Internet Rakyat Capai 900 Ribu Pelanggan, Jaringan Menjangkau 94 Daerah

Internet Rakyat Capai 900 Ribu Pelanggan, Jaringan Menjangkau 94 Daerah

Jakarta | Hingga September 2026, layanan Internet Rakyat milik PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) tercatat memiliki 900.000 pelanggan. Capaian ini menunjukkan jumlah pelanggan yang telah mencapai sembilan ratus ribu, tetapi belum menembus angka satu juta. Dengan demikian, masih terdapat selisih 100.000 pelanggan dari patokan satu juta. Data tersebut menjadi gambaran jumlah pelanggan layanan Internet Rakyat pada periode yang disebutkan, bukan angka yang telah mencapai satu juta. Pra-pendaftaran layanan ini telah dibuka sejak November 2025, sebelum angka pelanggan per September 2026 dicatat. Rentang waktu itu memberi konteks mengenai perjalanan layanan sejak tahap pra-pendaftaran hingga jumlah pelanggan yang diumumkan, tanpa mengubah status capaian yang masih berada di bawah satu juta.

President Director Surge, Shannedy Ong, menyebut capaian 900.000 pelanggan tersebut sebagai perkembangan positif. Menurut pernyataannya, angka itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap internet berkualitas dengan harga terjangkau. Pernyataan tersebut menghubungkan pertumbuhan jumlah pelanggan dengan kebutuhan masyarakat atas layanan internet yang memiliki dua karakteristik itu: kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Hal ini merupakan pandangan yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan mengenai capaian layanan, sementara jumlah pelanggan yang tercatat tetap menjadi 900.000 hingga September 2026. Angka itu belum mencapai satu juta, meskipun pra-pendaftaran telah tersedia sejak November 2025. Kedua informasi tersebut memberikan konteks yang berbeda: satu menjelaskan waktu pembukaan pra-pendaftaran, sedangkan yang lain merujuk pada jumlah pelanggan yang telah tercatat.

Karena itu, capaian Internet Rakyat dapat dinyatakan secara terukur: layanan tersebut memiliki 900.000 pelanggan pada September 2026 dan belum melampaui ambang satu juta. Penjelasan Shannedy Ong memberi arti pada angka tersebut dari sudut pandang Surge, dengan menekankan kebutuhan masyarakat terhadap internet berkualitas dengan harga terjangkau. Informasi yang tersedia juga mencatat bahwa pra-pendaftaran dibuka pada November 2025. Dengan menyandingkan waktu tersebut dan jumlah pelanggan yang dicatat kemudian, pembaca dapat melihat perkembangan layanan dalam urutan waktu tanpa menyimpulkan angka yang tidak disebutkan. Capaian 900.000 pelanggan menjadi pokok informasinya, sedangkan komentar direktur perusahaan menjelaskan bagaimana Surge memandang capaian tersebut serta kebutuhan yang tercermin di dalamnya.

Internet Rakyat mengandalkan teknologi 5G fixed wireless access (FWA) pada frekuensi 1,4 GHz untuk menghadirkan akses internet rumah tanpa mengandalkan sambungan kabel hingga ke setiap pelanggan. Dalam skema FWA, jaringan seluler mengirimkan koneksi ke perangkat penerima di lokasi pengguna, sehingga layanan dapat menjangkau rumah dan usaha di wilayah yang telah tercakup jaringan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari rencana Surge untuk memperluas akses internet dengan proses pemasangan yang relatif sederhana. Perusahaan mulai membuka pra-pendaftaran pada November 2025 melalui dua situs resmi, memberi calon pelanggan kesempatan menyampaikan minat sebelum layanan tersedia lebih luas.

Penawaran Internet Rakyat dirancang dengan tarif tetap sekitar Rp100.000 per bulan. Paket tersebut mencakup kecepatan hingga 100 Mbps dan kuota data tanpa batas, sehingga pengguna dapat memakai koneksi untuk berbagai kebutuhan daring tanpa menghitung pemakaian berdasarkan batas kuota. Pemasangan juga ditawarkan secara gratis, yang dapat mengurangi biaya awal ketika pelanggan mulai berlangganan. Rincian kecepatan aktual tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi jaringan, lokasi, dan kepadatan pemakaian; karena itu, angka hingga 100 Mbps merupakan kecepatan maksimum yang dipromosikan, bukan jaminan bahwa setiap pelanggan akan selalu memperoleh hasil yang sama. Calon pengguna dapat memeriksa informasi dan ketersediaan melalui kanal resmi Surge.

Rencana layanan ini menyusul penandatanganan kerja sama komersial penuh Surge dan OREX SAI Inc. pada 12 November 2025. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan layanan 5G FWA berbasis Open RAN yang disebut sebagai yang pertama di dunia. Open RAN memungkinkan penggunaan pendekatan jaringan radio terbuka, dengan tujuan mendukung fleksibilitas dalam pengembangan dan pengoperasian infrastruktur. Kerja sama komersial itu menjadi landasan bagi rencana implementasi, sementara pra-pendaftaran menjadi langkah awal untuk mengukur minat masyarakat terhadap paket yang ditawarkan. Kombinasi teknologi 5G, harga bulanan yang relatif terjangkau, kuota tanpa batas, dan pemasangan gratis menempatkan layanan ini sebagai opsi baru bagi rumah tangga yang mencari koneksi internet tetap.

Meski jumlah pelanggan Internet Rakyat belum mencapai satu juta, perluasan infrastrukturnya telah menjangkau wilayah yang jauh lebih luas. Hingga September 2026, PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha Surge yang mengoperasikan jaringan tersebut, memiliki lebih dari 3.100 site terintegrasi dan beroperasi. Infrastruktur itu setara dengan lebih dari 9.000 unit radio yang telah terpasang dan aktif. Angka-angka ini menggambarkan skala jaringan yang dibangun untuk memperluas ketersediaan layanan, bukan jumlah pelanggan yang sudah berlangganan.

Jaringan Internet Rakyat disebut mencakup sekitar 3,1 juta rumah tangga di 94 kota dan kabupaten. Dari keseluruhan wilayah tersebut, 51 berada di Pulau Jawa. Cakupan rumah tangga menunjukkan lokasi yang dapat dijangkau oleh jaringan, sementara pelanggan merupakan rumah tangga atau pengguna yang benar-benar telah menggunakan layanan. Karena itu, angka 3,1 juta rumah tangga tidak dapat disamakan dengan jumlah pelanggan. Perbedaan ini penting untuk membaca capaian ekspansi secara tepat: jaringan dapat tersedia di suatu kawasan sebelum seluruh rumah tangga di sana berlangganan.

Jumlah site dan perangkat radio aktif juga memberi gambaran mengenai fondasi operasional di balik cakupan tersebut. Perluasan jaringan memerlukan pembangunan dan integrasi infrastruktur di berbagai daerah, sedangkan pertumbuhan pelanggan bergantung pada keputusan warga untuk mengadopsi layanan yang tersedia. Dengan demikian, capaian Surge hingga September 2026 memperlihatkan dua tahap yang berbeda: memperluas jangkauan terlebih dahulu, kemudian mendorong pemanfaatan layanan di wilayah yang telah terlayani. Jangkauan ke 94 daerah menandai kemajuan penyebaran jaringan, tetapi bukan berarti seluruh rumah tangga dalam cakupan telah menjadi pelanggan. Pemisahan indikator tersebut membantu menjelaskan mengapa cakupan dapat mencapai jutaan rumah tangga saat basis pelanggan masih berada di bawah satu juta.

Selain mengembangkan layanan fixed wireless access (FWA), Surge juga memperluas bisnis internet rumah melalui jaringan fiber optik, termasuk skema fiber to the home (FTTH). Pengembangan ini memberi perusahaan jalur layanan broadband berbasis kabel, yang berbeda dari koneksi nirkabel FWA. Dalam paparan capaian jaringan, Surge menyebut infrastruktur fiber telah menjangkau 3,2 juta home passed, sementara jumlah home connect mencapai 2 juta. Home passed menunjukkan rumah yang berada dalam jangkauan jaringan, sedangkan home connect merujuk pada rumah yang telah tersambung. Kedua ukuran tersebut menggambarkan tahapan berbeda dalam perluasan jaringan dan pemanfaatannya oleh pelanggan.

Angka Surge dapat ditempatkan dalam konteks pasar fixed broadband Indonesia yang dihuni operator dengan skala dan model jaringan beragam. IndiHome melayani sekitar 9,5 juta pelanggan hingga akhir Juni 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan 10,1 juta pelanggan pada semester pertama tahun sebelumnya. Data ini memberikan gambaran mengenai basis pelanggan salah satu penyedia broadband besar di Indonesia, sekaligus menunjukkan perubahan jumlah pelanggan yang dilaporkan pada dua periode tersebut. Perbandingan ini tidak serta-merta menjelaskan penyebab perubahan ataupun posisi layanan lain, tetapi membantu memberikan ukuran mengenai skala pasar.

Di sisi lain, PT Ekamas Mora Republik Tbk, perusahaan induk MyRepublic, melaporkan cakupan homepass gabungan lebih dari 12,7 juta.

Baca juga: Promo Menarik untuk Driver Ojol: Kuota Internet Gratis dari Pertamina Enduro | Jaringan Curian Kendaraan Terungkap di Tangerang | TNI AD Hadir Dekat Rakyat, Kodim Bojonegoro Pasok 200 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Kekeringan