Pengadaan Rudal BrahMos Diprotes, Massa Tuntut Keterbukaan Pemerintah

Pengadaan Rudal BrahMos Diprotes, Massa Tuntut Keterbukaan Pemerintah

Jakarta | Puluhan massa yang mengatasnamakan Poros Pemuda Peduli Indonesia menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Kedutaan Besar India, kawasan Gama Tower, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 6 Juli 2026. Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.15 WIB tersebut berlangsung dengan pengamanan aparat dan berakhir dalam kondisi aman serta tertib.

Dalam aksi itu, peserta menyuarakan penolakan terhadap rencana pengadaan rudal BrahMos. Mereka meminta pemerintah membuka seluruh proses pengadaan alutsista kepada publik serta memastikan setiap tahapan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Selain menyampaikan orasi, massa membawa spanduk, poster, alat pengeras suara, serta satu unit mobil komando. Berbagai tulisan yang dibawa peserta menyoroti pentingnya pengawasan DPR terhadap pengadaan alat utama sistem persenjataan, termasuk desakan agar penggunaan anggaran negara dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Para pengunjuk rasa juga mempertanyakan nilai transaksi pembelian rudal BrahMos dari India. Mereka meminta pemerintah India memberikan penjelasan yang jelas mengenai dasar penetapan harga, sekaligus mendorong pemerintah Indonesia melakukan kajian yang menyeluruh sebelum melanjutkan proses pengadaan.

Dalam orasinya, massa turut menyoroti mekanisme pembayaran pengadaan alutsista secara bertahap. Menurut mereka, skema tersebut tidak boleh menjadi celah untuk mengurangi fungsi pengawasan DPR. Mereka juga menilai setiap pengadaan alutsista strategis semestinya memperoleh persetujuan lembaga legislatif sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain isu transparansi, peserta aksi mendesak pemerintah lebih mengutamakan penyelesaian kewajiban utang negara sebelum menambah pembiayaan baru untuk belanja pertahanan yang masih menuai perdebatan. Mereka berharap setiap kebijakan pengadaan alutsista benar-benar didasarkan pada kebutuhan strategis serta efisiensi penggunaan anggaran negara.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.47 WIB setelah seluruh tuntutan disampaikan. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib, sementara situasi di sekitar Kedutaan Besar India kembali normal dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa di bawah pengamanan aparat.

Pewarta: Abdul Latif

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *