Jakarta | Hari Kesehatan Mental Sedunia mengingatkan pentingnya dukungan emosional.
Keterangan yang tercatat menyebut Saat menemukan lagu yang selaras dengan kondisi batin, pemahaman atas emosi menjadi lebih jelas. Musik membantu seseorang menemukan bentuk dari perasaan yang sebelumnya sulit dijelaskan," kata Larasati. Menurut Larasati, musik dapat menjadi alternatif ketika seseorang merasa tidak memiliki tempat untuk bercerita.
Data lain dalam laporan menunjukkan Psikolog Larasati menjelaskan peran musik dalam mengenali dan mengekspresikan perasaan Diterbitkan: 11 October 2026, 17:00 WIB Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia setiap 10 Oktober menjadi pengingat bahwa dukungan sederhana seperti mendengarkan musik bisa membantu menjaga kesejahteraan emosional. Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema "Lived experiences heard: real voices, real change" yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang-orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental serta memberi ruang bagi suara mereka. Tidak semua orang mudah mengidentifikasi atau menjabarkan emosi yang sedang muncul. Tidak semua orang bisa mengenali dan menjelaskan emosinya, sehingga ketika mendengar lagu tertentu, lirik, nada, atau instrumennya dapat merepresentasikan apa yang sedang dirasakan. Penelitian yang terbit di jurnal Psychology of Music pada 2024 turut mengulas dampak aktivitas bermusik terhadap regulasi emosi.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Sebuah lagu kerap mewakili perasaan yang sulit terucap, menemani saat tekanan datang, dan membuat seseorang merasa tidak sendirian. Musik juga memberi ruang untuk mengenali emosi dan merasa dipahami. WHO turut menyebut aktivitas seni dapat membantu memahami dan mengomunikasikan emosi, memproses pengalaman sulit, dan mendukung kesejahteraan secara keseluruhan. Psikolog Klinis Dewasa Larasati Margaretha Soetrisno, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bagaimana musik berperan dalam proses tersebut. Di banyak situasi, lagu justru menyediakan bahasa dan gambaran bagi perasaan yang sebelumnya sulit diungkapkan.
Lirik, melodi, hingga aransemen yang dekat dengan pengalaman pribadi dapat membantu memberi nama pada suasana hati. Setelah bisa mengenali apa yang dirasakan, seseorang juga perlu menyalurkannya. Musik dapat menjadi pilihan, baik dengan mendengarkan, bernyanyi, memainkan alat musik, maupun menulis lagu. Larasati menjelaskan bahwa mendengarkan musik dapat membuat seseorang merasa terwakili. Sementara itu, bernyanyi, memainkan alat musik, atau menulis lagu bisa menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi dan melepaskan stres. Meski demikian, manfaat yang dirasakan setiap orang dapat berbeda. Banyak pendengar pernah merasa lirik lagu seolah menceritakan pengalaman pribadi. Kesesuaian ini menciptakan koneksi emosional, terutama saat seseorang kesulitan menemukan orang yang memahami kondisinya. Hal ini bukan berarti musik menggantikan hubungan dengan orang lain, tetapi lagu bisa menjadi teman ketika seseorang sedang menghadapi perasaan yang sulit. Ketika pada suatu situasi tidak ada orang yang bisa mendengarkan atau memahami kita, musik dapat menjadi salah satu alternatif yang membuat seseorang merasa tidak sendirian," ujar Larasati. Selain membantu mengenali dan mengekspresikan emosi, musik juga bisa menjadi bagian dari coping strategy saat menghadapi tekanan atau situasi yang terasa berat. Mendengarkan lagu yang menenangkan, misalnya, dapat memberi rasa nyaman untuk sementara. Namun, musik tidak selalu menyelesaikan persoalan yang menjadi sumber tekanan emosional. Musik dapat menjadi bagian dari coping, tetapi sifatnya sementara. Musik bisa membantu kita bertahan pada saat itu, tetapi masalah yang mendasarinya belum tentu selesai. Jika memang membutuhkan bantuan profesional, tetap penting untuk mencarinya," katanya. Musik dapat membantu menjaga kesejahteraan emosional. Namun, penting mengenali kapan beban psikologis memerlukan perhatian lebih. Pertimbangkan mencari bantuan profesional jika tekanan terasa berat atau berkepanjangan, aktivitas harian mulai terganggu, atau muncul pikiran dan perilaku yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu memahami kondisi yang dialami serta memperoleh dukungan yang sesuai. Larasati juga mengingatkan agar rasa malu, takut, atau ragu tidak menjadi penghalang untuk mencari pertolongan. Rasa malu, takut, atau ragu untuk datang ke psikolog itu wajar. Namun, jangan sampai hal tersebut menghalangi seseorang mendapatkan bantuan yang memang dibutuhkan. Mengenali bahwa kita membutuhkan dukungan merupakan bagian dari upaya menjaga diri," tutup Larasati. Keterhubungan musik dan pengalaman emosional terlihat dalam karya YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West. Lagu-lagunya mengeksplorasi kerentanan, pergulatan emosional, hingga harapan untuk bangkit dari masa sulit. Dalam Ghost Town dari album ye (2018), YE mengangkat pergulatan batin dan keinginan menemukan kebebasan. Sementara itu, Reborn, kolaborasinya dengan Kid Cudi dalam album KIDS SEE GHOSTS (2018), bercerita tentang menghadapi masa sulit dan menemukan kembali harapan. Kedua lagu tersebut menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk mengungkapkan pengalaman emosional. Bagi pendengar, lagu juga bisa menjadi ruang untuk merefleksikan perasaan dan merasa dipahami. Pengalaman itu dapat dirasakan melalui "YE Live in Jakarta" yang dijadwalkan di Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026. Konser ini menghadirkan Globe Stage dengan panggung 360 derajat, didukung tata cahaya, audio, dan efek piroteknik yang memadukan musik dan visual dalam pertunjukan imersif.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Konsultasi Kesehatan: Peningkatan Perhatian terhadap Masalah Kesehatan di Sulawesi Tenggara | Mengatasi Krisis Kesehatan Mental: Kisah Inspiratif dari Mereka yang Selamat
