Yogyakarta | PSIM Yogyakarta harus puas berbagi angka dengan Isenmulang Kalteng FC setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Sabtu (24/10) itu berakhir dengan skor 0-0. Hasil ini memperpanjang catatan PSIM yang belum meraih kemenangan hingga pekan ketujuh kompetisi.
Satu poin dari laga tersebut belum cukup untuk mengangkat PSIM keluar dari zona degradasi. Tim asal Yogyakarta itu kini menempati peringkat ke-17 dengan koleksi dua poin. Sementara itu, Isenmulang berada satu tingkat di atasnya, yakni posisi ke-16, dengan tiga poin. Selisih kedua tim hanya satu angka, sehingga hasil pertemuan langsung ini belum mengubah posisi mereka secara signifikan di papan bawah klasemen.
Bagi PSIM, tambahan poin tetap memiliki arti, tetapi kebutuhan untuk meraih kemenangan semakin mendesak. Tanpa hasil maksimal, jarak dengan tim-tim di luar zona merah berisiko melebar seiring bergulirnya pertandingan berikutnya. Persaingan di papan bawah pun menuntut konsistensi, bukan hanya kemampuan menghindari kekalahan. Karena itu, hasil imbang kali ini menjadi modal terbatas yang perlu segera ditindaklanjuti dengan performa lebih efektif.
Skor kacamata juga membuat kedua tim harus menerima bahwa peluang untuk memperbaiki posisi belum dimanfaatkan sepenuhnya. PSIM belum mampu mengakhiri rentetan tanpa kemenangan, sedangkan Isenmulang gagal menjauh dari rival langsungnya di klasemen. Dengan kompetisi masih berjalan, peluang untuk memperbaiki keadaan tetap terbuka, tetapi setiap poin akan semakin penting. PSIM perlu mengubah hasil seri menjadi kemenangan pada laga mendatang agar dapat keluar dari tekanan zona degradasi. Isenmulang juga membutuhkan tambahan poin untuk menjaga jarak dan memperkuat posisinya di atas PSIM.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSIM menunjukkan pendekatan menyerang dan berusaha mengambil inisiatif permainan. Tim yang diasuh pelatih sementara Guntur Cahyo Utomo itu tidak menunggu terlalu lama untuk mencari celah di pertahanan Isenmulang. Pergerakan dan upaya membangun serangan mulai terlihat pada fase awal pertandingan, menandakan keinginan PSIM untuk memberi tekanan lebih dahulu. Intensitas tersebut membuat Isenmulang perlu merespons ancaman yang datang, meski laga masih berada pada menit-menit pembuka. Bagi PSIM, memulai pertandingan dengan agresif menjadi cara untuk menguji kesiapan lawan sekaligus membuka peluang menciptakan kesempatan berbahaya.
Salah satu ancaman awal hadir saat pertandingan baru berjalan 36 detik. Adrian Purzycki mencoba memanfaatkan ruang dengan melepaskan tembakan jarak jauh ke arah gawang Isenmulang. Bola tersebut mengarah ke sasaran, tetapi kiper Lucas Frigeri mampu menepisnya. Aksi itu menjadi gambaran awal keberanian PSIM dalam menyerang: Purzycki tidak ragu mencoba dari luar kotak penalti, sementara Frigeri segera menunjukkan kesiapan untuk mengamankan gawangnya. Tembakan tersebut belum menghasilkan gol, namun menjadi peluang penting yang menegaskan bahwa PSIM telah memberi ancaman sejak awal pertandingan.
Respons cepat Purzycki juga memberi warna pada jalannya laga sejak detik pertama. Upaya jarak jauh itu membuat pertandingan langsung berlangsung dalam suasana kompetitif, dengan PSIM berusaha meneruskan tekanan dan Isenmulang menjaga pertahanannya. Peluang pada detik ke-36 tidak dapat dipandang sebagai hasil akhir serangan, melainkan sebagai tanda bahwa PSIM memiliki niat menyerang serta mampu menguji penjaga gawang lawan lebih awal. Frigeri berhasil menggagalkan percobaan tersebut, sehingga skor tetap belum berubah pada momen itu. Meski demikian, ancaman yang tercipta menunjukkan bahwa tim asuhan Guntur Cahyo Utomo datang dengan dorongan untuk mencari kesempatan, bukan sekadar menunggu permainan berkembang. Tembakan Purzycki menjadi salah satu momen pembuka yang mencerminkan agresivitas PSIM dalam pertandingan melawan Isenmulang.
Tekanan PSIM berlanjut pada menit ketujuh melalui situasi yang berawal dari kesalahan di lini belakang Isenmulang. Lucas Frigeri, yang berusaha mengalirkan bola dengan umpan, justru mengirimkan passing yang tidak akurat. Kesalahan tersebut membuka ruang bagi Ezequiel Vidal untuk bergerak cepat dan menghalau bola. Arah blok Vidal kemudian membuat bola meluncur menuju gawang yang telah ditinggalkan Frigeri, sehingga peluang PSIM tampak sangat menjanjikan.
Dalam momen itu, Vidal memiliki kesempatan untuk membawa PSIM unggul lebih dahulu. Namun, bola hasil bloknya tidak mengarah tepat ke sasaran dan hanya melenceng tipis dari gawang. Frigeri yang sebelumnya berada di luar posisinya tidak mampu menjangkau bola, tetapi keberuntungan masih berpihak kepada Isenmulang karena ancaman tersebut tidak berbuah gol. Situasi itu menjadi peringatan bagi pertahanan Isenmulang agar lebih cermat saat membangun serangan dari belakang, terutama ketika PSIM memberikan tekanan sejak awal pertandingan.
Dua menit setelah peluang Vidal, PSIM kembali mengancam melalui sundulan Franco Ramos Mingo. Umpan yang datang ke area pertahanan Isenmulang disambut Mingo dengan tandukan yang mengarah ke gawang. Kali ini, Frigeri mampu bereaksi dengan baik dan mengamankan bola, sehingga peluang tersebut tidak berkembang menjadi gol. Penyelamatan itu membantu Isenmulang melewati tekanan beruntun yang tercipta dalam rentang waktu singkat. Meski PSIM beberapa kali memperoleh kesempatan untuk membuka keunggulan, penyelesaian akhir mereka belum cukup akurat, sementara Frigeri berhasil menahan sundulan Mingo. Rangkaian peluang pada menit ketujuh dan kesembilan tersebut menambah intensitas pertandingan, tetapi tidak mengubah kedudukan. Skor tetap imbang, dan kedua tim masih memiliki kesempatan untuk mencari gol pada menit-menit berikutnya. Bagi PSIM, awal yang agresif memperlihatkan kemampuan mereka memanfaatkan celah, sedangkan Isenmulang mendapat ruang untuk merapikan pertahanan setelah lolos dari ancaman dekat gawang itu.
Isenmulang mulai menunjukkan perlawanan ketika pertandingan memasuki menit ke-15. Setelah PSIM lebih dahulu menghadirkan peluang sejak awal, giliran Isenmulang mencoba mengancam melalui Firman Ramadhan. Ia melepaskan sepakan spekulasi dari luar kotak penalti, dalam upaya untuk mengubah jalannya laga dan membawa timnya meraih keunggulan. Percobaan tersebut menjadi salah satu momen serangan Isenmulang yang tercatat dalam pertandingan ini.
Bola hasil sepakan Firman melambung dan tidak mengarah ke gawang. Meski belum menghasilkan gol, percobaan itu menandai respons Isenmulang setelah PSIM lebih dulu memperoleh kesempatan pada fase awal. Firman memilih mencoba dari jarak jauh, bukan menunggu bola dibawa lebih dekat ke area berbahaya. Namun, arah tendangannya membuat peluang tersebut berakhir tanpa ancaman yang berbuah angka di papan skor.
Upaya Firman Ramadhan itu menjadi salah satu usaha Isenmulang yang disebutkan dalam jalannya pertandingan. Sepakan spekulasi dari luar kotak penalti tersebut menggambarkan adanya percobaan untuk membalas tekanan, tetapi bola yang melambung belum mampu mengubah kedudukan. Tidak ada gol yang lahir dari momen itu. Kedua tim tetap melanjutkan pertandingan dengan skor yang belum berubah setelah peluang Isenmulang tersebut.
Hingga pertandingan berakhir, PSIM dan Isenmulang sama-sama tidak mencetak gol. Peluang PSIM yang hadir sejak awal dan percobaan Isenmulang melalui Firman menjadi bagian dari rangkaian momen yang tercatat, tetapi tidak mengubah hasil akhir. Sepakan pada menit ke-15 itu pun tetap menjadi salah satu upaya Isenmulang yang disebutkan, sementara papan skor menunjukkan angka 0-0 sampai laga selesai. Dengan demikian, pertandingan kedua tim berakhir tanpa gol, dan percobaan Firman dari luar kotak penalti tidak menghasilkan perubahan kedudukan.
Baca juga: Meningkatkan Kreativitas dan Peluang Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui Batik | Wisuda Ke-42 PNJ: Keberhasilan Besar dan Peluang Kerja bagi Lulusan