Kabut Asap Karhutla Hentikan Penerbangan di Sampit, Maskapai Perpanjang Pembatalan

Kabut Asap Karhutla Hentikan Penerbangan di Sampit, Maskapai Perpanjang Pembatalan

Kabupaten Kotawaringin Timur | Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih terhenti akibat kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut. Asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang menurunkan jarak pandang di sekitar bandara hingga mengganggu kelancaran operasional penerbangan. Kondisi ini membuat pesawat tidak dapat beroperasi secara normal dan sejumlah jadwal penerbangan dibatalkan.

Jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam proses lepas landas maupun pendaratan. Ketika asap menghalangi pandangan, pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara menghadapi keterbatasan untuk memastikan prosedur penerbangan berlangsung dengan aman. Situasi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan operasional maskapai dan otoritas bandara, terutama ketika kondisi cuaca belum memenuhi persyaratan keselamatan.

Pembatalan penerbangan berdampak langsung kepada penumpang yang hendak bepergian dari maupun menuju Sampit. Namun, penghentian sementara layanan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional bandara. Dalam kondisi jarak pandang yang terganggu, memaksakan penerbangan dapat meningkatkan risiko, sehingga keputusan untuk menunda atau membatalkan perjalanan menjadi langkah pencegahan.

Kabut asap karhutla juga membuat jadwal penerbangan sulit dipastikan selama kondisi di sekitar bandara belum membaik. Penumpang perlu memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan, perubahan jadwal, atau ketentuan perjalanan setelah pembatalan. Informasi resmi dari bandara dan pihak maskapai menjadi acuan penting karena keputusan operasional dapat berubah mengikuti perkembangan jarak pandang dan situasi di lapangan.

Terhentinya penerbangan di Bandara Haji Asan menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan di lokasi kebakaran, tetapi juga dapat mengganggu layanan transportasi udara. Selama asap masih pekat, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas penerbangan kembali dijalankan. Operasional baru dapat dipulihkan setelah kondisi memungkinkan dan prosedur keselamatan penerbangan dapat dipenuhi.

NAM Air memperpanjang pembatalan penerbangan dari Sampit hingga 25 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi standar keselamatan penerbangan. Sebelumnya, pembatalan dijadwalkan berlaku sampai 15 Oktober. Dengan perpanjangan ini, penerbangan yang terdampak tetap tidak beroperasi selama periode tambahan tersebut, sambil menunggu situasi memungkinkan untuk kembali terbang.

District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan tidak ditetapkan secara permanen untuk seluruh periode sekaligus. Maskapai mengevaluasi situasi dan mengambil langkah secara berkala berdasarkan kondisi lapangan. Pertimbangan utama adalah jarak pandang yang terpantau di bandara serta pemenuhan persyaratan keselamatan bagi pesawat, penumpang, dan awak. Karena itu, jadwal dapat ditinjau kembali apabila keadaan berubah.

Perpanjangan hingga 25 Oktober mencerminkan belum pulihnya kondisi operasional di Sampit pada saat keputusan disampaikan. Kabut asap dapat membatasi jarak pandang dan mengganggu proses pesawat saat lepas landas maupun mendarat. Dalam keadaan seperti itu, penerbangan tidak dapat dipaksakan hanya untuk mempertahankan jadwal. Maskapai perlu memastikan bahwa kondisi aktual telah berada dalam batas aman sebelum layanan dibuka kembali.

Penumpang yang memiliki rencana perjalanan pada rute dari Sampit selama masa pembatalan disarankan memeriksa informasi terbaru melalui saluran resmi NAM Air atau menghubungi pihak terkait untuk mengetahui penanganan tiket dan perubahan jadwal. Informasi operasional dapat mengikuti hasil pemantauan terbaru, sehingga keterangan sebelumnya belum tentu mencerminkan keadaan terkini. Harli menyatakan pembatalan akan terus dipertimbangkan secara berkala dengan melihat perkembangan kondisi lapangan, bukan semata-mata berdasarkan tanggal berakhir yang telah diumumkan. Kepastian beroperasinya kembali penerbangan bergantung pada membaiknya jarak pandang hingga memenuhi standar keselamatan. Hingga saat itu, penyesuaian jadwal menjadi langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan udara dari dan menuju Sampit.

Pembatalan penerbangan akibat kabut asap karhutla di Sampit tidak hanya berdampak pada layanan NAM Air. Pengumuman Bandara Haji Asan Sampit menyebut sejumlah keberangkatan dari bandara tersebut juga dibatalkan pada 21–23 Oktober 2026. Informasi ini mencakup penerbangan dari beberapa maskapai dan rute, sehingga penumpang yang bepergian melalui Sampit perlu memeriksa kembali status perjalanan sebelum menuju bandara.

