Yogyakarta | Harga bahan bakar minyak Pertamina tidak mengalami perubahan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Tarif BBM nonsubsidi tetap sama seperti periode sebelumnya, sedangkan harga Pertalite dan Biosolar yang termasuk BBM bersubsidi juga tidak berubah. Dengan demikian, konsumen masih dapat mengacu pada daftar harga yang berlaku saat ini ketika merencanakan pembelian bahan bakar di SPBU Pertamina.
Untuk produk nonsubsidi, harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo tetap dipertahankan. Begitu pula dengan dua jenis bahan bakar diesel, yaitu Dexlite dan Pertamina Dex, yang tidak mengalami penyesuaian. Ketetapan ini berlaku pada tanggal pemantauan, Kamis, 15 Oktober 2026. Tidak ada kenaikan maupun penurunan harga untuk rangkaian produk tersebut berdasarkan informasi yang menjadi acuan.
Harga produk-produk nonsubsidi itu telah berlaku sejak 2 September 2026 dan masih dipertahankan hingga 15 Oktober 2026. Sementara itu, harga Pertalite dan Biosolar bersubsidi juga tetap, sehingga kedua kelompok BBM sama-sama tidak menunjukkan perubahan pada periode tersebut. Informasi ini memberi gambaran mengenai tarif yang berlaku pada tanggal tertentu, bukan kepastian bahwa harga akan tetap sama untuk periode berikutnya.
Perlu diperhatikan bahwa harga BBM dapat berbeda menurut wilayah dan ketentuan distribusi yang berlaku. Karena itu, konsumen yang membutuhkan angka tarif untuk daerah tertentu sebaiknya memeriksa informasi resmi Pertamina atau menanyakan langsung kepada petugas SPBU setempat. Meski begitu, inti informasi untuk Kamis, 15 Oktober 2026, adalah tidak ada penyesuaian harga pada produk nonsubsidi yang disebutkan, sementara Pertalite dan Biosolar bersubsidi juga tetap. Daftar harga pada tanggal tersebut merujuk pada tarif yang telah diterapkan sejak 2 September 2026, sehingga perubahan terbaru belum diberlakukan dalam informasi ini.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi masih sama dengan harga pada periode sebelumnya. Keterangan tersebut disampaikan pada Kamis, 1 Oktober 2026, ketika Pertamina menjelaskan bahwa belum ada perubahan harga untuk produk nonsubsidi. Dengan demikian, harga yang berlaku tetap mengikuti ketetapan pada periode sebelumnya. Informasi ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan tarif BBM Pertamina menjelang pertengahan Oktober, sekaligus menegaskan bahwa harga nonsubsidi belum mengalami penyesuaian pada saat keterangan diberikan.
Dalam keterangannya, Kitty menyatakan bahwa hingga saat ini harga yang sama dengan periode sebelumnya masih diterapkan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pertamina mempertahankan tarif yang telah berlaku, bukan mengumumkan perubahan baru. Perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat sebelum melakukan penyesuaian harga. Pertimbangan itu disampaikan secara umum, tanpa merinci faktor lain dalam keterangan tersebut. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan dari penjelasan Pertamina adalah harga BBM nonsubsidi masih tetap, sementara keputusan penyesuaian mempertimbangkan kondisi masyarakat.
Keterangan dari Pertamina Patra Niaga ini memberi penjelasan mengenai dasar status harga nonsubsidi yang tidak berubah pada periode tersebut. Masyarakat dapat mencermati pengumuman resmi berikutnya untuk mengetahui apabila terdapat keputusan baru. Sampai informasi yang disampaikan Kitty pada 1 Oktober 2026, belum ada perubahan dari periode sebelumnya yang disebutkan untuk harga BBM nonsubsidi. Sikap Pertamina untuk mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat sebelum menetapkan penyesuaian juga menjadi bagian dari penjelasan perusahaan mengenai kebijakan harga. Pernyataan ini tidak menetapkan kapan perubahan akan dilakukan, melainkan menegaskan bahwa tarif yang sama masih diterapkan hingga keterangan tersebut disampaikan. Oleh sebab itu, pembaca perlu membedakan informasi tentang harga yang berlaku saat itu dari kemungkinan keputusan pada waktu mendatang. Jika ada penyesuaian, keterangan resmi Pertamina dapat menjadi rujukan untuk memahami tarif terbaru, namun pada tanggal pernyataan tersebut harga nonsubsidi tetap sama seperti periode sebelumnya.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, harga BBM Pertamina yang dicantumkan mencakup DKI Jakarta dan sejumlah provinsi di sekitarnya. Daftar tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Rincian harga ini menjadi acuan bagi konsumen di wilayah-wilayah tersebut untuk melihat tarif setiap jenis bahan bakar per liter.
