Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam) pada Senin, 5 Oktober, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI. Peresmian tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia sekaligus menandai penataan baru dalam struktur komando kewilayahan TNI Angkatan Darat.
Enam Kodam yang diresmikan akan membawahi sejumlah daerah sesuai dengan pembagian wilayah pertahanan yang telah ditetapkan. Pembentukan satuan komando baru ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan pertahanan, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, serta mendekatkan pelaksanaan tugas TNI AD dengan karakteristik wilayah masing-masing. Dengan adanya struktur tersebut, koordinasi komando di tingkat kewilayahan diharapkan berlangsung lebih cepat dan terarah.
Peresmian dilakukan dalam suasana peringatan HUT TNI yang mengangkat arti penting kesiapsiagaan dan pengabdian prajurit kepada negara. Kehadiran enam Kodam baru juga mencerminkan upaya pemerintah dan TNI untuk menyesuaikan organisasi pertahanan dengan perkembangan lingkungan strategis serta kebutuhan pengamanan wilayah nasional.
Dalam pelaksanaannya, setiap Kodam akan menjalankan fungsi komando, pembinaan satuan, dan pembinaan teritorial di wilayah tanggung jawabnya. Struktur baru itu diharapkan dapat mendukung sinergi TNI AD, pemerintah, dan unsur masyarakat dalam menjaga stabilitas serta menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan. Peresmian oleh Presiden Prabowo menjadi dasar dimulainya pelaksanaan tugas keenam Kodam tersebut sebagai bagian dari organisasi TNI AD.
Peresmian enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru merupakan bagian dari penguatan organisasi TNI Angkatan Darat. Langkah tersebut ditujukan untuk menata dan memperkuat struktur komando kewilayahan agar pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih efektif sesuai dengan kebutuhan pertahanan di setiap wilayah. Dengan adanya penambahan satuan kewilayahan tersebut, TNI AD menyesuaikan susunan organisasinya dengan cakupan tugas serta karakteristik daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing Kodam.
Menurut keterangan TNI AD, penguatan organisasi melalui peresmian enam Kodam baru berkaitan dengan peningkatan efektivitas komando kewilayahan. Kodam memiliki peran dalam menjalankan pembinaan teritorial, sehingga penguatan struktur ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan pembinaan teritorial secara terencana sesuai kondisi wilayah. Setiap Kodam akan melaksanakan tugas dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing, termasuk aspek kewilayahan yang menjadi tanggung jawabnya.
Selain memperkuat komando kewilayahan dan pembinaan teritorial, peresmian tersebut juga ditujukan untuk mendukung kesiapsiagaan pertahanan. Pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi akan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik tiap wilayah, sehingga pengaturan komando dapat mengikuti tanggung jawab kewilayahan yang telah ditetapkan. Penyesuaian itu menjadi bagian dari penataan organisasi TNI AD dalam menjalankan tugas pertahanan dan pembinaan wilayah.
Dengan diresmikannya enam Kodam baru, jumlah Kodam yang dimiliki TNI AD menjadi 27 di seluruh Indonesia. Penambahan tersebut menjadi bagian dari pengembangan organisasi kewilayahan TNI AD, dengan pelaksanaan tugas setiap Kodam tetap disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Peresmian enam Kodam baru di lingkungan TNI Angkatan Darat diikuti dengan penunjukan perwira tinggi sebagai pemimpin masing-masing komando. Untuk tiga Kodam berikut, penetapan Pangdam mencakup wilayah Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Informasi mengenai pangkat, nama pejabat, serta cakupan wilayahnya penting diperhatikan agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami struktur komando yang baru dibentuk.
Mayjen TNI Rionardo — Pangdam XXV/Mahmud Riayat SyahMayjen TNI Rionardo ditunjuk sebagai Panglima Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah. Kodam ini membawahi wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Dengan demikian, Mayjen TNI Rionardo menjadi perwira tinggi yang bertanggung jawab memimpin unsur komando kewilayahan TNI AD di provinsi tersebut. Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah akan menjalankan fungsi pembinaan teritorial dan dukungan pertahanan sesuai dengan karakteristik wilayah Kepulauan Riau.
Mayjen TNI Drajad Brima Yoga — Pangdam XXVI/MataramMayjen TNI Drajad Brima Yoga dipercaya menjabat sebagai Panglima Kodam XXVI/Mataram. Wilayah yang berada di bawah komando Kodam XXVI/Mataram adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penunjukan ini menempatkan Mayjen TNI Drajad Brima Yoga sebagai pemimpin tertinggi satuan kewilayahan TNI AD untuk menjalankan pembinaan satuan, pembinaan teritorial, serta koordinasi pertahanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua — Pangdam XXVII/Sobe SonbaiMayjen TNI Thevi Angandowa Zebua ditetapkan sebagai Panglima Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Kodam tersebut membawahi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam jabatan ini, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua memimpin pelaksanaan tugas komando kewilayahan TNI AD di Nusa Tenggara Timur, termasuk pembinaan teritorial dan penguatan koordinasi dengan unsur pemerintahan serta komponen pertahanan lainnya. Ketiga penunjukan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi TNI AD melalui pembentukan enam Kodam baru.
Penunjukan tiga Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) lainnya melengkapi daftar pimpinan untuk tiga Kodam baru di wilayah Indonesia. Untuk wilayah Provinsi Maluku Utara, jabatan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha dipercayakan kepada Mayjen TNI Nefra Firdaus. Dengan demikian, Mayjen TNI Nefra Firdaus tercatat sebagai Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, yang wilayahnya mencakup Provinsi Maluku Utara.
Selanjutnya, Mayjen TNI Aminton Manurung ditunjuk sebagai Pangdam XXIX/Mambruk. Jabatan tersebut diperuntukkan bagi wilayah Provinsi Papua Tengah. Nama Kodam yang dipimpin adalah Kodam XXIX/Mambruk, sedangkan wilayah penugasannya adalah Provinsi Papua Tengah. Penunjukan ini menempatkan Mayjen TNI Aminton Manurung sebagai Pangdam XXIX/Mambruk untuk provinsi tersebut.
Adapun untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, jabatan Pangdam XXX/Rinambora diberikan kepada Mayjen TNI Edi Saputra. Mayjen TNI Edi Saputra tercatat sebagai Pangdam XXX/Rinambora, dengan wilayah yang disebutkan dalam daftar ini adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketiga penunjukan tersebut mencakup Mayjen TNI Nefra Firdaus sebagai Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha untuk Provinsi Maluku Utara, Mayjen TNI Aminton Manurung sebagai Pangdam XXIX/Mambruk untuk Provinsi Papua Tengah, serta Mayjen TNI Edi Saputra sebagai Pangdam XXX/Rinambora untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.
