Rocky Gerung Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berjalan Baik

Rocky Gerung Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berjalan Baik

Jakarta | Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan baik selama dua tahun terakhir. Penilaian itu ia sampaikan saat menghadiri sidang kabinet paripurna yang digelar untuk menandai dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi atas perjalanan pemerintahan sejak Prabowo dan Gibran mulai memimpin Indonesia.

Sidang kabinet paripurna itu menghadirkan jajaran pemerintah dalam agenda yang berfokus pada capaian serta pelaksanaan program selama dua tahun. Kehadiran Rocky dalam acara tersebut memberi konteks bagi pandangannya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia menyampaikan penilaian positif terhadap jalannya pemerintahan, meski keterangan yang tersedia tidak merinci indikator atau bidang tertentu yang menjadi dasar penilaian tersebut.

Penilaian Rocky muncul pada momen ketika kinerja pemerintah lazim menjadi perhatian publik, termasuk dalam hal pelaksanaan kebijakan dan hasil program yang telah dijalankan. Namun, pernyataan bahwa pemerintahan berjalan baik perlu dipahami sebagai pandangan yang ia kemukakan dalam acara tersebut, bukan sebagai kesimpulan menyeluruh mengenai seluruh aspek pemerintahan. Evaluasi yang lebih lengkap dapat mempertimbangkan capaian, tantangan, serta dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Dua tahun pertama merupakan tahap penting untuk melihat bagaimana agenda pemerintahan diterapkan dan bagaimana koordinasi antarlembaga berlangsung. Karena itu, pandangan yang disampaikan di sidang kabinet dapat menjadi salah satu rujukan dalam percakapan publik tentang kinerja pemerintah, sekaligus membuka ruang bagi penilaian dari berbagai pihak. Rocky, dalam kesempatan tersebut, menegaskan penilaian bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan baik selama periode dua tahun. Pernyataan itu menempatkan evaluasi atas pemerintahan sebagai perhatian utama dalam peringatan dua tahun masa kepemimpinan, dengan Istana Kepresidenan Jakarta menjadi lokasi penyampaian pandangan tersebut.

Rocky Gerung memperlihatkan gestur finger heart dengan menggunakan kedua tangannya saat menyampaikan apresiasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Isyarat tersebut menjadi bagian dari cara Rocky menggambarkan penilaiannya mengenai jalannya pemerintahan selama dua tahun. Dalam momen itu, kedua tangan Rocky membentuk tanda hati kecil yang dikenal sebagai finger heart. Gestur tersebut hadir berdampingan dengan pernyataannya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan baik, sebagaimana disampaikan dalam penilaian yang menjadi perhatian publik.

Finger heart merupakan isyarat berbentuk hati yang populer dari Korea Selatan, sesuai keterangan sumber. Tanda ini umumnya dibuat dengan mempertemukan ibu jari dan telunjuk sehingga tampak menyerupai bentuk hati. Rocky menggunakan kedua tangannya untuk menunjukkan gestur tersebut. Dengan demikian, bentuk isyaratnya terlihat jelas sebagai finger heart, bukan sekadar gerakan tangan yang tidak berkaitan dengan pernyataan yang disampaikan. Keterangan mengenai asal popularitas gestur itu memberi konteks singkat bagi pembaca yang mungkin belum mengenal istilahnya.

Dalam konteks pernyataan Rocky, gestur tersebut menggambarkan apresiasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai perjalanan pemerintahan itu berjalan baik dan menunjukkan tanda finger heart sebagai bentuk penyampaian apresiasi. Uraian ini terbatas pada hubungan yang disampaikan gestur dan penilaian tersebut. Tidak ada tafsir tambahan yang perlu dilekatkan pada isyarat itu di luar keterangan bahwa Rocky menggunakannya untuk menggambarkan apresiasinya. Penyebutan asal popularitas finger heart dari Korea Selatan juga berfungsi sebagai informasi mengenai bentuk gestur, bukan sebagai penjelasan lain atas pandangan Rocky. Karena itu, momen tersebut dapat dipahami melalui dua hal yang dinyatakan: penilaian Rocky terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan penggunaan gestur hati dengan kedua tangannya. Keduanya muncul dalam satu konteks penyampaian apresiasi, tanpa perlu menambahkan makna lain yang tidak disebutkan sumber.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam sidang kabinet paripurna merupakan pengalaman pertama. Meski demikian, ia menegaskan bahwa status sebagai peserta perdana bukanlah hal yang paling penting untuk dibicarakan. Menurutnya, perhatian utama seharusnya diarahkan pada momentum evaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan selama dua tahun.

