Listrik Desa dan Pabrik Baterai Jadi Bahasan Bahlil-Prabowo di Istana

Listrik Desa dan Pabrik Baterai Jadi Bahasan Bahlil-Prabowo di Istana

Kabupaten Karawang | Presiden Prabowo Subianto bertemu Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Istana Negara pada Kamis sore, 29 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Dalam kesempatan itu, Bahlil menyampaikan perkembangan dua hal yang menjadi pokok pembahasan, yakni program listrik desa dan kesiapan pabrik baterai untuk kendaraan listrik.

Program listrik desa menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan Presiden dan Bahlil. Pembahasan mengenai program tersebut berkaitan dengan upaya penyediaan akses listrik bagi wilayah desa. Bahlil menyampaikan perkembangan pelaksanaannya kepada Presiden, meski rincian capaian, lokasi, maupun tahapan pekerjaan tidak disebutkan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, informasi mengenai pertemuan ini menempatkan program listrik desa sebagai pokok laporan, tanpa menguraikan target atau jadwal baru.

Selain kelistrikan di desa, kesiapan pabrik baterai kendaraan listrik juga menjadi perhatian. Bahlil menyampaikan pembaruan mengenai kesiapan fasilitas industri tersebut kepada Prabowo. Topik ini menempatkan pengembangan industri baterai sebagai bagian lain dari agenda pembicaraan di Istana. Belum ada rincian lebih lanjut yang disampaikan mengenai kapasitas pabrik, waktu operasional, tahapan produksi, ataupun pihak yang terlibat. Dengan demikian, inti informasi yang dapat dipastikan adalah bahwa kesiapan pabrik baterai termasuk dalam hal yang dilaporkan Bahlil.

Pertemuan sekitar satu jam itu mempertemukan Presiden dengan pejabat yang menangani bidang hilirisasi dan transisi energi sekaligus memimpin Kementerian ESDM. Dua pokok yang disampaikan memiliki fokus berbeda: program listrik desa menyangkut perluasan layanan listrik, sedangkan pabrik baterai berkaitan dengan kesiapan industri kendaraan listrik. Keterangan yang ada belum memuat keputusan khusus atau arahan Presiden setelah menerima paparan. Namun, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kedua isu itu menjadi bahan komunikasi langsung Prabowo dan Bahlil di Istana Negara pada Kamis sore.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa masih terdapat sekitar 11.000 desa hingga dusun di Indonesia yang belum memperoleh aliran listrik. Angka tersebut menggambarkan pekerjaan yang masih harus diselesaikan untuk memperluas akses energi, terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau layanan kelistrikan. Ketersediaan listrik dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pelayanan publik, serta kegiatan ekonomi warga. Pemerintah, menurut Bahlil, telah menggagas program untuk menjawab kebutuhan tersebut sejak 2025.

Program listrik desa itu direncanakan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut rencana peresmian tersebut dalam keterangannya setelah membahas sejumlah hal bersama Presiden di Istana. Ia mengatakan kegiatan kemungkinan besar akan berlangsung di Sulawesi. Meski demikian, keterangan yang disampaikan belum menetapkan tanggal maupun lokasi yang lebih spesifik. Bahlil hanya menyebut peresmian akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga jadwal pastinya masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pemerintah.

Dalam rencana yang disebutkan Bahlil, tahap peresmian akan mencakup sekitar 1.400 desa atau dusun yang tersebar di 13 titik. Jumlah itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang hingga kini belum menikmati pasokan listrik. Penyebutan desa dan dusun menunjukkan bahwa sasaran program tidak hanya mencakup wilayah administratif desa, tetapi juga permukiman atau dusun yang masih belum teraliri. Pelaksanaan di sejumlah titik diharapkan menandai kemajuan program, meskipun angka tersebut belum mencakup keseluruhan sekitar 11.000 desa dan dusun yang masih menjadi perhatian.

