Sosial  

Penghargaan Mandaya 2026 untuk Program Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID

Penghargaan Mandaya 2026 untuk Program Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID

Jakarta | MIND ID bersama seluruh anggota grup menerima Anugerah Mandaya Award 2026 dalam kategori badan usaha/perusahaan. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi dan upaya pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh grup. Anugerah Mandaya Award diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dengan perhatian pada berbagai inisiatif yang mendukung penguatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam penilaian penghargaan tersebut, MIND ID dan seluruh anggota grup dinilai proaktif dalam mengapresiasi, menyemangati, serta mempercepat pemberdayaan masyarakat. Penilaian ini mencerminkan pentingnya peran badan usaha dalam mendukung masyarakat agar mampu mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas, dan mengambil bagian dalam upaya memperbaiki kesejahteraan. Apresiasi dan dukungan yang berkelanjutan dapat membantu mendorong keterlibatan masyarakat serta memperkuat berbagai proses pemberdayaan.

Pengakuan ini juga selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 mengenai optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Arahan tersebut menegaskan perlunya upaya yang terkoordinasi dan optimal untuk mempercepat penanganan kemiskinan. Dalam konteks itu, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pendekatan penting, karena membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan memperkuat kemandirian.

Penerimaan Mandaya Award 2026 menandai apresiasi terhadap keterlibatan MIND ID dan anggota grup dalam agenda pemberdayaan masyarakat. Penghargaan dalam kategori badan usaha/perusahaan ini sekaligus menempatkan kontribusi dunia usaha sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung pengentasan kemiskinan. Penilaian terhadap sikap proaktif grup menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga dukungan yang mendorong partisipasi dan kemajuan masyarakat.

Selaras dengan kebijakan pemerintah, pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi MIND ID dan seluruh anggota grup untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat. Upaya yang konsisten dan terarah diharapkan dapat memperkuat kontribusi badan usaha terhadap sasaran pengentasan kemiskinan serta penghapusan kemiskinan ekstrem. Anugerah ini pun menegaskan relevansi kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong masyarakat agar memiliki kapasitas dan kesempatan yang lebih baik.

Pemberdayaan masyarakat Grup MIND ID diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membantu memenuhi kebutuhan sosial dasar. Ketiga tujuan ini menjadi landasan bagi pelaksanaan program yang menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan masyarakat dan wilayah sekitar. Dalam aspek ekonomi, perhatian diberikan pada pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK), yang berperan dalam kegiatan ekonomi lokal dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Melalui pembinaan serta dukungan yang relevan, program berupaya membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas dan memperluas peluang usahanya.

Sepanjang 2025, sebanyak 1.027 UMK dijangkau dan dibina melalui program pemberdayaan. Capaian ini menunjukkan luasnya kelompok usaha yang memperoleh jangkauan pembinaan. Pada jalur dukungan yang berbeda, 473 UMK mendapat bantuan untuk memperluas akses pasar. Akses pasar merupakan salah satu kebutuhan pengembangan usaha, karena dapat membuka kesempatan bagi produk untuk menjangkau calon pembeli lebih luas. Sementara itu, 222 unit usaha memperoleh dukungan sarana dan prasarana. Bentuk dukungan ini berkaitan dengan kebutuhan fasilitas atau perlengkapan yang menunjang kegiatan usaha.

