Longsor Timbun Penginapan di Pelaga, Basarnas Cari Dua Wisatawan

Longsor Timbun Penginapan di Pelaga, Basarnas Cari Dua Wisatawan

Kabupaten Badung | Longsor terjadi di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, dan menimbun satu unit penginapan yang sedang ditempati dua wisatawan. Hingga informasi ini disampaikan, kedua orang tersebut masih dalam pencarian. Basarnas Bali telah mengirimkan tim rescue ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian dan penanganan. Belum ada keterangan mengenai kondisi maupun keberadaan kedua wisatawan itu, sehingga informasi tentang nasib mereka belum dapat dipastikan.

Peristiwa ini membuat area penginapan tersebut menjadi lokasi operasi pencarian. Tim yang diberangkatkan Basarnas Bali bertugas melakukan upaya penyelamatan terhadap dua orang yang dilaporkan berada di dalam unit yang tertimbun. Detail mengenai waktu kejadian, penyebab longsor, dan kondisi bangunan belum dipastikan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, perkembangan operasi perlu merujuk pada keterangan resmi dari petugas di lapangan atau pihak berwenang, bukan dugaan mengenai situasi korban.

Pencarian terhadap dua wisatawan menjadi prioritas setelah laporan bahwa penginapan mereka tertimbun material longsor. Basarnas Bali mengerahkan personel untuk menuju lokasi dan menjalankan operasi sesuai kondisi setempat. Sampai ada pembaruan resmi, belum diketahui apakah tim telah menemukan kedua orang tersebut atau bagaimana keadaan mereka. Informasi lanjutan mengenai proses pencarian, penanganan di lokasi, serta identitas korban dapat disampaikan setelah dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Masyarakat diimbau menunggu keterangan resmi dan tidak menyebarkan klaim yang belum terverifikasi mengenai kejadian ini.

Basarnas Bali mengerahkan sembilan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jimbaran setelah menerima laporan resmi mengenai longsor yang menimbun penginapan di kawasan Pelaga. Laporan tersebut diterima pada pukul 06.10 WITA, Senin, 2 November 2026. Informasi mengenai pengerahan tim dan waktu penerimaan laporan disampaikan oleh Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya. Pengiriman personel menjadi langkah awal yang dilakukan setelah laporan diterima, dengan tujuan menuju lokasi kejadian di wilayah Badung utara.

Menurut Sidakarya, perjalanan dari Pos Jimbaran menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam. Perkiraan tersebut menggambarkan jarak tempuh yang harus dilalui tim dari titik keberangkatan menuju kawasan Pelaga. Lokasi kejadian berada di bagian utara Kabupaten Badung, sementara personel diberangkatkan dari pos yang berada di Jimbaran. Dengan demikian, tim perlu menempuh perjalanan menuju kawasan tersebut sebelum dapat menangani laporan di lokasi. Tidak ada keterangan mengenai waktu kedatangan yang disampaikan dalam informasi yang tersedia.

Pengerahan sembilan personel ini berkaitan dengan laporan adanya dua wisatawan yang dicari setelah longsor menimbun penginapan. Sidakarya menyampaikan keterangan tentang penerimaan laporan, asal keberangkatan personel, jumlah anggota yang dikerahkan, serta perkiraan waktu perjalanan. Informasi tersebut menjadi dasar untuk memahami respons awal Basarnas Bali terhadap kejadian di Pelaga. Hingga keterangan yang dirujuk ini disampaikan, tidak terdapat rincian tambahan mengenai perkembangan operasi pencarian maupun kondisi di lokasi. Karena itu, laporan mengenai langkah tim dibatasi pada pengiriman personel dan perkiraan perjalanan yang telah disebutkan oleh Kepala Kantor Basarnas Bali.