Dalam pengumuman tersebut, penerbangan Wings Air dengan rute Sampit–Surabaya termasuk dalam layanan yang dibatalkan. Penerbangan Super Air Jet pada rute Sampit–Jakarta juga tercantum dalam daftar pembatalan. Dengan demikian, penghentian sementara keberangkatan berlaku pada beberapa jalur udara utama dari Sampit, bukan hanya pada satu maskapai atau satu tujuan. Penumpang terdampak disarankan menghubungi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal, pengaturan ulang tiket, atau pilihan layanan yang tersedia.

Alfiansyah, PIC Civil Aviation Publication Team Bandara Haji Asan Sampit, menjelaskan bahwa kondisi kabut asap menurunkan jarak pandang secara signifikan. Visibilitas di sekitar bandara berada jauh di bawah ambang batas keselamatan minimum yang ditetapkan untuk penerbangan. Dalam situasi seperti ini, pesawat tidak dapat beroperasi secara aman sesuai ketentuan, sehingga pembatalan atau penundaan menjadi langkah yang diperlukan. Keputusan tersebut mengutamakan keselamatan penumpang, awak pesawat, serta petugas penerbangan, meskipun berdampak pada rencana perjalanan masyarakat.

Perubahan jadwal dapat mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara, sehingga status penerbangan berpotensi berubah dari waktu ke waktu. Penumpang sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang tertera pada tiket, tetapi juga memantau kanal informasi resmi bandara dan maskapai. Jika perjalanan harus dilanjutkan, konfirmasikan secara langsung pilihan penjadwalan ulang atau ketentuan lain yang berlaku. Informasi pembatalan untuk 21–23 Oktober tersebut menunjukkan bahwa dampak kabut asap meluas ke berbagai rute dari Sampit, termasuk perjalanan menuju Surabaya dan Jakarta, selama jarak pandang belum memenuhi standar operasi yang aman.

Calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan dari atau menuju Sampit dapat menanyakan pilihan penanganan tiket kepada maskapai. Umumnya, pilihan yang tersedia meliputi penjadwalan ulang ke penerbangan lain atau pengembalian dana, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing maskapai. Ketersediaan kursi untuk jadwal pengganti, batas waktu pengajuan, serta kemungkinan biaya administrasi dapat berbeda, sehingga penumpang sebaiknya memastikan rincian tersebut sebelum menentukan pilihan. Simpan bukti pemesanan dan identitas perjalanan agar proses pengecekan lebih mudah.

NAM Air tetap menyediakan layanan informasi dan penanganan tiket di bandara bagi penumpang yang memerlukan bantuan. Loket dan petugas biasanya mulai bersiap sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, tetapi waktu pelayanan dapat berubah mengikuti situasi operasional. Penumpang disarankan memeriksa ketersediaan petugas sebelum berangkat ke bandara, terutama apabila membutuhkan perubahan jadwal atau ingin mengurus pengembalian dana secara langsung. Jika loket belum beroperasi, gunakan kanal resmi maskapai untuk mendapatkan arahan dan menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Karena pembatalan berkaitan dengan kabut asap dan jarak pandang di sekitar bandara, jadwal penerbangan berikutnya belum dapat dipastikan secara tetap. Kondisi dapat berubah, dan keputusan operasional akan menyesuaikan perkembangan keselamatan penerbangan. Oleh sebab itu, hubungi maskapai atau petugas terkait untuk memperoleh informasi terbaru mengenai status tiket, penerbangan pengganti, maupun proses pengembalian dana. Pantau pula pengumuman resmi sebelum berangkat, termasuk pada hari penerbangan yang baru, agar tidak mengandalkan informasi lama. Penumpang sebaiknya menunggu konfirmasi langsung mengenai jadwal dan tidak menganggap penerbangan otomatis beroperasi hanya karena kabut tampak berkurang. Dengan mengikuti pembaruan resmi, calon penumpang dapat memilih langkah yang sesuai ketentuan dan mengatur kembali perjalanan dengan lebih terencana.

Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Tangki Portable dan Gambut Injection di Kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor Atasi Titik Api Karhutla | Penanganan Karhutla di Indonesia: Kolaborasi Menko Polkam dan Menhut | Upaya Penanggulangan Karhutla di Jawa Timur: Water Bombing Dikerahkan