Selain capaian tersebut, sebanyak 80 mitra binaan berhasil naik kelas. Angka ini mencatat hasil bagi kelompok mitra binaan yang mencapai perkembangan usaha, sebagaimana dinyatakan dalam data program. Keempat angka tersebut menggambarkan jenis dukungan dan capaian yang berbeda: UMK yang dijangkau dan dibina, penerima dukungan akses pasar, unit usaha yang memperoleh sarana dan prasarana, serta mitra binaan yang naik kelas. Karena masing-masing merujuk pada kategori tersendiri, angka-angka itu tidak dengan sendirinya menjelaskan hubungan atau urutan satu kategori dan kategori lainnya. Penyajian terpisah membantu menunjukkan cakupan pemberdayaan tanpa menarik kesimpulan tambahan. Secara keseluruhan, capaian 2025 memperlihatkan beberapa bentuk upaya untuk mendukung usaha mikro dan kecil, dari pembinaan hingga penguatan fasilitas, akses pasar, dan perkembangan mitra binaan. Upaya ekonomi tersebut merupakan bagian dari tujuan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas, yaitu mendukung ekonomi daerah sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.Sepanjang 2025, Grup MIND ID menjalankan berbagai inisiatif pendidikan untuk memperluas akses belajar dan meningkatkan kesiapan masyarakat. Dukungan diberikan melalui beasiswa kepada 5.322 orang, sebagai upaya membantu penerima melanjutkan pendidikan dan mengurangi hambatan biaya. Selain itu, sebanyak 408 guru mengikuti pelatihan untuk memperkuat kapasitas pengajaran. Pendampingan belajar juga menjangkau 13.388 siswa, sehingga mereka memperoleh dukungan tambahan dalam proses belajar. Program pengembangan keterampilan bagi 1.944 orang melengkapi rangkaian kegiatan tersebut dengan bekal yang dapat mendukung peluang kerja dan kemandirian. Di sisi sarana, sebanyak 389 unit fasilitas pendidikan ditingkatkan agar lingkungan belajar lebih memadai. Capaian-capaian ini menggambarkan pendekatan yang mencakup dukungan bagi peserta didik, tenaga pendidik, keterampilan, serta prasarana.

Di samping pendidikan, program sosial diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kegiatannya mencakup penyediaan dan peningkatan sarana sosial maupun keagamaan, akses terhadap air bersih, layanan kesehatan, bantuan saat terjadi bencana, serta perbaikan rumah tidak layak huni. Pada 2025, sebanyak 683 unit sarana sosial dan keagamaan ditingkatkan. Dukungan tanggap darurat disalurkan di 65 titik, sementara akses air bersih tersedia di 78 titik. Untuk membantu kebutuhan dasar keluarga, Grup MIND ID menyalurkan 63.568 paket sembako. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat dengan beragam kebutuhan, baik dalam kondisi sehari-hari maupun ketika menghadapi situasi darurat.

Dalam bidang kesehatan, layanan diberikan kepada 24.141 orang, disertai peningkatan 54 unit sarana kesehatan. Cakupan ini menunjukkan bahwa dukungan tidak hanya menyasar layanan langsung, tetapi juga fasilitas yang dapat menunjang pelayanan masyarakat. Selain itu, perbaikan dilakukan terhadap 49 rumah tidak layak huni guna membantu penerima manfaat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Berbagai bentuk dukungan pendidikan dan layanan sosial tersebut mencerminkan kontribusi Grup MIND ID sepanjang 2025 dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui program yang menyentuh kebutuhan dasar, pengembangan kapasitas, dan perbaikan fasilitas. Pelaksanaan inisiatif secara beragam juga memungkinkan dukungan menjangkau kelompok penerima manfaat yang berbeda, mulai dari siswa dan guru hingga keluarga, warga yang membutuhkan layanan kesehatan, serta masyarakat terdampak bencana.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menekankan bahwa pengelolaan kekayaan mineral nasional tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Pengelolaan tersebut juga perlu menghadirkan manfaat yang luas dan nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitar wilayah operasi. Dengan demikian, keberhasilan pemanfaatan mineral tidak semata-mata diukur dari nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan dampak positifnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memastikan manfaat sumber daya nasional dapat menjangkau daerah dan mendukung kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Dany, pemberdayaan diharapkan membantu masyarakat daerah menggerakkan kegiatan ekonomi secara mandiri. Dukungan program dapat membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, menciptakan kesempatan ekonomi, serta meningkatkan manfaat yang dirasakan di daerah. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku dalam proses pembangunan, bukan hanya penerima manfaat. Ketika kapasitas dan inisiatif lokal tumbuh, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk menentukan arah kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu, program pemberdayaan anggota Grup MIND ID dirancang dengan memperhatikan konteks setempat, sehingga kegiatan yang dijalankan memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat dan dapat memberi manfaat yang relevan.

Penyesuaian program dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat potensi.

Baca juga: Penemuan Jasad Wanita di Tangerang: Masyarakat Terkejut | Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat | Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri