Kota Cek Fakta | Unggahan mengenai kuis berhadiah atas nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beredar di Facebook. Informasi tersebut mengklaim bahwa pengguna dapat memperoleh hadiah dengan mengikuti permainan tebak nama kota. Unggahan itu dibuat oleh salah satu akun pada 10 Oktober 2026 dan menarik perhatian karena mencantumkan nama serta foto pejabat publik.
Dalam unggahan tersebut, foto Dedi Mulyadi tampak digunakan sebagai gambar utama. Pada sudut kiri atas foto terdapat logo BKPSDM, sehingga tampilan materi tersebut seolah-olah berkaitan dengan lembaga pemerintahan. Penggunaan elemen visual itu dapat membuat pembaca mengira bahwa kuis tersebut merupakan program resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau instansi terkait.
Narasi yang menyertai foto berisi ajakan kepada pengguna untuk menebak sebuah kata yang disebut berkaitan dengan nama kota. Pengunggah juga meminta peserta mengirimkan jawaban melalui pesan Messenger. Mereka yang memberikan jawaban disebut berpeluang memperoleh hadiah. Pola semacam ini biasanya dirancang untuk mendorong pengguna berinteraksi langsung dengan pengelola akun tanpa terlebih dahulu memeriksa sumber informasi.
Karena membawa nama dan foto Dedi Mulyadi, klaim tersebut perlu diverifikasi melalui kanal resmi pemerintah, akun media sosial terverifikasi, atau pernyataan dari instansi yang disebutkan. Kehadiran logo BKPSDM dan foto pejabat tidak otomatis membuktikan bahwa kuis itu benar-benar resmi. Masyarakat juga perlu mencermati alamat akun, riwayat unggahan, serta permintaan untuk mengirim pesan pribadi sebelum membagikan data atau mengikuti instruksi lebih lanjut. Pemeriksaan awal ini penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan menghindari kemungkinan penipuan berkedok pemberian hadiah.
Penelusuran dilakukan pada akun Facebook resmi Dedi Mulyadi dengan nama pengguna @dedimulyadi1971. Akun tersebut diketahui memiliki tanda centang biru, sehingga dapat digunakan sebagai pembanding terhadap unggahan yang mencantumkan nama Dedi Mulyadi. Pemeriksaan ini berfokus pada ada atau tidaknya informasi mengenai kuis tebak nama kota yang disertai tawaran hadiah.
Hasil penelusuran pada akun resmi tersebut tidak menemukan unggahan yang memuat kuis tebak nama kota berhadiah seperti yang beredar dalam unggahan akun penyebar. Tidak terdapat informasi pada akun @dedimulyadi1971 yang menunjukkan adanya ajakan untuk menebak nama kota atau keterangan mengenai hadiah dalam konteks tersebut. Temuan ini berbeda dari klaim yang disampaikan melalui unggahan yang mencatut nama Dedi Mulyadi.
Perbandingan kedua sumber tersebut menjadi bagian penting dalam pemeriksaan klaim. Di satu sisi, unggahan yang beredar menyampaikan adanya kuis tebak kota dengan hadiah dan menggunakan nama Dedi Mulyadi. Di sisi lain, akun Facebook resmi yang telah terverifikasi tidak memuat informasi serupa. Dengan demikian, keberadaan klaim pada akun penyebar tidak didukung oleh keterangan yang ditemukan pada akun resmi @dedimulyadi1971.
Pemeriksaan terhadap akun resmi juga menunjukkan bahwa nama Dedi Mulyadi dalam unggahan tersebut perlu dibedakan dari informasi yang benar-benar dipublikasikan melalui akun resminya. Tidak ditemukannya kuis tebak nama kota berhadiah pada akun terverifikasi menjadi temuan pembanding utama dalam penelusuran ini. Karena itu, klaim yang beredar tidak memiliki kesesuaian dengan informasi pada akun Facebook resmi Dedi Mulyadi.
