Denpasar | PT Pertamina Patra Niaga memperkuat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Bali sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan layanan dan membantu mengurai antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Upaya ini mencakup penguatan operasional distribusi, dukungan personel, serta pengaturan kegiatan terminal BBM agar penyaluran dapat berlangsung lebih sigap. Perusahaan menjalankan sejumlah langkah tersebut secara terintegrasi, dengan perhatian pada kelancaran layanan kepada masyarakat di Bali.
Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah menyiagakan mobil tangki untuk mendukung distribusi BBM. Kendaraan tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat penyaluran menuju SPBU. Kesiagaan mobil tangki menjadi unsur penting dalam rangkaian langkah operasional yang dijalankan perusahaan, seiring dengan upaya memulihkan layanan dan mengurangi antrean. Pertamina Patra Niaga juga menambah dukungan personel dari lintas daerah untuk membantu pelaksanaan kegiatan distribusi di Bali.
Dukungan personel lintas daerah tersebut melengkapi kesiapan sarana angkut dan pengaturan operasional terminal. Pertamina Patra Niaga turut menjalankan terminal BBM selama 24 jam. Dengan operasional sepanjang hari, terminal menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kegiatan penyaluran tetap berjalan dan mendukung kebutuhan layanan di SPBU. Ketiga langkah ini, yakni kesiagaan mobil tangki, penambahan personel, serta operasional terminal selama 24 jam, dilaksanakan sebagai satu rangkaian penguatan distribusi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa berbagai upaya tersebut dilakukan secara terintegrasi. Keterangan itu disampaikan pada Kamis (15/10). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan distribusi melibatkan beberapa unsur operasional secara bersamaan, bukan hanya penyiapan kendaraan. Perusahaan menggabungkan dukungan personel dan kegiatan terminal untuk membantu mempercepat pemulihan layanan BBM serta mendukung penguraian antrean di sejumlah SPBU di Bali.
Penguatan penyaluran ini diarahkan pada dua sasaran yang dinyatakan perusahaan, yaitu mempercepat pemulihan layanan dan membantu mengurai antrean. Penyiagaan mobil tangki, tambahan personel dari lintas daerah, dan operasional terminal BBM selama 24 jam merupakan langkah konkret yang disebutkan dalam keterangan tersebut. Pelaksanaan terintegrasi menjadi pendekatan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung kelancaran penyaluran BBM di Bali. Informasi ini disampaikan tanpa merinci faktor lain terkait antrean maupun keadaan di luar langkah distribusi yang telah disebutkan.
Untuk mendukung percepatan penyaluran bahan bakar minyak dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, Pertamina menyiagakan 108 mobil tangki. Armada tersebut terdiri atas 99 unit mobil tangki siaga dan sembilan unit tambahan yang didatangkan melalui skema spot charter. Penambahan kendaraan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas pengiriman, sehingga distribusi BBM dapat dijalankan dengan dukungan armada yang lebih banyak. Mobil tangki menjadi sarana utama untuk membawa pasokan dari terminal ke SPBU, sesuai kebutuhan operasional penyaluran di lapangan.
Selain kendaraan, kegiatan distribusi didukung oleh 465 awak mobil tangki (AMT). Jumlah ini mencakup 365 personel siaga serta 100 personel bantuan lintas daerah. Keterlibatan personel dari luar wilayah setempat menambah dukungan tenaga kerja untuk mengoperasikan armada yang disiapkan. Dengan komposisi tersebut, kendaraan dan awak dikerahkan sebagai satu kesatuan dalam proses pengiriman BBM. Kesiapan pengemudi dan kru diperlukan agar operasional mobil tangki dapat berlangsung sesuai pengaturan penyaluran dari terminal menuju SPBU.
Rincian pengerahan ini menunjukkan adanya penambahan kapasitas pada sisi kendaraan sekaligus personel. Sebanyak sembilan mobil tangki melalui spot charter melengkapi 99 unit yang disiagakan, sementara 100 personel bantuan lintas daerah melengkapi 365 AMT siaga. Seluruh dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU di Bali. Pengaturan armada dan awak menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi, dengan fokus pada proses pengiriman dari terminal. Langkah tersebut menjelaskan sumber daya yang dikerahkan, tanpa menetapkan ukuran tertentu mengenai perubahan antrean di SPBU.