Ia menyampaikan, “Bukan soal perdana, urgensinya karena dua tahun jadi harus dievaluasi,” untuk menjelaskan alasan pentingnya meninjau perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran. Pernyataan tersebut menempatkan evaluasi sebagai kebutuhan yang muncul seiring masa kerja pemerintah, bukan sebagai respons terhadap pengalaman pribadi seseorang menghadiri sidang kabinet.

Evaluasi setelah dua tahun dapat menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana kebijakan dan program pemerintah telah dijalankan. Peninjauan semacam itu juga dapat membantu membandingkan tujuan yang sebelumnya disampaikan dengan pelaksanaan di lapangan. Dengan demikian, pembahasan tidak berhenti pada kegiatan formal atau siapa saja yang hadir, tetapi beralih pada capaian, kendala, serta hal-hal yang masih memerlukan perhatian.

Dalam konteks tersebut, pengalaman pertama Rocky mengikuti sidang kabinet paripurna menjadi latar bagi pandangannya, bukan pokok penilaian terhadap pemerintahan. Ia menekankan urgensi untuk menilai kinerja setelah dua tahun, sehingga publik dan pemerintah dapat melihat perkembangan secara lebih terukur. Evaluasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan hasil dan proses dapat memberi gambaran tentang aspek yang berjalan baik maupun bagian yang perlu diperbaiki.

Penekanan itu menunjukkan bahwa keberadaan forum kabinet perlu dihubungkan dengan pembahasan substantif mengenai kinerja. Setelah dua tahun pemerintahan, penilaian yang terbuka dan berlandaskan pelaksanaan program dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya. Bagi Rocky, karena itu, hal yang patut digarisbawahi bukan semata-mata bahwa ia baru pertama kali hadir, melainkan kebutuhan untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan pada titik waktu tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pada Selasa, 20 Oktober 2026, mengenai capaian pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun. Ia menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang ditandai kerja dan hasil nyata, sekaligus bagian dari perjalanan pengabdian untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di seluruh negeri. Penjelasan itu merujuk pada berbagai program prioritas yang dijalankan pemerintah sejak awal masa kerja kabinet.

Bidang yang disorot mencakup ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, investasi, dan hilirisasi industri. Rangkaian sektor tersebut menggambarkan luasnya agenda pemerintah, dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga penguatan kegiatan ekonomi dan pengolahan sumber daya di dalam negeri. Teddy menyajikannya sebagai cuplikan perjalanan dua tahun pertama, bukan sekadar daftar kebijakan, tetapi sebagai gambaran upaya yang diarahkan untuk memberi dampak bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Teddy menyebut, “Sekilas cuplikan, 2 tahun pertama kerja nyata untuk negeri.” Ungkapan itu menekankan bahwa penilaian atas masa pemerintahan tersebut disampaikan melalui gambaran program dan capaian yang telah berjalan. Pesan mengenai kerja nyata juga menghubungkan berbagai bidang prioritas dengan tujuan pelayanan publik, yakni agar hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Video yang menyertai keterangan Teddy membawa narasi itu kembali ke awal pemerintahan, dengan menampilkan pembentukan Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024 sebagai titik mula perjalanan. Cuplikan tersebut juga memuat penekanan Prabowo tentang kesetiaan kepada bangsa dan negara. Selain itu, Prabowo menekankan pengelolaan kekayaan nasional untuk sebesar-besarnya pelayanan kepada rakyat. Dalam konteks itu, perjalanan dua tahun ditampilkan sebagai kelanjutan dari komitmen awal kabinet: menjalankan pemerintahan dengan mengarahkan sumber daya dan program nasional pada kepentingan masyarakat. Penekanan tersebut melengkapi paparan Teddy tentang capaian lintas sektor, sekaligus memberi latar bagi pesan bahwa kerja pemerintahan dinilai melalui manfaat yang hendak diwujudkan bagi rakyat di seluruh negeri.

Baca juga: Refleksi Ultah ke-28 Partai Amanat Nasional: Ucapan Prabowo yang Menggugah | Komentar Prabowo Soal Pakar yang Sering Kritik Pemerintah