120 Becak Listrik Mulai Beroperasi di Depok, Pengemudi Tak Lagi Sepenuhnya Mengandalkan Tenaga Fisik

120 Becak Listrik Mulai Beroperasi di Depok, Pengemudi Tak Lagi Sepenuhnya Mengandalkan Tenaga Fisik

Depok | Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menerima bantuan 120 becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan tersebut mulai diserahkan kepada warga setempat, terutama para pengemudi becak yang membutuhkan dukungan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran becak listrik menjadi bentuk perhatian terhadap pekerja yang mengandalkan layanan transportasi sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjaga keberlangsungan pendapatan keluarga.

Becak listrik dirancang untuk membantu pengemudi mengurangi ketergantungan pada tenaga fisik saat membawa penumpang. Dukungan tenaga listrik dapat meringankan beban ketika kendaraan digunakan dalam aktivitas rutin, sehingga pengemudi berpeluang bekerja dengan kondisi yang lebih baik. Bantuan ini diharapkan turut mendukung produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan keluarga para penerima manfaat, tanpa menghilangkan peran pengemudi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Salah satu pengemudi yang telah menggunakan becak listrik tersebut adalah Anwar, 57 tahun. Pada Senin, 12 Oktober 2026, ia terlihat mengantar penumpang di kawasan Pasar Depok Jaya. Penggunaan kendaraan itu menunjukkan bahwa bantuan mulai hadir dalam kegiatan pengemudi secara langsung, termasuk melayani mobilitas warga di pusat aktivitas masyarakat. Bagi pengemudi seperti Anwar, becak listrik dapat menjadi sarana untuk tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan, sekaligus membantu mempertahankan penghasilan sehari-hari.

Program bantuan ini menempatkan pengemudi becak sebagai kelompok yang memperoleh manfaat langsung dari dukungan pemerintah. Selain membantu pekerjaan berlangsung lebih efektif, becak listrik diharapkan memberikan dorongan bagi penerima manfaat untuk menjalankan aktivitas secara lebih berkelanjutan. Dengan demikian, 120 unit yang mulai beroperasi di Depok tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan, tetapi juga menjadi dukungan bagi pengemudi dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan kualitas kesejahteraan mereka.

Bagi Anwar, penggunaan becak listrik membawa perubahan penting dalam aktivitas sehari-hari sebagai pengemudi. Pada usia 57 tahun, ia tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kekuatan kaki dan tenaga fisik untuk menggerakkan becak, terutama ketika membawa penumpang di jalan yang menanjak atau menempuh jarak yang cukup jauh. Dukungan motor listrik membantu menjaga laju kendaraan sehingga pekerjaan terasa lebih ringan dibandingkan saat menggunakan becak konvensional.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat memberi dukungan nyata bagi pengemudi lanjut usia. Anwar menyampaikan bahwa pengemudi tidak perlu sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik ketika mengangkut penumpang. Beban tubuh penumpang tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan, tetapi bantuan motor memungkinkan pengemudi menggunakan tenaga yang lebih sedikit untuk menjalankan becak. Dengan demikian, pekerjaan dapat dilakukan tanpa menguras stamina secara berlebihan sejak awal perjalanan.

Penggunaan tenaga fisik yang lebih rendah juga dapat memberikan keleluasaan dalam mengatur waktu kerja. Pengemudi mungkin dapat menggunakan becak lebih lama dalam satu hari karena kelelahan tidak datang secepat ketika seluruh dorongan kendaraan bergantung pada kayuhan atau tenaga tubuh. Selain itu, kemampuan motor listrik dalam membantu perjalanan berpotensi membuat pengemudi lebih siap melayani penumpang dengan rute atau beban yang sebelumnya terasa lebih berat, sepanjang kendaraan digunakan sesuai kapasitas dan ketentuan keselamatan.

Bagi pengemudi seperti Anwar, manfaat tersebut bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga keberlanjutan pekerjaan. Kondisi fisik yang lebih terjaga dapat membuka peluang untuk bekerja dalam durasi lebih panjang dan melayani lebih banyak perjalanan. Pada akhirnya, keadaan itu berpotensi mendukung kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih baik, meskipun hasilnya tetap bergantung pada jumlah penumpang, lama operasional, biaya perawatan, serta kondisi permintaan di lapangan. Becak listrik menjadi salah satu sarana yang membantu pengemudi tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.