Pada kelompok bensin nonsubsidi, Pertamax Turbo dijual seharga Rp19.600 per liter. Pertamax Green 95 tercatat Rp19.150 per liter, sedangkan harga Pertamax adalah Rp15.950 per liter. Perbedaan tarif ant produk perlu diperhatikan saat memilih BBM, karena masing-masing memiliki harga yang telah ditetapkan dalam daftar untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen. Seluruh nominal tersebut dinyatakan dalam satuan rupiah per liter.
Untuk jenis diesel nonsubsidi, Dexlite dibanderol Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Dengan demikian, Pertamina Dex menjadi produk dengan harga tertinggi di jenis BBM yang disebutkan dalam rincian ini, sementara Pertamax berada pada harga terendah di kelompok nonsubsidi yang tercantum. Harga berlaku sebagai informasi berdasarkan cakupan wilayah yang disebutkan, bukan gambaran tarif untuk seluruh daerah di Indonesia.
Di samping harga nonsubsidi tersebut, tarif BBM bersubsidi disebut tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar berada pada harga Rp6.800 per liter. Kedua harga ini melengkapi rincian harga BBM Pertamina bagi konsumen di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Konsumen sebaiknya mencocokkan wilayahnya dengan daftar tersebut, sebab rincian yang disampaikan secara khusus merujuk pada daerah dengan PBBKB 5 persen. Harga yang tercantum membantu membedakan kelompok produk nonsubsidi dan subsidi, serta memberi gambaran nominal yang perlu disiapkan saat mengisi bahan bakar. Untuk keperluan perbandingan, seluruh angka di atas merupakan tarif per liter sebagaimana tercantum dalam sumber untuk wilayah terkait.
Rincian harga BBM Pertamina untuk sejumlah wilayah Sumatra pada 15 Oktober 2026 menunjukkan dua kelompok harga yang memiliki wilayah tercantum jelas. Untuk Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter. Harga Pertamax di kelompok wilayah ini adalah Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter. Adapun Dexlite dijual Rp24.200 per liter, sementara Pertamina Dex tercatat Rp25.750 per liter.
Kelompok wilayah kedua mencakup Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Di daerah-daerah tersebut, harga Pertalite tercantum Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Pertamax berada pada harga Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Turbo tercatat Rp20.450 per liter. Untuk produk diesel, Dexlite dipatok Rp24.750 per liter dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter. Rincian ini mempertahankan nama wilayah sebagaimana tercantum dalam bahan harga.
Bahan yang tersedia juga mencantumkan satu kelompok harga lain tanpa nama wilayah yang terbaca. Kelompok tersebut memuat Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800 per liter, Pertamax Rp14.950 per liter, serta Dexlite Rp22.150 per liter. Tidak ada harga Pertamax Turbo atau Pertamina Dex yang disebutkan dalam kelompok ini. Karena identitas wilayahnya tidak tersedia, angka-angka tersebut disajikan terpisah dan tidak dilekatkan pada daerah tertentu.
Kelompok tanpa label wilayah lainnya mencatat Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Pertamax dalam daftar ini berharga Rp15.150 per liter, sementara Pertamax Turbo tercantum Rp18.550 per liter. Harga Dexlite adalah Rp22.500 per liter dan Pertamina Dex Rp23.950 per liter.
Baca juga: Pergerakan Harga Emas Perhiasan di Jakarta 14 September 2026 | Inisiatif Pertamina Tambah SPBU Modular di Makassar | Strategi Pertamina Atasi Antrean BBM di Makassar