Hujan lebat yang mengguyur Desa Pelaga dan wilayah sekitarnya sejak Minggu malam, 1 November 2026, diduga memicu longsor di area sebuah penginapan glamping. Curah hujan yang tinggi membuat tebing di sekitar lokasi tiba-tiba runtuh dan materialnya bergerak menuju bangunan penginapan. Peristiwa tersebut menimbun satu unit glamping yang saat itu dihuni dua wisatawan. Kondisi cuaca dan letak penginapan di kawasan bertanah miring menjadi perhatian dalam upaya pencarian setelah kejadian.

Pemilik glamping, Kadek Suardika, melaporkan bahwa longsor terjadi secara mendadak. Material dari tebing menutup unit tempat kedua pengunjung menginap, sehingga keberadaan mereka belum dapat dipastikan. Setelah menerima informasi tersebut, pengelola bersama BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi. Upaya itu dilakukan untuk mencari akses menuju unit yang tertimbun serta mengetahui kondisi para wisatawan. Namun, pencarian menghadapi kendala karena hujan masih turun deras dan situasi di sekitar tebing dinilai berbahaya.

Akses menuju titik longsor sangat curam, sementara kondisi tanah dan cuaca belum mendukung kegiatan di lapangan. Pertimbangan keselamatan membuat tim menghentikan pencarian sementara, alih-alih melanjutkan pekerjaan di medan yang berisiko. Pengelola kemudian meminta bantuan Basarnas untuk mendukung proses pencarian dan penanganan operasi SAR. Keterlibatan tim penyelamat diharapkan membantu upaya penanganan di lokasi dengan peralatan dan langkah yang sesuai dengan kondisi medan. Pencarian terhadap dua wisatawan menjadi prioritas, tetapi keselamatan personel tetap perlu diperhatikan selama hujan dan akses sulit masih menjadi hambatan. Perkembangan kondisi cuaca serta keamanan area akan memengaruhi kapan pencarian dapat dilanjutkan. Hingga upaya awal dihentikan, informasi yang disampaikan berfokus pada longsor yang menimbun unit penginapan dan permintaan dukungan SAR dari pengelola. Situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kejadian memerlukan kehati-hatian, koordinasi antarpihak, serta penilaian kondisi lapangan sebelum tim kembali bergerak.

Dalam pendataan sementara setelah longsor menimbun penginapan di Pelaga, satu dari dua wisatawan yang dicari telah diketahui identitasnya. Korban tersebut bernama Bangkit Mubarok, laki-laki berusia 30 tahun dan berkewarganegaraan Indonesia. Informasi ini menjadi bagian dari data awal yang dihimpun dalam penanganan kejadian, sementara pencarian terhadap kedua pengunjung masih menjadi perhatian tim di lapangan.

Identitas pengunjung kedua hingga kini belum diketahui. Data mengenai nama, usia, maupun kewarganegaraannya belum dapat dipastikan berdasarkan pendataan sementara. Karena informasi yang tersedia masih terbatas, keterangan mengenai korban tersebut perlu menunggu proses verifikasi lebih lanjut. Basarnas melakukan pencarian dan pertolongan dengan mempertimbangkan perkembangan informasi serta kondisi di lokasi longsor.

Upaya tersebut berlangsung di tengah adanya peringatan dini cuaca dari BMKG Wilayah III Denpasar. BMKG menyampaikan potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di kawasan tengah Bali, termasuk wilayah Petang, Badung. Peringatan ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pencarian, sebab perubahan cuaca dapat memengaruhi keadaan medan dan keselamatan petugas maupun pihak lain yang berada di sekitar lokasi.

Basarnas menyatakan pelaksanaan pencarian dan pertolongan akan disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika keadaan di lapangan berubah, langkah operasi akan mengikuti penilaian keselamatan dan situasi terkini. Keselamatan personel menjadi prioritas dalam setiap tahapan, termasuk saat menentukan waktu dan cara melakukan pencarian di area terdampak. Tim tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum melanjutkan tindakan di lapangan, sementara informasi mengenai korban kedua masih menunggu kepastian. Keterangan tersebut menegaskan bahwa langkah penanganan tidak hanya memperhitungkan kebutuhan pencarian, tetapi juga risiko yang dapat muncul selama operasi berlangsung.