Jakarta | Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth mengeluarkan memo pada Selasa yang memperingatkan personel militer agar tidak menggunakan informasi orang dalam untuk memasang taruhan di pasar prediksi. Arahan tersebut menegaskan bahwa akses terhadap informasi yang diperoleh melalui tugas resmi tidak boleh dimanfaatkan demi keuntungan pribadi. Peringatan ini berlaku bagi anggota militer yang mungkin mengetahui perkembangan sensitif sebelum informasi itu diumumkan kepada masyarakat, termasuk ketika mereka berinteraksi dengan platform taruhan daring.
Memo itu secara khusus menyoroti layanan seperti Polymarket dan Kalshi. Di pasar prediksi tersebut, pengguna dapat mempertaruhkan uang pada kemungkinan terjadinya berbagai peristiwa dunia nyata, mulai dari hasil pemilu hingga perkembangan konflik dan aksi militer. Karena nilai taruhan dapat berubah mengikuti informasi baru, pihak yang memiliki akses lebih awal terhadap kabar resmi berpotensi memperoleh keuntungan yang tidak tersedia bagi pengguna lain. Situasi itu juga dapat menimbulkan keraguan mengenai integritas keputusan dan kerahasiaan operasi pemerintah.
Larangan yang disampaikan mencakup penggunaan materi rahasia maupun informasi resmi yang belum tersedia untuk publik. Dengan demikian, personel tidak boleh memakai pengetahuan yang diperoleh dari jabatan, penugasan, atau saluran komunikasi internal untuk menentukan taruhan, baik secara langsung maupun melalui pihak lain. Pembatasan tersebut berlaku meskipun informasi belum secara formal diklasifikasikan sebagai rahasia, selama informasi itu belum diumumkan dan diperoleh melalui pekerjaan resmi.
Pelanggaran dapat memicu konsekuensi serius. Personel yang terbukti menyalahgunakan informasi nonpublik dapat menghadapi tindakan disipliner berdasarkan aturan dan hukum militer, sementara keadaan tertentu juga berpotensi mengarah pada tuntutan pidana berdasarkan hukum federal. Ancaman sanksi itu menegaskan bahwa pasar prediksi bukan pengecualian dari kewajiban menjaga informasi pemerintah. Memo tersebut mengingatkan anggota militer untuk menghindari taruhan yang bergantung pada akses dinas mereka dan tidak membagikan kabar yang belum dirilis, sekalipun taruhan dibuat melalui akun pribadi atau atas nama orang lain. Pendekatan ini dimaksudkan untuk melindungi informasi sensitif sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap militer dan proses pemerintahan.Peringatan yang disampaikan Pete Hegseth berangkat dari risiko bahwa transaksi keuangan terkait hasil operasi militer dapat meninggalkan jejak yang tidak biasa. Jika anggota militer, profesional intelijen, atau pegawai sipil departemen memasang taruhan pada peristiwa yang sensitif, aktivitas tersebut mungkin terlihat oleh pihak lain. Pola transaksi, waktu penempatan, atau pilihan hasil yang dipertaruhkan berpotensi menjadi sinyal tambahan mengenai operasi yang sedang direncanakan atau berlangsung. Informasi itu dapat menarik perhatian lawan, bahkan tanpa adanya pengungkapan langsung melalui saluran resmi.
Dalam konteks ini, taruhan bukan sekadar keputusan finansial pribadi. Data mengenai posisi taruhan dan pergerakan dana dapat diamati, dianalisis, lalu dibandingkan dengan perkembangan di lapangan. Pihak lawan mungkin mencari perubahan pola atau keterkaitan transaksi dan kejadian tertentu untuk menyusun dugaan tentang waktu, sasaran, maupun arah suatu operasi. Sinyal semacam itu tidak harus membuktikan rincian operasi secara pasti agar tetap berguna; petunjuk yang mempersempit kemungkinan saja dapat membantu pihak lain menilai situasi dan meresponsnya.
Hegseth juga menekankan persoalan konflik kepentingan. Kepentingan finansial pribadi dapat mengganggu objektivitas serta penilaian profesional orang yang memiliki akses terhadap informasi atau keputusan terkait operasi. Seseorang yang berpotensi memperoleh keuntungan dari hasil tertentu menghadapi dorongan yang berbeda dari kewajibannya untuk menjalankan tugas secara netral. Hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang keputusan yang diambil, informasi yang dibagikan, dan cara seseorang menafsirkan perkembangan operasional. Bahkan ketika tidak terjadi kebocoran yang disengaja, keraguan mengenai kepentingan pribadi dapat merusak kepercayaan terhadap proses dan institusi.
