan ini tidak menjelaskan alasan di balik tidak adanya pemanggilan lanjutan. Tanpa keterangan resmi yang relevan, tidak tepat mengaitkan hal tersebut dengan keputusan tertentu, kondisi pribadi, persaingan posisi, atau faktor lainnya. Begitu pula, bagian ini tidak merinci jumlah pertandingan, menit bermain, kontribusi, maupun hasil yang melibatkan Struick. Fokusnya terbatas pada riwayat keikutsertaannya bersama Timnas Indonesia U-23 dan perubahan dalam daftar skuad setelah kualifikasi tersebut.
Dalam pemberitaan mengenai langkah Struick bersama Dewa United, latar belakang tim nasional itu dapat menjadi konteks ringkas bagi pembaca. Pengalaman membela kelompok usia Indonesia merupakan bagian dari catatan kariernya, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan situasi pemanggilan pada periode selanjutnya. Karena itu, penyebutan riwayat ini sebaiknya tetap faktual: Struick pernah memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam kualifikasi Piala Asia U-23, lalu tidak lagi masuk skuad Garuda setelahnya. Pernyataan tersebut menyampaikan urutan informasi yang tersedia tanpa menarik kesimpulan yang tidak didukung oleh keterangan resmi.
Meski saat ini fokus utamanya adalah memberikan kontribusi terbaik bersama Dewa United, Rafael Struick menegaskan bahwa peluang kembali membela tim nasional tetap menjadi harapan yang ia jaga. Ia belum menyerah untuk mengenakan seragam Merah Putih lagi dan ingin terus menunjukkan perkembangan melalui penampilannya di level klub. Baginya, setiap pertandingan bersama Dewa United merupakan kesempatan untuk bekerja keras, menjaga konsistensi, serta memperlihatkan kualitas permainan yang dimiliki. Struick memahami bahwa keputusan mengenai pemanggilan pemain berada di tangan pelatih, sehingga ia memilih untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang dapat ia kendalikan di lapangan.
Struick berharap performa dan kemampuannya dapat terlihat oleh pelatih tim nasional. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dan memberikan kontribusi apabila memperoleh kesempatan, bukan hanya melalui satu penampilan, melainkan lewat kerja yang berkelanjutan. Karena itu, targetnya bersama klub tetap berjalan seiring dengan keinginannya untuk kembali mendapat kepercayaan di tingkat internasional. Ia akan berusaha menjaga kesiapan fisik dan mental, sekaligus terus meningkatkan aspek permainan yang diperlukan untuk menghadapi persaingan di posisinya. Namun, ia tidak menyatakan bahwa pemanggilan tersebut sudah pasti terjadi.
Sikap itu menunjukkan bahwa Struick tetap membuka diri terhadap kesempatan membela tim senior, sembari menghormati proses dan pertimbangan tim pelatih. Ia menyatakan selalu siap apabila mendapat panggilan, tetapi memahami bahwa kesiapan pribadi tidak dengan sendirinya menjamin tempat dalam skuad. Untuk saat ini, fokusnya adalah tampil maksimal dan membantu Dewa United sesuai peran yang diberikan. Jika penampilannya dinilai memenuhi kebutuhan tim nasional, ia berharap dapat kembali memperoleh kesempatan untuk berkontribusi.
Baca juga: Semarak HJB dan HUT TNI 2026, Pemkab bersama Kodim Bojonegoro Gelar LCC Wawasan Kebangsaan | Semarak HJB dan HUT TNI 2026, Pemkab bersama Kodim Bojonegoro Gelar LCC Wawasan Kebangsaan | Yonif TP Hadir, Pertahanan dan Pembangunan Berjalan Bersama





