Lombok | Izan Guevara mengamankan kemenangan pada balapan Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembalap tersebut berhasil finis di posisi pertama setelah melewati jalannya perlombaan yang berlangsung penuh gangguan. Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Guevara karena balapan tidak berjalan sesuai rencana sejak awal dan menuntut konsentrasi tinggi hingga putaran terakhir.
Perlombaan harus dipangkas akibat sejumlah insiden yang terjadi di lintasan. Kecelakaan melibatkan beberapa pembalap dan membuat jalannya balapan beberapa kali terganggu. Selain itu, persoalan teknis turut memengaruhi persiapan serta ritme sejumlah peserta. Kondisi tersebut membuat jarak tempuh balapan menjadi lebih singkat dibandingkan format normal, sekaligus meningkatkan tekanan bagi para pembalap untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Di tengah situasi yang tidak menentu, Guevara mampu menjaga kecepatannya dan menghindari kesalahan hingga melewati garis finis. Ia tampil konsisten ketika persaingan berlangsung ketat, terutama setelah balapan kembali berjalan setelah gangguan. Keberhasilan mempertahankan posisi terdepan memastikan Guevara keluar sebagai pemenang Moto2 di Mandalika pada penyelenggaraan tahun ini.
Manuel Gonzalez menempati posisi kedua, sedangkan Daniel Holgado melengkapi podium di urutan ketiga. Hasil tersebut menggambarkan ketatnya persaingan dalam balapan yang berlangsung singkat, tetapi sarat tekanan. Bagi Guevara, kemenangan ini tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, melainkan juga kemampuan mengelola risiko dalam perlombaan yang beberapa kali berubah akibat kecelakaan dan masalah teknis. Dengan hasil itu, podium Mandalika menjadi milik Guevara, Gonzalez, dan Holgado.
Balapan Moto2 Mandalika 2026 semula dijadwalkan berlangsung selama 22 lap. Namun, jalannya perlombaan berubah sejak fase awal setelah sebuah kecelakaan besar terjadi pada lap pertama. Insiden tersebut melibatkan David Alonso, Dani Holgado, Joe Roberts, dan Coolin Veijer, sehingga persaingan yang baru dimulai harus dihentikan lebih cepat dari rencana.
Kecelakaan itu membuat bendera merah segera dikibarkan. Seluruh pebalap diarahkan kembali ke area pit, sementara petugas sirkuit menangani situasi di lintasan dan memastikan kondisi trek kembali aman. Penghentian tersebut juga memberi kesempatan kepada tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap motor serta menyiapkan strategi baru sebelum perlombaan dilanjutkan.
Setelah jeda selama lima menit, penyelenggara menetapkan start ulang. Berbeda dari posisi berdasarkan hasil lap pertama yang belum lengkap, urutan pebalap untuk peluncuran kembali ditentukan berdasarkan hasil kualifikasi. Keputusan itu membuat susunan terdepan kembali merujuk pada performa masing-masing pebalap dalam sesi penentuan posisi sebelumnya.
Alex Escrig kemudian menempati posisi terdepan saat balapan dimulai kembali. Ia berada di depan Izan Guevara, yang harus mengawali perlombaan dari posisi kedua. Susunan ini memberikan Escrig peluang untuk mengendalikan ritme sejak awal, sekaligus menempatkan Guevara dalam posisi ideal untuk memberikan tekanan langsung. Dengan jarak persaingan yang kembali dibangun dari awal, para pebalap harus mengatur kecepatan, menjaga ban, dan menghindari kesalahan setelah insiden pembuka yang menghabiskan sebagian waktu perlombaan.
Start ulang tersebut menjadikan balapan Moto2 Mandalika 2026 berlangsung dalam suasana yang berbeda. Para pebalap tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan urutan dan tekanan setelah kecelakaan lap pertama. Dari posisi kedua, Guevara memiliki kesempatan untuk segera mengejar Escrig dan membangun dasar persaingan menuju lap-lap berikutnya.
