Rabu, 7 Oktober 2026, Direktur Utama i.League Ferry Paulus menyebut rivalitas klasik antarklub akan kembali hadir dalam League Cup 2026/2027 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pengundian kompetisi berlangsung di Jakarta, dengan hasil undian yang langsung menarik perhatian karena mempertemukan klub-klub bersejarah dan pernah berjaya pada masanya.
Salah satu sorotan utama mengarah pada pertemuan PSMS Medan dan Persija Jakarta. Kedua klub memiliki rekam jejak panjang dalam sepak bola nasional, sekaligus basis pendukung yang kuat. Pertemuan keduanya dalam rangkaian League Cup diperkirakan menghadirkan nuansa berbeda, mengingat persaingan antarklub tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan kompetisi Indonesia. Meski dinamika tim terus berubah, nama besar dan sejarah panjang tetap membuat laga yang melibatkan keduanya memiliki daya tarik tersendiri.
Ferry menjelaskan bahwa pengundian tidak sekadar menentukan jalur pertandingan, tetapi juga membuka peluang bagi munculnya kembali cerita-cerita lama di lapangan. Sejumlah grup dinilai menarik karena dihuni klub-klub yang pernah mendominasi persepakbolaan nasional pada periode berbeda. Komposisi tersebut memberikan warna kompetitif sejak fase awal, sekaligus mempertemukan tradisi, ambisi, dan generasi baru dalam satu turnamen.
League Cup 2026/2027 diharapkan menjadi ruang bagi klub peserta untuk mengukur kesiapan sebelum memasuki persaingan yang lebih panjang. Bagi suporter, hasil undian itu menawarkan agenda pertandingan yang dapat membangkitkan kembali memori rivalitas klasik. Dengan jadwal pembukaan yang ditetapkan pada 3 November, perhatian kini beralih kepada persiapan masing-masing klub, termasuk strategi pelatih, kondisi pemain, serta kesiapan menghadapi tekanan dari pertandingan bersejarah.
Undian League Cup 2026/2027 mempertemukan PSMS Medan dan Persija Jakarta dalam Grup A Zona Barat 1. Penempatan kedua klub di grup yang sama memastikan mereka kembali berada dalam satu jalur persaingan pada kompetisi tersebut. Pertemuan ini menjadi contoh konkret rivalitas yang kembali mengemuka setelah hasil undian diumumkan.
Keberadaan PSMS Medan dan Persija Jakarta dalam satu grup membuat Grup A Zona Barat 1 menjadi salah satu bagian undian yang mendapat perhatian. Kedua tim tidak hanya tercatat sebagai peserta dalam zona yang sama, tetapi juga akan bersaing untuk melanjutkan perjalanan mereka di League Cup 2026/2027. Dengan demikian, hasil undian menghadirkan kembali pasangan klub yang memiliki rivalitas masa lalu.
Ferry Paulus menyampaikan bahwa hasil undian memperlihatkan banyak grup yang menarik. Salah satu perhatian utamanya tertuju pada grup-grup yang mempertemukan tim-tim dengan rivalitas masa lalu. Pertemuan PSMS Medan dan Persija Jakarta di Grup A Zona Barat 1 dapat dilihat dalam konteks tersebut, karena kedua klub kembali dipertemukan melalui pembagian grup kompetisi.
Rivalitas itu bukan sekadar gambaran umum mengenai komposisi peserta, melainkan terlihat langsung dari susunan undian. PSMS Medan dan Persija Jakarta kini menempati grup yang sama, sehingga persaingan keduanya menjadi bagian dari rangkaian League Cup 2026/2027. Fakta tersebut memperkuat gambaran Ferry mengenai adanya sejumlah grup menarik dalam undian, khususnya grup yang mempertemukan klub-klub dengan rivalitas masa lalu.
