Pemprov DKI Siapkan Pembenahan Stadion Kamal Muara yang Kerap Terendam Rob

Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi Stadion Kamal Muara yang berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Rencana pembenahan stadion tersebut disampaikan oleh Camat Penjaringan dalam rapat terbatas bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pertemuan itu berlangsung di kantor Kecamatan Penjaringan pada Jumat, 6 November 2026.

Penyampaian usulan dalam rapat tersebut menjadi pokok informasi mengenai rencana revitalisasi Stadion Kamal Muara. Dalam forum yang dihadiri gubernur itu, camat mengemukakan rencana pembenahan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah tersebut. Stadion yang menjadi objek usulan terletak di kawasan Kamal Muara, yang secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Rapat terbatas itu digelar di kantor kecamatan, bukan di lokasi stadion. Informasi yang disampaikan menempatkan usulan camat sebagai bagian dari pembahasan bersama Gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, rencana revitalisasi muncul dalam pertemuan pemerintah di tingkat wilayah tersebut. Waktu penyampaian usulan tercatat pada Jumat, 6 November 2026, ketika Pramono Anung hadir di kantor Kecamatan Penjaringan.

Hingga keterangan yang tersedia, inti perkembangan yang disebutkan adalah adanya rencana dari Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan revitalisasi Stadion Kamal Muara, serta penyampaian usulan oleh camat dalam rapat terbatas. Informasi ini belum merinci tahapan pelaksanaan, jadwal pekerjaan, cakupan pembenahan, ataupun bentuk tindak lanjut setelah rapat. Karena itu, rencana tersebut dapat dijelaskan sebatas usulan yang disampaikan dalam pertemuan itu, tanpa menambahkan rincian mengenai pelaksanaan atau keputusan yang tidak tercantum.

Lokasi stadion dan tempat berlangsungnya rapat sama-sama berada dalam wilayah Kecamatan Penjaringan, tetapi keduanya merupakan tempat yang berbeda: Stadion Kamal Muara menjadi fasilitas yang direncanakan untuk direvitalisasi, sedangkan kantor kecamatan menjadi lokasi penyampaian usulan. Keterangan mengenai rencana tersebut berfokus pada hubungan usulan camat, kehadiran Gubernur DKI Jakarta, waktu pertemuan, serta fasilitas yang disebut. Belum ada rincian lain yang disampaikan dalam informasi ini mengenai agenda rapat tersebut.

Stadion Kamal Muara memiliki kapasitas sekitar 10 ribu penonton, tetapi lokasinya kerap terdampak genangan saat banjir rob datang. Air yang menggenangi kawasan stadion menjadi persoalan utama yang mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembenahan. Kondisi tersebut berpengaruh langsung pada pemanfaatan stadion, terutama untuk kegiatan olahraga yang membutuhkan lapangan dapat digunakan sesuai jadwal. Dalam penjelasannya, Pramono mengaitkan kejadian rob dengan berhentinya penggunaan stadion sebagai lokasi pertandingan. Dengan demikian, perhatian terhadap persoalan genangan menjadi bagian penting dalam rencana penataan fasilitas tersebut, tanpa menyimpulkan kondisi lain yang tidak disampaikan.

Sebelumnya, stadion di kawasan Kamal Muara itu pernah menjadi markas Persitara, klub sepak bola yang dikenal mewakili Jakarta Utara. Namun, ketika rob berulang kali menyebabkan genangan, stadion tidak lagi digunakan untuk menggelar pertandingan. Hubungan sebab-akibat yang disampaikan Pramono berangkat dari kendala tersebut: rob membuat kawasan stadion tergenang, lalu kegiatan pertandingan tidak lagi berlangsung di sana. Kapasitas yang besar tidak dengan sendirinya menjamin fasilitas dapat terus dimanfaatkan apabila lapangan dan area sekitarnya terdampak air. Karena itu, pembenahan diarahkan untuk menjawab persoalan yang disebutkan, yakni genangan rob yang menghambat penggunaan stadion.

Pengalaman tersebut juga menjelaskan mengapa rencana pembenahan tidak semata berkaitan dengan penyediaan tempat bagi penonton atau tim. Pemanfaatan stadion sebagai arena pertandingan bergantung pada kondisi kawasan ketika air pasang dan rob terjadi. Selama genangan menjadi hambatan, stadion yang dahulu digunakan Persitara tidak berfungsi sebagai lokasi pertandingan seperti sebelumnya. Pemerintah daerah menyiapkan pembenahan dengan latar persoalan itu, sementara rincian teknis maupun jadwal pekerjaan perlu merujuk pada keterangan resmi yang tersedia. Penjelasan mengenai dampak rob ini penting agar pembaca memahami alasan stadion berkapasitas 10 ribu orang tersebut tidak lagi menggelar pertandingan, tanpa menambahkan klaim bahwa bangunannya rusak atau tidak layak.