Selain memperkuat armada darat, Pertamina mengoptimalkan fasilitas penerimaan dan penyaluran BBM untuk menjaga kelancaran pasokan di Bali. Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis dioperasikan selama 24 jam. Operasi sepanjang hari ini memungkinkan aktivitas terminal berlangsung secara berkelanjutan, sehingga proses penerimaan, penanganan, dan distribusi BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran di lapangan.
Dukungan pasokan juga diperkuat melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang telah bersandar. Kehadiran kapal tersebut menambah dukungan bagi rantai pasok, sementara kegiatan penerimaan dan penyaluran di terminal dioptimalkan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengaturan ini penting untuk menjaga kesinambungan pasokan, terutama ketika permintaan meningkat dan antrean pengisian perlu segera ditangani. Dengan mengoordinasikan kegiatan kapal dan terminal, Pertamina dapat memaksimalkan proses distribusi dari sisi pasokan sebelum BBM diteruskan ke lembaga penyalur.
Di tingkat layanan kepada konsumen, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 66 SPBU selama 24 jam di wilayah Denpasar dan Badung. Jam operasional yang lebih panjang memberi masyarakat pilihan waktu pengisian yang lebih luas, termasuk di luar jam sibuk. Pengaturan ini juga membantu mengurangi pemusatan kedatangan kendaraan pada periode tertentu, meskipun kondisi antrean dapat berbeda di setiap lokasi dan bergantung pada kebutuhan setempat.
Operasi terminal tanpa henti, dukungan kapal yang telah tiba, dan layanan SPBU sepanjang hari merupakan bagian dari upaya menjaga rantai pasok sekaligus memulihkan pelayanan di berbagai wilayah Bali. Langkah-langkah tersebut menghubungkan kesiapan pasokan di terminal dengan akses pengisian di tingkat konsumen. Pertamina Patra Niaga dapat menyesuaikan penyaluran berdasarkan kondisi lapangan, sementara masyarakat memperoleh lebih banyak kesempatan untuk mengisi BBM pada waktu yang sesuai. Pemantauan kebutuhan dan koordinasi antarbagian tetap diperlukan agar layanan berjalan teratur, pasokan dapat diterima dan disalurkan secara optimal, serta penanganan antrean berlangsung sejalan dengan perkembangan situasi di Bali.
Percepatan penyaluran BBM di Bali perlu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan awak yang mengantarkan pasokan ke SPBU. Dalam kegiatan distribusi, pengemudi mobil tangki atau Awak Mobil Tangki (AMT) memegang peran penting, sehingga kesiapan personel menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional. Sebelum bertugas, setiap AMT diwajibkan menjalani pemeriksaan kesiapan kerja atau fit to work. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa personel berada dalam kondisi yang layak untuk menjalankan tugasnya. Dengan demikian, dorongan untuk mempercepat pengiriman tidak mengabaikan aspek keselamatan kerja maupun kondisi awak di lapangan.
Selain pemeriksaan sebelum bertugas, rotasi kerja diterapkan untuk membantu menjaga stamina AMT dan mencegah kelelahan. Pengaturan giliran tersebut menjadi perhatian penting ketika kegiatan distribusi perlu ditingkatkan, karena awak harus tetap mampu menjalankan perjalanan dengan kesiapan yang memadai. Perhatian pada kondisi personel juga mendukung pelaksanaan tugas secara tertib dan aman. Upaya mengelola jadwal kerja dan memastikan kesiapan awak merupakan bagian dari penguatan operasional, bukan hal yang terpisah dari distribusi BBM. Dengan pengaturan tersebut, peningkatan aktivitas pengiriman diharapkan dapat tetap memperhatikan daya tahan personel yang bertugas mengantarkan BBM ke berbagai wilayah.
Pertamina Patra Niaga menyatakan terus memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan rantai distribusi BBM. Bagi masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar, informasi mengenai SPBU yang dapat dikunjungi tersedia melalui akun Instagram resmi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, @pertaminabali. Warga dapat memeriksa informasi tersebut sebelum berangkat agar memiliki gambaran mengenai lokasi SPBU yang bisa dituju. Langkah sederhana ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan untuk mengisi BBM, terutama ketika kondisi antrean atau ketersediaan layanan di lokasi tertentu perlu diperhatikan.
Baca juga: Strategi Pertamina Atasi Antrean BBM di Makassar | Antrean BBM di Makassar Menurun Berkat Strategi Pertamina | Inisiatif Pertamina Tambah SPBU Modular di Makassar