Persipura Jayapura ditempatkan di Grup K Zona Timur 2 dalam undian League Cup 2026/2027. Penempatan ini membuat klub asal Papua tersebut berada dalam persaingan bersama klub-klub dari kasta tertinggi, yakni Super League. Komposisi grup itu menjadi bagian dari pembagian wilayah dan tingkat kompetisi yang ditetapkan dalam rangkaian undian, tanpa perlu memperluasnya sebagai gambaran mengenai hasil akhir turnamen.
Super League bukan kompetisi yang asing bagi Persipura. Klub yang dikenal dengan julukan Mutiara Hitam tersebut tercatat pernah menjuarai kompetisi kasta tertinggi itu sebanyak empat kali. Catatan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah Persipura dalam sepak bola nasional, sekaligus menunjukkan hubungan klub dengan ajang yang kini menjadi sumber persaingan pada fase grup League Cup 2026/2027. Kendati demikian, fakta mengenai empat gelar itu disampaikan sebagai rekam jejak, bukan sebagai ukuran terhadap kemungkinan hasil yang akan diperoleh dalam undian kali ini.
Ferry Paulus menilai hasil undian berlangsung adil. Penilaian tersebut merujuk pada proses pembagian grup yang menempatkan peserta sesuai struktur zona dan kasta kompetisi yang telah ditentukan. Pernyataan itu tidak mengarah pada penilaian mengenai siapa yang lebih diunggulkan atau bagaimana persaingan di Grup K Zona Timur 2 akan berakhir. Persipura tetap tercatat sebagai salah satu peserta yang harus menjalani rangkaian pertandingan menghadapi klub dari Super League. Dengan demikian, posisi Mutiara Hitam dalam grup dapat dipahami berdasarkan hasil undian dan latar belakang kompetisinya, tanpa menyebutkan nama klub lain yang berada dalam kelompok tersebut.
League Cup 2026/2027 menjadi panggung pertemuan bagi klub-klub dari dua jenjang kompetisi sepak bola nasional. Sebanyak 38 klub ambil bagian dalam turnamen ini, dengan komposisi 18 klub dari kasta pertama Super League dan 20 klub dari kasta kedua Championship. Komposisi tersebut membuka peluang terjadinya duel lintas level yang mempertemukan tim dengan pengalaman, kekuatan skuad, serta latar belakang persaingan yang beragam.
Struktur kompetisi berlangsung melalui lima fase yang disusun secara berurutan. Tahap pertama adalah penyisihan grup, ketika peserta bersaing untuk memperoleh posisi terbaik dan melanjutkan perjalanan. Setelah itu, turnamen memasuki babak gugur yang menentukan tim-tim untuk melangkah ke perempat final. Fase berikutnya ialah perempat final, dilanjutkan semifinal, sebelum kompetisi mencapai pertandingan final sebagai penentu juara League Cup musim tersebut. Rangkaian ini membuat setiap tahap memiliki arti penting karena kesalahan dalam satu pertandingan dapat mengakhiri langkah sebuah klub.
Juara bertahan Super League, Persib Bandung, serta runner-up Borneo FC Samarinda tidak memulai turnamen dari fase awal. Keduanya langsung menunggu di babak perempat final karena mengikuti kompetisi ASEAN Club Championship (ACC). Penempatan tersebut menjadi bagian dari struktur kompetisi sekaligus memberikan ruang bagi kedua klub untuk menjalani agenda antarklub regional tanpa harus tampil sejak penyisihan grup League Cup.
Ferry menilai pertemuan klub-klub dari Super League dan Championship dapat menjadi tontonan menarik bagi penikmat sepak bola. Duel lintas kompetisi menghadirkan dinamika yang berbeda, terutama karena setiap tim membawa karakter permainan dan motivasi masing-masing. Ia juga mengingat sejarah Piala Indonesia atau League Cup yang kerap melahirkan pertandingan dengan tensi persaingan sangat kuat. Dengan format tersebut, kompetisi bukan hanya menjadi perebutan trofi, tetapi juga ruang bagi klub untuk menguji daya saing serta memperkaya cerita sepak bola nasional.
