Jakarta | Ruben Onsu kembali membagikan video yang menampilkan mantan istrinya, Sarwendah, sedang berada dalam sebuah pertemuan di sebuah rumah. Rekaman tersebut memperlihatkan Sarwendah bersama delapan orang lainnya dalam satu ruangan. Unggahan itu disampaikan melalui akun Instagram @ruben_onsu dan kembali menarik perhatian publik karena muncul di tengah perseteruan Ruben dan Sarwendah.
Video tersebut menjadi sorotan setelah Ruben memberikan keterangan mengenai dugaan aktivitas yang berlangsung dalam pertemuan itu. Ia menduga keberadaan Sarwendah dan sejumlah orang tersebut berkaitan dengan kemungkinan adanya kesepakatan lanjutan. Namun, dugaan itu merupakan pernyataan dari Ruben dan belum dapat disebut sebagai fakta yang telah terkonfirmasi.
Dalam keterangannya, Ruben juga menyoroti pihak-pihak yang terekam dalam video. Ia menduga mereka melakukan transaksi, sebagaimana hal yang sebelumnya ia soroti melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penjelasan Ruben saat membagikan kembali video pertemuan Sarwendah kepada publik.
Unggahan itu kemudian memunculkan beragam respons dari warganet. Sebagian pengguna media sosial berusaha memahami konteks pertemuan berdasarkan visual yang terlihat, sementara lainnya menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebut. Sampai saat ini, belum ada informasi yang memastikan tujuan pertemuan tersebut maupun apakah benar terdapat transaksi di dalamnya.
Karena itu, video yang beredar perlu dipahami sebagai rekaman yang disertai dugaan dan sudut pandang Ruben. Isi pertemuan, identitas seluruh orang yang hadir, serta kemungkinan adanya kesepakatan lanjutan masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait. Perkembangan berikutnya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut.
Dugaan mengenai adanya kesepakatan lanjutan muncul setelah pertemuan Sarwendah dengan delapan orang kembali menjadi perhatian. Berdasarkan pernyataan Ruben Onsu yang dikutip pada Minggu, 11 Oktober 2026, pertemuan tersebut tidak hanya dipandang sebagai sebuah pertemuan biasa. Ruben menyampaikan dugaan secara hati-hati, tanpa menyatakan bahwa kesepakatan itu telah terbukti atau memastikan apa saja isi pembicaraan yang berlangsung di pihak-pihak terkait.
Ruben mengaitkan pertemuan tersebut dengan kemungkinan adanya kesepakatan setelah acara itu berlangsung. Menurut dugaan yang disampaikannya, bisa saja terdapat pembicaraan atau persetujuan lanjutan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang hadir. Pernyataan tersebut menempatkan kemungkinan itu sebagai sebuah dugaan, bukan sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. Karena itu, makna pernyataannya perlu dipahami sesuai konteks, yakni sebagai pertanyaan atau kemungkinan mengenai apa yang terjadi setelah pertemuan tersebut.
Dalam kutipan yang disampaikan, Ruben pada intinya mengatakan bahwa mungkin terdapat kesepakatan lanjutan setelah pertemuan itu. Ia juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan tindakan transaksi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang hadir, sebagaimana yang disebutnya terlihat dalam rekaman CCTV yang sebelumnya diunggah. Pernyataan itu tidak secara langsung menetapkan bahwa transaksi benar-benar terjadi, melainkan menyoroti kemungkinan yang menurutnya patut diperhatikan berdasarkan rekaman tersebut.
Dengan demikian, dugaan Ruben berfokus pada kemungkinan adanya hubungan pertemuan Sarwendah dengan delapan orang dan kesepakatan atau transaksi setelahnya. Rekaman CCTV yang telah diunggah disebut sebagai dasar pengaitan dalam pernyataan tersebut, tetapi isi dan makna rekaman tetap perlu dipahami secara cermat. Sampai terdapat penjelasan atau informasi yang lebih pasti, dugaan mengenai kesepakatan lanjutan tersebut sebaiknya diposisikan sebagai pernyataan Ruben, bukan sebagai kepastian mengenai peristiwa yang terjadi.
Sebelum video pertemuan Sarwendah dengan delapan orang kembali menjadi sorotan, Ruben Onsu lebih dahulu menyinggung sebuah rekaman kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut disebut memperlihatkan Manda, yang dikenal sebagai asisten Sarwendah, mengambil sebuah amplop berwarna putih dari dalam tas merah. Tas itu berada di atas sofa dalam lokasi yang berkaitan dengan persoalan mereka. Potongan rekaman tersebut kemudian menjadi bagian dari pembahasan publik mengenai dugaan aliran uang dan konflik yang tengah diperdebatkan.
