Jakarta | Persija Jakarta meraih kemenangan keempat secara beruntun di Super League setelah mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 4-0. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu sore, 10 Oktober 2026 WIB. Hasil ini menjadi penegasan atas konsistensi Persija pada awal kompetisi sekaligus menjaga catatan sempurna mereka dalam empat pertandingan pertama.
Kemenangan Persija ditentukan oleh kontribusi tiga pemain. Alexander Jeremejeff mencetak satu gol, sementara Stjepan Loncar menyumbangkan dua gol. Satu gol lainnya lahir dari aksi Kwon Chang-hoon. Keempat gol tersebut memastikan Persija mampu mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 4-0 atas PSIM Yogyakarta.
Tambahan tiga poin dari laga di Bantul membuat Persija tetap mempertahankan hasil sempurna sejak kompetisi dimulai. Dalam empat pertandingan awal Super League, tim ibu kota selalu meraih kemenangan. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Persija berhasil menjaga momentum positif dan terus berada dalam jalur yang kuat pada fase awal musim.
Bagi PSIM Yogyakarta, kekalahan ini membuat mereka harus menerima hasil akhir tanpa mampu mencetak gol. Sebaliknya, Persija meninggalkan Stadion Sultan Agung dengan kemenangan meyakinkan yang dibangun melalui dua gol Stjepan Loncar, satu gol Alexander Jeremejeff, dan satu gol Kwon Chang-hoon. Rangkaian hasil itu sekaligus menempatkan kemenangan atas PSIM sebagai bagian penting dari perjalanan Persija di awal Super League.
Alexander Jeremejeff mulai menunjukkan peran pentingnya sebagai mesin gol baru Persija Jakarta pada awal Super League. Penyerang asal Swedia tersebut telah mencetak tiga gol dari empat penampilan, sehingga untuk sementara menjadi pemain Persija dengan jumlah gol terbanyak. Catatan itu menempatkannya sebagai salah satu tumpuan utama tim dalam membangun serangan sekaligus menyelesaikan peluang di area pertahanan lawan.
Tiga gol Jeremejeff tidak hanya lahir ketika Persija menghadapi satu lawan. Ia mencatatkan namanya di papan skor saat berjumpa PSIM Yogyakarta, Borneo FC, dan Persib Bandung. Rangkaian tersebut memperlihatkan kemampuannya memberikan kontribusi pada pertandingan dengan karakter berbeda, termasuk ketika menghadapi tim-tim yang memiliki persaingan dan tekanan tinggi di kompetisi domestik.
Konsistensi pemain berusia 33 tahun itu juga terlihat dari keberaniannya terlibat dalam berbagai situasi penyerangan. Dalam empat laga yang telah dijalaninya, Java United menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan gol dari Jeremejeff. Fakta tersebut menunjukkan bahwa mayoritas lawan yang dihadapinya sudah merasakan dampak langsung dari kehadiran sang penyerang di lini depan Persija.
Berdasarkan catatan situs iLeague, Jeremejeff juga memimpin Persija dalam jumlah tembakan tepat sasaran. Ia telah membukukan total tujuh shot on target, sebuah angka yang menegaskan keterlibatannya dalam menciptakan ancaman bagi gawang lawan. Statistik tersebut melengkapi torehan tiga golnya dan memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari konsistensi dalam menghasilkan peluang yang berpotensi menjadi gol.
Sebelum bergabung dengan Persija, Alexander Jeremejeff telah memiliki pengalaman berkarier di sejumlah klub Eropa. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari latar belakang sang penyerang sebelum memulai kiprahnya bersama klub asal Jakarta. Dalam kariernya, ia pernah memperkuat Malmo, Twente, Panathinaikos, dan PAOK Salonika. Keempat klub tersebut tercatat sebagai bagian dari perjalanan Jeremejeff di level klub sebelum dirinya menjadi bagian dari Persija.
Pengalaman bersama klub-klub Eropa itu memberikan konteks mengenai perjalanan Jeremejeff sebagai pemain sebelum hadir di awal kompetisi bersama Persija. Malmo, Twente, Panathinaikos, dan PAOK Salonika merupakan nama-nama yang pernah diperkuatnya. Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Jeremejeff datang dengan latar belakang karier yang telah mencakup beberapa klub di Eropa. Informasi itu menjadi gambaran awal mengenai rekam perjalanan sang penyerang sebelum memperkuat tim ibu kota.
Selain pengalaman di level klub, Jeremejeff juga pernah tampil untuk tim nasional Swedia. Ia memiliki satu penampilan bersama negara tersebut. Penampilan itu terjadi pada 8 Januari 2019, ketika Jeremejeff menjadi starter dalam pertandingan uji coba melawan Finlandia. Catatan tersebut melengkapi pengalaman yang dimilikinya sebelum bergabung dengan Persija. Dengan demikian, latar belakang Jeremejeff mencakup perjalanan bersama Malmo, Twente, Panathinaikos, dan PAOK Salonika, serta satu kesempatan tampil sebagai starter untuk tim nasional Swedia dalam laga uji coba melawan Finlandia.
Sejak awal kedatangannya ke Persija, Alexander Jeremejeff telah dipandang sebagai sosok yang dapat memberikan dimensi baru di lini depan. Penyerang berusia 33 tahun itu tidak hanya diharapkan mengisi posisi ujung tombak, tetapi juga menjadi sumber gol yang mampu membantu tim bersaing sejak awal Super League. Keyakinan tersebut sudah terlihat dalam penilaian Shin Tae-yong terhadap karakter dan kemampuan sang pemain.
Shin Tae-yong meyakini bahwa pengalaman serta ketenangan Jeremejeff di depan gawang dapat menjadi aset penting bagi Persija. Kehadirannya memberikan pilihan yang lebih kuat dalam membangun serangan, terutama ketika tim membutuhkan penyelesaian akhir yang efektif. Peran tersebut membuat Jeremejeff menjadi salah satu tumpuan utama Macan Kemayoran untuk menjaga produktivitas dan meraih hasil positif pada setiap pertandingan.
Kontribusi Jeremejeff pada awal musim turut memperlihatkan alasan di balik keyakinan itu. Ia mampu menjalankan tugasnya sebagai penyerang dengan memberikan ancaman di area pertahanan lawan dan membantu Persija memperoleh gol-gol penting. Performa tersebut menjadi sinyal bahwa pemain asal Swedia itu dapat beradaptasi dengan tuntutan kompetisi sekaligus menjawab harapan yang menyertainya sejak bergabung dengan klub.
Dalam pernyataannya yang dimuat di situs resmi Persija, Shin Tae-yong menyebut Jeremejeff sebagai “striker yang cukup bagus”. Ia juga menilai kehadiran pemain tersebut dapat mengatasi kekhawatiran pendukung Persija mengenai posisi penyerang. Pernyataan itu menegaskan bahwa perekrutan Jeremejeff bukan sekadar penambahan pemain, melainkan bagian dari upaya memperkuat sektor depan. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, ia berpeluang menjadi sumber gol baru sekaligus figur penting dalam perjalanan Persija pada musim ini.
Baca juga: Pertemuan Penting Persija dan Persib: Menanti Aksi Balsa Sekulic di Super League | Jelang Pertandingan Epic: Persija Jakarta Vs Persib Bandung | Temukan Lokasi Nobar Terbaik untuk Laga Persija vs Persib di Bandung