Contoh yang ia sampaikan menggambarkan persoalan tersebut secara konkret. Seorang ahli logistik yang bertaruh pada tanggal serangan dapat menciptakan jejak transaksi yang bertepatan dengan informasi operasional yang sensitif. Demikian pula, seorang analis yang memiliki posisi taruhan atas suatu hasil mungkin memiliki insentif pribadi ketika menilai atau menangani informasi yang berkaitan dengan hasil tersebut. Contoh itu bukan pernyataan bahwa tindakan tertentu pasti terjadi, melainkan penjelasan tentang risiko yang muncul ketika akses profesional dan taruhan bertemu. Karena itu, peringatan tersebut menyoroti perlindungan informasi sekaligus pentingnya menjaga penilaian tetap bebas dari kepentingan finansial.Memo peringatan bagi personel militer AS muncul setelah penuntutan terhadap Sersan Utama Gannon Ken Van Dyke, anggota pasukan khusus Amerika Serikat. Ia dituduh menggunakan pengetahuan awal yang diperolehnya melalui keterlibatan dalam operasi pada Januari untuk memasang taruhan di Polymarket. Operasi tersebut bertujuan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menurut dakwaan jaksa.
Jaksa menuduh Van Dyke memasang taruhan senilai lebih dari US$32.500 mengenai operasi itu dan memperoleh keuntungan lebih dari US$400.000. Sebagian besar taruhannya diduga dibuat hanya beberapa jam sebelum serangan ke Caracas. Tuduhan tersebut menyoroti risiko ketika informasi operasional yang belum diumumkan digunakan untuk mengambil posisi di pasar prediksi. Van Dyke telah mengaku tidak bersalah; tuduhan terhadapnya belum merupakan putusan bersalah.
Perhatian terhadap aktivitas taruhan semacam ini juga meningkat setelah sejumlah akun Polymarket yang baru dibuat memasang taruhan menjelang Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran pada April. Akun-akun tersebut dilaporkan meraih keuntungan hingga ratusan ribu dolar, sehingga memicu pertanyaan tentang kemungkinan penggunaan informasi nonpublik. Gedung Putih kemudian memperingatkan staf agar tidak melakukan perdagangan berdasarkan informasi rahasia atau informasi yang diperoleh melalui pekerjaan mereka.
Kasus terpisah melibatkan mantan operator teleprompter Trump. Regulator menemukan bahwa ia menggunakan akses awal ke teks pidato presiden untuk bertaruh pada kata-kata yang akan diucapkan Trump. Sebagai bagian dari tindakan terhadapnya, mantan operator itu diperintahkan menyerahkan keuntungan lebih dari US$107.500 dan membayar denda US$65.000.
Rangkaian kasus ini menunjukkan bahwa taruhan pada peristiwa politik dan militer dapat menimbulkan persoalan serius apabila pelakunya memiliki akses istimewa. Informasi tentang operasi, keputusan diplomatik, atau naskah pidato berpotensi memengaruhi pasar sebelum diketahui publik. Bagi institusi pemerintah dan militer, peringatan serta aturan perdagangan ditujukan untuk menjaga kerahasiaan, mencegah konflik kepentingan, dan mempertahankan kepercayaan publik. Namun, setiap dugaan tetap harus dibedakan dari fakta yang telah dibuktikan melalui proses hukum.
Rangkaian kontroversi mengenai taruhan yang diduga memanfaatkan informasi rahasia telah memperbesar perhatian terhadap pasar prediksi di Amerika Serikat. Perhatian itu tidak hanya tertuju pada integritas transaksi dan akses terhadap informasi, tetapi juga pada kerangka hukum yang mengatur platform-platform tersebut. Pasar prediksi memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak yang nilainya bergantung pada hasil peristiwa tertentu, termasuk perkembangan politik atau kebijakan. Ketika produk semacam itu menyerupai taruhan, muncul pertanyaan apakah aktivitasnya harus diperlakukan sebagai kontrak keuangan atau sebagai perjudian. Perdebatan menjadi lebih menonjol karena kewenangan pengawasan tersebar regulator federal dan pemerintah negara bagian, dengan mandat serta pendekatan yang berbeda.
Sejumlah negara bagian AS menuduh platform pasar prediksi menghindari hukum perjudian yang berlaku di wilayah mereka. Para pejabat negara bagian juga menyampaikan kekhawatiran mengenai perlindungan konsumen, termasuk apakah pengguna memperoleh informasi yang memadai tentang risiko dan apakah aturan lokal diterapkan secara konsisten. Tuduhan-tuduhan tersebut merupakan bagian dari sengketa regulasi; tuduhan itu sendiri tidak menetapkan bahwa suatu platform telah melanggar hukum.
Baca juga: Peringatan Angin Kencang di Jatim: Daerah yang Terancam | Menjelajahi Kebumen dari Jakarta dengan Kereta Api: Pilihan dan Informasi Penting | Informasi Terbaru Terkait Aktivitas Demo di Jakarta
5 kunjungan