Persib Bangkit dari Dua Gol Ketertinggalan, Igor Tolic Soroti Kesalahan di Babak Pertama

Persib Bangkit dari Dua Gol Ketertinggalan, Igor Tolic Soroti Kesalahan di Babak Pertama

Bandung | Persib Bandung harus puas berbagi poin dengan Dewa United setelah bermain imbang 2-2 dalam lanjutan Indonesia Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Minggu (11/10/2026). Sebagai tuan rumah, Persib gagal mengamankan kemenangan, meski mampu bangkit setelah menghadapi situasi sulit sejak babak pertama.

Persib sempat tertinggal dua gol pada 45 menit awal pertandingan. Keunggulan tersebut membuat Dewa United berada dalam posisi yang lebih menguntungkan sebelum jeda. Namun, tim Bandung menunjukkan respons pada paruh kedua dan berhasil mencetak dua gol untuk menyamakan kedudukan. Perlawanan itu mengubah skor pertandingan menjadi 2-2.

Setelah Persib menyamakan kedudukan, kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan selesai. Skor akhir tetap 2-2, sehingga Persib dan Dewa United masing-masing membawa pulang satu poin dari pertemuan tersebut. Hasil ini juga menegaskan kemampuan Persib untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol, meskipun raihan di kandang belum cukup untuk menghasilkan kemenangan.

Pertandingan di Si Jalak Harupat berlangsung dengan hasil yang mencerminkan dua wajah permainan Persib. Pada babak pertama, tuan rumah harus menerima kerugian akibat tertinggal dua gol. Setelah turun minum, Persib mampu memperbaiki keadaan dan menciptakan kebangkitan hingga kedudukan kembali seimbang. Akan tetapi, upaya tersebut berhenti pada skor 2-2 karena tidak ada gol lain sampai wasit mengakhiri pertandingan.

Igor Tolic menilai Persib Bandung menjalani babak pertama dengan situasi yang kurang menguntungkan. Timnya kebobolan dua gol akibat dua kesalahan yang dilakukan sendiri di lini belakang. Menurutnya, kesalahan tersebut menjadi faktor utama yang membuat Persib harus menutup paruh awal pertandingan dalam posisi tertinggal, meskipun permainan belum sepenuhnya berada di bawah kendali lawan.

Kesempatan yang muncul dari kesalahan Persib dapat dimanfaatkan secara efektif oleh para pemain Dewa United. Igor menilai lawan memiliki kualitas yang bagus sehingga mampu menghukum kelengahan sekecil apa pun. Ketika Persib kehilangan konsentrasi dan tidak menjalankan tugas pertahanan secara optimal, Dewa United dapat mengubah situasi tersebut menjadi ancaman yang berujung pada gol. Evaluasi itu menunjukkan bahwa masalah utama Persib pada babak pertama bukan semata-mata tekanan lawan, melainkan kesalahan internal yang memberi ruang bagi Dewa United untuk berkembang.

Di sisi lain, Persib sebenarnya sempat menciptakan beberapa peluang sebelum turun minum. Upaya tersebut memperlihatkan bahwa tim masih mampu membangun serangan dan memberikan respons terhadap permainan Dewa United. Namun, peluang yang dimiliki belum cukup untuk mengubah keadaan di papan skor. Efektivitas lawan dalam memanfaatkan dua kesalahan di lini belakang membuat Persib tetap memasuki jeda pertandingan dengan defisit dua gol. Bagi Igor, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar pemain lebih disiplin, tenang, dan fokus dalam menjalankan peran masing-masing, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas individu serta kemampuan memanfaatkan peluang yang baik.

Persib menunjukkan respons berbeda setelah turun minum. Tertinggal dua gol pada babak pertama, tim asuhan Igor Tolic memasuki babak kedua dengan intensitas permainan yang meningkat. Persib tampil lebih agresif dan berusaha mengejar ketertinggalan sejak awal paruh kedua. Perubahan tersebut membuat tekanan terhadap lawan semakin terasa, sekaligus membuka peluang bagi Persib untuk mengubah jalannya pertandingan.

Upaya mengejar ketertinggalan itu membuahkan hasil dalam waktu singkat. Balsa Seculic mencetak gol pada menit ke-52 dan memperkecil jarak. Hanya berselang dua menit, tepatnya pada menit ke-54, Marc Klok kembali mencetak gol untuk Persib. Dua gol cepat tersebut mengubah keadaan secara signifikan karena membuat skor menjadi imbang 2-2.

Setelah kedudukan kembali seimbang, Persib tetap berusaha mempertahankan momentum kebangkitan pada babak kedua. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga pertandingan berakhir. Skor 2-2 pun bertahan sampai laga selesai. Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan Persib untuk bangkit setelah berada dalam posisi tertinggal dua gol, terutama melalui peningkatan intensitas dan permainan yang lebih agresif setelah turun minum. Respons pada babak kedua menjadi bagian penting dari pertandingan karena dua gol yang tercipta dalam rentang waktu sangat berdekatan mampu menghapus keunggulan lawan. Dengan demikian, Persib berhasil mengamankan hasil imbang setelah sebelumnya menghadapi ketertinggalan, sementara Igor Tolic dapat melihat perubahan performa timnya setelah jeda. Babak kedua menjadi periode ketika Persib menunjukkan reaksi paling kuat dalam upaya menyamakan kedudukan, hingga akhirnya skor 2-2 tidak berubah sampai peluit akhir dibunyikan.

Usai pertandingan, Igor Tolic memberikan apresiasi kepada seluruh pemain Persib yang menunjukkan perjuangan hingga peluit akhir. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum dan selama pertandingan. Persib harus menjalani perjalanan yang melelahkan, menghadapi jadwal padat, serta bermain di lapangan yang kondisinya sulit akibat hujan. Situasi tersebut membuat tuntutan fisik dan konsentrasi pemain menjadi lebih besar.

Igor menilai para pemain tetap berusaha menjalankan rencana permainan dengan baik. Mereka terus melakukan pressing, berupaya menciptakan peluang, dan memberikan respons positif setelah tertinggal dua gol. Performa pada babak kedua menjadi bukti bahwa tim tidak kehilangan kepercayaan diri. Walaupun tingkat kesegaran mulai menurun menjelang pertandingan berakhir, para pemain tetap tampil habis-habisan untuk mengubah keadaan.

Pelatih Persib tersebut juga menyoroti mentalitas serta karakter pantang menyerah yang diperlihatkan tim. Bangkit dari situasi sulit, menurut penilaiannya, menunjukkan adanya keyakinan dan semangat kolektif di dalam skuad. Para pemain tidak membiarkan kesalahan pada babak pertama menentukan hasil akhir. Mereka terus berjuang, menjaga kekompakan, dan memanfaatkan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan hingga akhirnya membawa pulang satu poin.

Bagi Igor, satu poin tetap patut dihargai, terutama setelah tim berada dalam posisi yang sulit. Ia menekankan bahwa kekompakan harus tetap dijaga dalam setiap keadaan, baik ketika Persib menang, bermain imbang, maupun mengalami kekalahan. Dukungan penuh dari suporter juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tim. Dengan sikap saling mendukung dan karakter yang terus dibangun, Persib diharapkan mampu menjadikan hasil tersebut sebagai modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Baca juga: Pembukaan Toko Robot Cerdas Pertama di Indonesia | Prabowo Subianto: Kesalahan Berpidato adalah Hal yang Manusiawi | Peluncuran Resmi iPhone Duo: Inovasi Ponsel Lipat Pertama Dari Apple