Setelah restart, persaingan Moto2 Mandalika 2026 kembali berlangsung ketat di barisan depan. Para pembalap segera berusaha mempertahankan ritme dan posisi masing-masing, tetapi jalannya balapan kembali terganggu oleh sebuah insiden di lintasan. Celestino Vietti mengalami kecelakaan di Tikungan 10, sehingga bendera kuning dikibarkan untuk sementara. Kondisi tersebut membuat persaingan harus berlangsung dengan kewaspadaan lebih tinggi sebelum balapan kembali berjalan.
Di barisan terdepan, Sergio GarcĂa dan Izan Guevara terlibat persaingan ketat setelah balapan dilanjutkan. Keduanya terus beradu posisi dalam perebutan posisi terdepan, dengan jarak yang tetap rapat sepanjang fase tersebut. Guevara berusaha menjaga momentumnya, sementara Escrig tetap memberikan tekanan. Persaingan itu menjadi salah satu perhatian utama setelah restart karena posisi di depan belum sepenuhnya aman bagi salah satu pembalap.
Pada saat yang sama, Daniel Holgado dan Ivan Ortola berebut posisi ketiga. Perebutan tersebut menambah ketat persaingan di kelompok depan, yang tidak hanya melibatkan pembalap dalam perebutan kemenangan, tetapi juga mereka yang mengincar tempat di podium. Namun, Ortola kemudian tersingkir dari persaingan. Posisi yang sebelumnya ditempatinya lalu digantikan oleh Manuel Gonzalez, sehingga susunan pembalap di papan depan kembali mengalami perubahan.
Rangkaian kejadian itu membuat balapan semakin sulit diprediksi. Gangguan akibat kecelakaan Vietti, duel Escrig dan Guevara, serta persaingan Holgado dan Ortola terjadi dalam urutan yang menentukan perkembangan balapan. Setelah Ortola keluar dari persaingan dan Gonzalez mengambil posisinya, perhatian kembali tertuju pada duel di barisan terdepan. Guevara tetap berada dalam persaingan utama, sementara perubahan posisi terus membentuk jalannya balapan menuju fase berikutnya.
Dua lap terakhir menjadi titik penentu dalam balapan Moto2 Mandalika 2026. Izan Guevara yang sejak pertengahan lomba berada dalam persaingan ketat akhirnya memperoleh keuntungan besar setelah Alex Escrig mengalami masalah teknis pada motornya. Kerusakan tersebut membuat Escrig tidak mampu melanjutkan persaingan dan harus menghentikan langkahnya sebelum mencapai garis finis.
Situasi itu mengubah tekanan di rombongan terdepan. Guevara, yang sebelumnya harus menjaga jarak dari para rival, dapat melaju dengan ritme yang lebih terkendali tanpa ancaman langsung dari Escrig. Pembalap Spanyol tersebut memanfaatkan kesempatan itu secara efektif, mempertahankan kecepatan hingga lap terakhir, dan memastikan kemenangan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Hasil ini menjadi penutup penting dalam balapan yang berlangsung penuh insiden sejak awal.
Di belakang Guevara, Manuel Gonzalez menyelesaikan lomba di posisi kedua. Ia mampu menjaga konsistensi meskipun kondisi perlombaan berubah setelah beberapa pembalap mengalami kendala. Ai Ogura Holgado melengkapi podium dengan finis di urutan ketiga. Susunan tersebut menegaskan Guevara sebagai pemenang, Gonzalez sebagai runner-up, dan Holgado sebagai pembalap yang mengamankan tempat terakhir di podium.
Sementara itu, pembalap tuan rumah Mario Aji harus puas menyelesaikan balapan di posisi ke-19. Perjuangannya di hadapan pendukung Indonesia belum menghasilkan posisi tinggi, dan catatannya juga dibayangi hukuman long lap penalty yang memengaruhi peluangnya untuk memperbaiki posisi. Penalti tersebut menambah tantangan dalam upayanya mempertahankan ritme di tengah persaingan ketat kelas Moto2.
Selain persaingan dan masalah teknis, panas lintasan menjadi tantangan tambahan bagi seluruh pembalap. Suhu udara tercatat mencapai 30 derajat Celsius, sedangkan suhu permukaan lintasan menyentuh 65 derajat Celsius. Kondisi ekstrem itu menuntut pengelolaan ban, konsentrasi, dan kondisi fisik secara cermat hingga putaran terakhir.