Tarif becak listrik di Depok ditetapkan berdasarkan jarak perjalanan yang ditempuh penumpang. Untuk rute dengan jarak kurang dari 15 kilometer, penumpang dikenai biaya sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000. Besaran tersebut menjadi pilihan transportasi yang relatif terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perjalanan jarak pendek maupun menengah dalam wilayah sekitar tempat tinggalnya.

Sementara itu, perjalanan dengan jarak 20 kilometer atau lebih dikenai tarif sebesar Rp20.000 hingga Rp25.000. Perbedaan biaya tersebut disesuaikan dengan jarak tempuh dan kebutuhan operasional kendaraan selama melayani penumpang. Informasi yang tersedia hanya mencantumkan tarif untuk perjalanan di bawah 15 kilometer serta perjalanan sejauh 20 kilometer atau lebih, sehingga belum terdapat keterangan mengenai tarif untuk jarak 15 dan 20 kilometer.

Selain persoalan tarif, pengemudi masih menghadapi kendala dalam pengisian daya becak listrik. Anwar menyampaikan bahwa pengemudi saat ini perlu menuju balai desa atau kantor kecamatan untuk mengecas kendaraan. Lokasi pengisian yang terbatas membuat proses pengoperasian becak listrik memerlukan pengaturan waktu dan perjalanan tambahan, terutama ketika daya baterai perlu segera diisi kembali setelah digunakan.

Anwar berharap fasilitas pengisian daya dapat tersedia di lokasi yang lebih mudah dijangkau oleh pengemudi, seperti stasiun atau kawasan pasar. Penempatan fasilitas di kedua kawasan tersebut dinilai dapat membantu pengemudi mengisi daya tanpa harus pergi terlebih dahulu ke balai desa atau kantor kecamatan. Akses yang lebih dekat juga dapat mendukung kelancaran layanan, karena waktu pengemudi tidak banyak tersita untuk mencari atau mendatangi tempat pengecasan yang berada jauh dari jalur operasional.

Wilayah operasional becak listrik di Depok telah dipetakan untuk memastikan kendaraan dapat melayani kawasan yang membutuhkan akses transportasi lingkungan. Sejumlah titik yang ditetapkan mencakup kawasan Pasar Musi, perempatan Puskesmas Mekarjaya, Jalan Angin Mamiri, Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, dan Tirta Mandala. Penentuan titik-titik tersebut menjadi bagian dari pengaturan penggunaan becak listrik agar penerima manfaat dapat menjalankan layanan sesuai wilayah yang telah diarahkan.

Untuk wilayah Depok Barat dan pusat kota, operasional becak listrik diarahkan di sekitar Jalan Pemuda, kawasan SMP Kasih, serta pintu barat Stasiun Depok Baru yang berbatasan dengan Pasar Kemiri. Rute dan kawasan pelayanan juga mencakup Depok Jaya hingga kawasan Cinere. Sebaran tersebut menjadi acuan bagi pengemudi dalam menjalankan kendaraan, sehingga pemanfaatannya dapat berlangsung di area yang telah dipetakan dan menjangkau masyarakat di lingkungan sekitar.

Pemberian becak listrik ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat, bukan untuk diperjualbelikan. Karena itu, penerima diminta menjaga dan merawat kendaraan dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Perawatan tersebut penting untuk mempertahankan manfaat kendaraan bagi pengemudi dan mendukung keberlanjutan operasionalnya di wilayah yang telah ditentukan.

Pendapatan yang diperoleh dari penggunaan becak listrik diharapkan dapat membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan tersebut juga diharapkan dapat mendukung biaya pendidikan anak serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan pemanfaatan yang sesuai, kendaraan ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kesejahteraan penerima manfaat sekaligus tetap dapat digunakan secara berkelanjutan.

Baca juga: Pengumuman Tender Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Komunal 2026 | Kembali Normal: Sekolah di Jakarta Akhirnya Dapat Beroperasi Seperti Biasa