Pemerintah belum menyampaikan rincian lengkap mengenai urutan lokasi maupun mekanisme pelaksanaan pada setiap titik. Karena itu, informasi yang tersedia saat ini terbatas pada jumlah wilayah yang masih belum berlistrik, cakupan awal sekitar 1.400 desa atau dusun, dan rencana peresmian oleh Presiden dalam waktu dekat. Sulawesi disebut sebagai lokasi yang kemungkinan besar dipilih untuk acara tersebut, bukan sebagai penetapan lokasi final. Perkembangan berikutnya, termasuk jadwal resmi dan rincian titik kegiatan, akan memberi gambaran lebih jelas mengenai tahap pelaksanaan program listrik desa yang digagas pada 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pabrik baterai kendaraan listrik yang dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) telah mulai berproduksi dan siap diresmikan. Laporan itu disampaikan dalam pembahasan di Istana, seiring pemerintah mendorong pengembangan industri kendaraan listrik dan pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri. CATIB merupakan perusahaan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak usaha Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dari China. Pabrik tersebut berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan pembangunan awalnya diresmikan oleh Prabowo pada 29 Juni 2025. Dengan dimulainya produksi, proyek ini memasuki tahap penting dalam upaya membangun kapasitas manufaktur baterai nasional.

Kehadiran CATIB menambah jumlah pabrik baterai kendaraan listrik yang beroperasi atau dikembangkan di Indonesia menjadi tiga. Dua fasilitas lainnya adalah PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang serta Rept Battero Indonesia di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Perkembangan ini memperluas basis produksi baterai sekaligus mencerminkan masuknya investasi dari sejumlah pelaku industri internasional. Lokasi proyek yang tersebar juga menghubungkan kegiatan manufaktur dengan sumber bahan baku dan kawasan industri. Pemerintah menempatkan kapasitas produksi tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik. Produksi baterai di dalam negeri diharapkan mendukung tumbuhnya ekosistem industri, meski pengembangan setiap tahap rantai pasok tetap membutuhkan investasi, teknologi, dan koordinasi lintas sektor.

Bahlil menjelaskan, rantai industri baterai tidak berhenti pada pembangunan pabrik sel. Prosesnya mencakup pertambangan, pengolahan melalui smelter, pemrosesan dengan teknologi high-pressure acid leach (HPAL), pembuatan prekursor dan katoda, hingga produksi sel baterai. Setiap tahap memiliki peran dalam mengubah sumber daya mineral menjadi komponen bernilai tambah yang dapat digunakan untuk menyimpan energi. Karena itu, proyek CATIB dipahami dalam konteks hilirisasi yang lebih luas, bukan sebagai fasilitas manufaktur tersendiri. Penguatan mata rantai di Indonesia dinilai penting agar bahan baku dapat diproses lebih lanjut sebelum menjadi produk akhir. Pemerintah juga mengaitkan agenda tersebut dengan upaya meningkatkan nilai ekonomi sumber daya nasional dan membangun industri pendukung kendaraan listrik secara bertahap. Kesiapan peresmian pabrik menjadi penanda kemajuan, sementara kesinambungan pasokan dan pengembangan proses produksi tetap menjadi perhatian ke depan.

Dalam pembicaraan di Istana, isu listrik desa dan pembangunan pabrik baterai menjadi pokok bahasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu juga menyinggung secara sepintas pertemuan Prabowo dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Rabu, 28 Oktober 2026, di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor. Namun, Bahlil menegaskan bahwa dirinya tidak ikut dalam pertemuan tersebut.

Karena tidak hadir, Bahlil mengatakan tidak mengetahui secara langsung hal-hal yang dibicarakan Prabowo dan Balakrishnan. Ia juga tidak dapat memastikan apakah rencana Indonesia untuk mengurangi ekspor gas ke Singapura menjadi bagian dari agenda mereka. Pernyataan itu tidak menunjukkan adanya konfirmasi dari Bahlil mengenai kesepakatan baru, perubahan kebijakan, ataupun keputusan yang telah dibuat terkait ekspor gas. Dengan demikian, pembahasan mengenai pasokan energi kedua negara perlu dibedakan dari agenda rapat Bahlil bersama Presiden.

Dalam keterangannya kepada wartawan Singapura, Balakrishnan menekankan pentingnya menghormati kontrak yang telah berlaku dan menjaga kepastian kontraktual. Ia menyebut bahwa persoalan tersebut juga menyangkut kredibilitas serta daya saing ekonomi kedua negara.

Baca juga: Inovasi Pengisian Cepat Baterai Motor Listrik oleh DRMA | Kunjungan Belasungkawa Prabowo ke Megawati atas Wafatnya Guruh | Prabowo Menyampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra