Hamdan Tour Akhiri Kerja Sama dengan Ruben Onsu di Tengah Polemik Rekaman Video Call

Hamdan Tour Akhiri Kerja Sama dengan Ruben Onsu di Tengah Polemik Rekaman Video Call

Jakarta | Hamdan Tour mengumumkan bahwa Ruben Onsu tidak lagi berstatus sebagai brand ambassador perusahaan tersebut. Pengumuman itu dibagikan melalui akun Instagram resmi Hamdan Tour pada 13 Oktober 2026, ketika perhatian publik masih tertuju pada polemik rekaman video call yang melibatkan Ruben dan seorang pria berinisial Y.

Dalam keterangan yang disampaikan manajemen, kerja sama Hamdan Tour dan Ruben Onsu telah berakhir. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul pada saat pembahasan mengenai rekaman video call itu masih ramai di ruang publik, terutama melalui media sosial. Meski demikian, manajemen Hamdan Tour tidak menyampaikan alasan tambahan terkait berakhirnya kerja sama tersebut.

Pengumuman itu menegaskan perubahan status Ruben dalam hubungan profesionalnya dengan Hamdan Tour. Sebelumnya, ia dikenal sebagai figur yang mewakili perusahaan dalam kapasitas brand ambassador. Setelah kerja sama dinyatakan berakhir, Hamdan Tour tidak lagi menempatkan Ruben dalam posisi tersebut.

Informasi mengenai berakhirnya kemitraan itu disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi perusahaan. Karena diumumkan di tengah polemik yang sedang berlangsung, kabar tersebut kemudian mendapat perhatian dari masyarakat dan pemberitaan. Namun, berdasarkan keterangan yang tersedia, Hamdan Tour hanya menyatakan bahwa kerja sama telah selesai tanpa mengaitkannya secara langsung dengan rekaman video call atau memberikan penjelasan lain mengenai keputusan tersebut.

Polemik rekaman video call Ruben dengan pria berinisial Y masih menjadi bahan pembahasan publik ketika pengumuman Hamdan Tour disampaikan. Situasi itu membuat perubahan status kerja sama tersebut turut dikaitkan oleh publik dengan isu yang sedang berkembang. Kendati demikian, keterangan resmi manajemen sejauh ini hanya memuat konfirmasi bahwa Ruben Onsu tidak lagi menjadi brand ambassador Hamdan Tour dan bahwa hubungan kerja sama keduanya telah berakhir.

Penghentian kerja sama Hamdan Tour dan Ruben Onsu tidak baru berlangsung ketika pengumuman disampaikan pada Oktober 2026. Menurut penjelasan Hamdan Tour, proses tersebut telah lebih dahulu terlihat dari penghentian penggunaan materi promosi yang menampilkan Ruben. Seluruh brosur dengan sosok Ruben disebut sudah tidak digunakan sejak 31 Agustus 2026. Tanggal ini menjadi penanda awal berakhirnya pemanfaatan materi promosi dalam kegiatan pemasaran Hamdan Tour.

Dengan demikian, materi iklan dan brosur yang sebelumnya mencantumkan Ruben tidak lagi menjadi bagian dari promosi perusahaan sejak akhir Agustus. Langkah tersebut menunjukkan bahwa perubahan hubungan kerja sama telah dilakukan secara bertahap, meskipun informasi mengenai penghentian kerja sama baru mendapat perhatian lebih luas setelah pengumuman pada Oktober. Perbedaan waktu ini penting dicatat agar penghentian materi promosi tidak disamakan dengan pengumuman resmi kepada publik.

Selain perubahan pada brosur, terdapat pula perkembangan terkait tautan atau tag akun Hamdan Tour yang berada di bio media sosial Ruben. Berdasarkan keterangan Hamdan Tour, tautan atau tag tersebut baru dihapus secara resmi pada 12 Oktober 2026. Penghapusan ini berlangsung setelah materi promosi perusahaan tidak lagi menggunakan Ruben selama beberapa pekan. Karena itu, tanggal penghapusan tautan akun merupakan penanda lanjutan, bukan awal dari penghentian penggunaan brosur.

Kronologi tersebut memperlihatkan tiga tahap yang perlu dibedakan. Pertama, materi brosur yang menampilkan Ruben dihentikan sejak 31 Agustus 2026. Kedua, pengumuman mengenai berakhirnya kerja sama disampaikan pada Oktober 2026, di tengah polemik rekaman video call. Ketiga, tautan atau tag akun Hamdan Tour pada bio media sosial Ruben dihapus secara resmi pada 12 Oktober 2026. Urutan ini membantu pembaca memahami bahwa penghentian materi promosi dan penghapusan tautan akun merupakan tindakan yang terjadi pada waktu berbeda.

Manajemen Hamdan Tour menegaskan adanya batas yang jelas kehidupan pribadi Ruben Onsu dan identitas perusahaan. Dalam keterangan yang disampaikan, perusahaan menyatakan bahwa berbagai sikap, pandangan, keputusan, serta aktivitas pribadi Ruben merupakan ranah personal yang tidak dapat digunakan untuk mewakili Hamdan Tour. Karena itu, setiap hal yang berkaitan dengan kehidupan Ruben di luar tanggung jawab profesionalnya tidak secara otomatis mencerminkan nilai, kebijakan, maupun posisi resmi perusahaan.

Penegasan tersebut disampaikan agar publik dapat membedakan individu dengan badan usaha yang menjalankan layanan perjalanan ibadah. Hamdan Tour memiliki tata kelola, standar pelayanan, dan tanggung jawab tersendiri kepada calon jemaah. Identitas perusahaan dibangun melalui komitmen operasional dan pelayanan kepada masyarakat, bukan melalui seluruh tindakan atau pandangan pribadi pihak yang pernah terlibat dalam kerja sama dengan perusahaan.

Manajemen juga menekankan bahwa informasi mengenai kehidupan personal Ruben perlu ditempatkan secara proporsional. Pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk memberikan penilaian lebih jauh terhadap persoalan pribadi maupun polemik rekaman video call yang beredar. Perusahaan memilih menyampaikan batas tanggung jawab secara terbuka, sehingga tidak terjadi anggapan bahwa setiap peristiwa yang melibatkan Ruben merupakan pernyataan atau sikap Hamdan Tour.

Di sisi lain, Hamdan Tour menyatakan tetap berkomitmen menjalankan layanan ibadah umrah secara amanah, profesional, dan sesuai syariat. Komitmen tersebut mencakup upaya memberikan pendampingan yang baik, informasi yang transparan, serta pelayanan yang memperhatikan kebutuhan jemaah selama proses perjalanan ibadah. Manajemen memastikan fokus perusahaan tetap berada pada pemenuhan tanggung jawab kepada jemaah dan keberlangsungan layanan.

Dengan penjelasan itu, Hamdan Tour menempatkan persoalan kehidupan pribadi Ruben secara terpisah dari kegiatan serta identitas perusahaan. Sikap tersebut menjadi penegasan mengenai batas institusional tanpa menyimpulkan bahwa keputusan kerja sama berkaitan secara langsung dengan polemik video call. Perusahaan menyampaikan posisinya berdasarkan tanggung jawab manajemen dan arah pelayanan yang hendak dipertahankan.

Polemik terkait rekaman video call Ruben Onsu dengan seorang pria berinisial Y masih menjadi perhatian di media sosial. Rekaman tersebut sebelumnya diunggah oleh Sarwendah dan kemudian tersebar dalam pembahasan warganet di berbagai platform. Peredaran unggahan itu membuat publik memberikan beragam respons, mulai dari komentar, pertanyaan, hingga tanggapan yang menyoroti hubungan para pihak yang disebut dalam perbincangan. Hingga kini, rekaman tersebut terus menjadi bahan diskusi, meskipun informasi yang beredar di ruang digital belum selalu disertai konteks yang lengkap.

Respons warganet tidak hanya terlihat pada unggahan yang berkaitan langsung dengan polemik. Sejumlah akun bisnis dan merek yang diketahui pernah bekerja sama dengan Ruben juga turut menjadi sasaran komentar. Warganet menyampaikan pendapat melalui kolom komentar akun-akun tersebut, sehingga isu yang semula berpusat pada rekaman video call meluas ke ranah pekerjaan dan aktivitas komersial. Situasi ini menunjukkan bagaimana sebuah konten pribadi yang beredar di media sosial dapat memengaruhi percakapan publik mengenai figur yang terlibat, termasuk hubungan mereka dengan pihak-pihak profesional.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika Ruben menyoroti dampak serangan di media sosial yang muncul setelah polemik rekaman video call menjadi perbincangan luas. Ia menyebut dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap dirinya, tetapi juga orang-orang terdekat dan mitra kerja. Perhatian yang meluas ke akun bisnis serta merek yang terkait dengannya membuat polemik ini memiliki konsekuensi lebih luas daripada sekadar respons terhadap sebuah unggahan. Karena itu, pembahasan mengenai rekaman tersebut terus ditempatkan dalam konteks dampaknya terhadap lingkungan pribadi dan profesional Ruben, termasuk pihak-pihak yang memiliki hubungan kerja dengannya.

Baca juga: Polemik Buku Islam Ala Prabowo: Indikasi Pelanggaran Hukum