Pramono memerintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta untuk menghitung kebutuhan biaya pembenahan Stadion Kamal Muara. Perhitungan tersebut menjadi tindak lanjut atas kondisi stadion yang berulang kali terdampak banjir rob. Kedua dinas diminta menelaah kebutuhan revitalisasi agar pemerintah memiliki gambaran mengenai langkah penanganan yang diperlukan, termasuk opsi untuk menaikkan permukaan stadion.

Opsi peninggian permukaan perlu diperhitungkan sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak air pasang yang masuk ke area stadion. Dengan kondisi permukaan yang lebih tinggi, fasilitas tersebut diharapkan tidak lagi mudah terdampak rob. Penghitungan biaya juga diperlukan untuk mengetahui kebutuhan pembenahan secara menyeluruh, bukan hanya melihat genangan yang muncul ketika air pasang, tetapi turut mempertimbangkan kondisi lapangan dan fungsi stadion setelah terdampak air.

Salah satu perhatian utama dalam arahan tersebut adalah kondisi rumput. Genangan yang berulang dapat merusak rumput dan menghambat pemanfaatan lapangan. Karena itu, pembenahan diharapkan dapat mencegah rumput hancur saat air menggenangi stadion. Perhitungan yang dilakukan oleh kedua dinas akan menjadi dasar untuk menilai pilihan penanganan yang sesuai, termasuk apakah peninggian permukaan dapat membantu melindungi area lapangan dari genangan rob.

Langkah ini menempatkan penghitungan kebutuhan biaya sebagai tahap awal sebelum pembenahan ditentukan lebih lanjut. Dinas Pemuda dan Olahraga memiliki kaitan dengan pengelolaan fasilitas olahraga, sedangkan Dinas Sumber Daya Air dapat memberikan pertimbangan terkait persoalan genangan. Keterlibatan kedua instansi tersebut diarahkan agar kebutuhan revitalisasi dapat dikaji dengan memperhatikan fungsi stadion sekaligus risiko rob di kawasan Kamal Muara. Tujuan akhirnya adalah menjaga stadion tetap dapat digunakan dan mengurangi kerusakan rumput akibat genangan. Informasi yang disampaikan belum mencantumkan nilai anggaran maupun jadwal pekerjaan, sehingga keduanya tidak dapat dipastikan pada tahap ini.

Gagasan menggunakan rumput sintetis menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan dalam pembenahan Stadion Kamal Muara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai opsi tersebut relevan untuk mendukung perawatan lapangan, terutama karena stadion berada di kawasan yang kerap terdampak banjir rob. Genangan air laut berpotensi mengganggu kondisi lapangan dan menambah kebutuhan pemeliharaan, sehingga jenis permukaan rumput menjadi bagian penting dalam pembahasan penataan fasilitas.

Pramono menyatakan setuju dengan rencana pembenahan stadion, tetapi hal itu tidak serta-merta berarti pemerintah telah menetapkan penggunaan rumput sintetis. Informasi yang tersedia belum menyebut keputusan final mengenai jenis rumput yang akan dipasang. Karena itu, penggunaan rumput sintetis masih perlu dipahami sebagai alternatif yang sedang dipertimbangkan, bukan kebijakan yang sudah dipastikan. Penentuan material nantinya dapat mempertimbangkan kondisi lokasi, daya tahan terhadap rob, kebutuhan perawatan, serta kesesuaian lapangan untuk kegiatan olahraga.

Pembahasan tersebut juga berlangsung di tengah perubahan lokasi kandang Persitara. Klub asal Jakarta Utara itu sudah lama tidak menggunakan Stadion Kamal Muara sebagai markas pertandingan. Menurut informasi pada akun Instagram resmi Persitara yang dikutip dalam bahan, klub menggunakan Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi sebagai kandang untuk kompetisi Liga Nusantara, atau Divisi 3 Liga Indonesia, musim 2026/2027. Perpindahan tersebut menjadi konteks tersendiri dalam melihat fungsi stadion di Kamal Muara dan rencana pembenahannya.

Meski Persitara kini bermain di Bekasi, pembenahan Stadion Kamal Muara tetap dapat membuka peluang agar fasilitas itu kembali lebih layak digunakan. Perbaikan lapangan dan sarana pendukung berpotensi memberi manfaat bagi kegiatan olahraga di kawasan Jakarta Utara, sepanjang rancangan yang dipilih sesuai dengan tantangan lingkungan setempat. Ketahanan terhadap genangan dan kemudahan pemeliharaan merupakan pertimbangan praktis, tetapi keputusan teknis perlu didasarkan pada kajian serta kebutuhan pengguna.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Langkah Menekan Biaya Pakan dan Menjaga Harga Telur Peternak | Pemerintah Siapkan Pabrik Tepung Telur dan Daging Mulai 2027 | Pemprov DKI Buka Jalur Hukum bagi Korban Dugaan Kekerasan di SMKN 27 Jakarta

11 kunjungan