Ruben menduga amplop putih itu berisi uang tunai dalam jumlah besar, yakni sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta. Namun, isi amplop tersebut tidak terlihat secara jelas dalam rekaman. Karena itu, nilai uang maupun keberadaan uang di dalamnya belum dapat dipastikan hanya berdasarkan tayangan CCTV. Pernyataan mengenai nominal tersebut berasal dari penafsiran dan klaim Ruben ketika menjelaskan rekaman yang ia soroti.
Dalam penjelasannya, Ruben juga mengaitkan dugaan uang itu dengan pembayaran buzzer. Ia menyebut uang tersebut diduga digunakan untuk membiayai pihak-pihak yang bertugas menyerang atau menjatuhkan dirinya melalui media sosial. Tuduhan itu muncul dalam konteks perseteruan Ruben dan pihak yang dikaitkan dengan Sarwendah, sehingga pernyataannya menjadi perhatian setelah dibicarakan kembali bersamaan dengan beredarnya video terbaru.
Meski demikian, dugaan mengenai isi amplop, nominal uang, serta tujuan pembayarannya perlu ditempatkan sebagai klaim Ruben dalam perseteruan tersebut. Tidak ada kepastian dari sumber yang disebutkan bahwa amplop itu memang berisi uang senilai puluhan juta rupiah atau bahwa dana tersebut benar-benar digunakan untuk membayar buzzer. Rekaman CCTV hanya menjadi dasar pembahasan mengenai tindakan mengambil amplop, sedangkan makna dan tujuan di balik tindakan itu masih memerlukan penjelasan serta verifikasi dari pihak-pihak terkait.
Sarwendah kemudian menyampaikan penjelasannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pertemuan tersebut bukan atas inisiatif sendiri, melainkan setelah menerima undangan dari Ibu Z. Menurut Sarwendah, Ibu Z mengajaknya untuk bertemu dengan content creator Artos dan pengacara Jaenuddin.
Dalam penjelasan itu, Sarwendah menyebut bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan persoalan hak gono-gini atas sebuah rumah. Rumah yang dimaksud disebut akan dilelang sehingga persoalan mengenai hak atas aset tersebut perlu dibicarakan dengan pihak yang dianggap memahami masalah hukum. Ia juga menyampaikan bahwa informasi mengenai pertemuan itu diperoleh dari Ibu Z.
Sarwendah menuturkan, Ibu Z menjelaskan bahwa Jaenuddin memiliki kemampuan untuk membantu menangani persoalan tersebut. Secara khusus, menurut Sarwendah, Ibu Z menyampaikan bahwa Jaenuddin dapat membantu dalam kasus hak gono-gini rumah yang akan dilelang. Keterangan itu menjadi alasan Sarwendah bersedia hadir dan mengikuti pertemuan dengan pihak-pihak yang disebutkan.
Penjelasan Sarwendah turut menyinggung isi rekaman yang sebelumnya menjadi perhatian. Rekaman tersebut dikaitkan dengan pembicaraan mengenai uang, sementara kehadirannya dalam pertemuan dijelaskan sebagai bagian dari upaya membahas persoalan rumah dan hak gono-gini. Sarwendah memberikan konteks bahwa undangan tersebut datang dari Ibu Z dan berkaitan dengan informasi mengenai bantuan hukum yang mungkin diberikan oleh Jaenuddin.
Dengan demikian, terdapat perbedaan versi mengenai pertemuan itu. Dugaan Ruben Onsu menyoroti pertemuan Sarwendah dengan delapan orang serta pembicaraan mengenai uang dalam rekaman. Sementara itu, Sarwendah menjelaskan bahwa dirinya datang setelah diundang Ibu Z untuk bertemu Artos dan Jaenuddin, dengan pembahasan yang berkaitan dengan hak gono-gini atas rumah yang disebut akan dilelang. Ia juga menegaskan bahwa informasi tentang kemampuan Jaenuddin membantu perkara tersebut disampaikan kepadanya oleh Ibu Z.
Baca juga: Pertemuan Penting Persija dan Persib: Menanti Aksi Balsa Sekulic di Super League | Tingkatkan Kesadaran Bahaya Karhutla, TNI Kembali Laksanakan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sambas | Mengingat Kembali Peristiwa Kelam di Bulan September Indonesia