Penelusuran lanjutan terhadap gambar yang digunakan dalam unggahan tersebut dilakukan dengan Google Lens. Hasil pencarian menunjukkan bahwa foto serupa telah lebih dahulu dimuat oleh akun Facebook Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat pada 11 April 2026. Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa gambar dalam klaim hadiah tebak kota bukanlah materi baru yang dibuat khusus untuk promosi kuis, melainkan foto yang diambil dari unggahan resmi lembaga pemerintah.
Dalam unggahan aslinya, foto tersebut digunakan untuk menyampaikan ucapan ulang tahun kepada Dedi Mulyadi dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Jawa Barat. Isi dan konteks publikasi berfokus pada penyampaian doa serta apresiasi, bukan ajakan mengikuti permainan tebak nama kota. Tidak ditemukan keterangan mengenai hadiah, mekanisme kuis, batas waktu pendaftaran, ataupun aturan untuk memenangkan sejumlah uang atau barang sebagaimana dinarasikan dalam unggahan yang beredar.
Perbedaan konteks juga terlihat dari bagian keterangan unggahan sumber. Pengelola akun meminta pengguna yang ingin mendaftar untuk menghubungi atau mengirimkan pesan pribadi melalui Facebook. Permintaan tersebut berkaitan dengan komunikasi pada unggahan ucapan resmi, bukan bukti adanya pendaftaran kuis berhadiah. Informasi tentang pesan pribadi itu tampaknya kemudian dapat disalahartikan atau dimanfaatkan untuk membangun narasi promosi yang tidak memiliki hubungan dengan sumber awal.
Dengan demikian, hasil pencarian visual memperlihatkan adanya perubahan narasi secara signifikan. Foto asli memang berasal dari akun resmi BPKAD Provinsi Jawa Barat, tetapi penggunaannya dalam klaim hadiah tebak kota telah dilepaskan dari konteks semula. Pembaca perlu memeriksa keterangan lengkap, tanggal publikasi, dan akun pengunggah sebelum mempercayai ajakan pendaftaran atau menyerahkan data melalui pesan pribadi. Kesamaan foto tidak otomatis membuktikan kebenaran narasi yang menyertainya.
Berdasarkan hasil verifikasi, klaim bahwa Dedi Mulyadi membagikan hadiah melalui kuis tebak nama kota di Facebook dinyatakan sebagai hoaks. Unggahan tersebut tidak menunjukkan adanya dasar yang dapat membuktikan bahwa kuis dan hadiah itu benar-benar berasal dari akun atau kegiatan resmi yang bersangkutan. Foto maupun nama tokoh yang dicantumkan dalam unggahan tidak dapat dijadikan bukti tunggal atas kebenaran sebuah informasi, terutama ketika konteks asli materi tersebut tidak disertakan secara jelas.
Pola unggahan yang mengarahkan pengguna untuk melanjutkan komunikasi melalui pesan pribadi juga perlu dipahami sebagai indikasi yang berpotensi berkaitan dengan penipuan. Dalam skema semacam itu, pengguna dapat terdorong untuk membagikan identitas pribadi atau memberikan informasi lain yang seharusnya tidak disampaikan kepada pihak yang belum terverifikasi. Selain itu, komunikasi lanjutan melalui jalur pribadi berpotensi menghubungkan masyarakat dengan tawaran pinjaman online ilegal, khususnya apabila ajakan tersebut disertai permintaan data atau janji hadiah yang tidak dapat dibuktikan.
Dengan demikian, klaim hadiah kuis tebak kota atas nama Dedi Mulyadi tidak layak dipercaya atau diikuti. Pengguna perlu memeriksa akun resmi yang menjadi sumber informasi dan membandingkannya dengan konteks asli foto sebelum mempercayai sebuah unggahan media sosial. Pemeriksaan tersebut membantu membedakan informasi yang benar dari konten yang memanfaatkan nama tokoh, foto, atau format kuis untuk membangun kesan seolah-olah resmi. Ketelitian terhadap sumber dan konteks menjadi hal penting agar ajakan dalam unggahan media sosial tidak diterima tanpa dasar yang jelas.
Baca juga: Fakta di Balik Hoaks Penyalahgunaan Nama Kedai Donat | Hoaks yang Mengancam Nama Baik Lesti Kejora
