Kota Bandung | Razia gabungan narkotika di kawasan Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Jumat malam, 16 Oktober 2026, menemukan tiga orang dengan hasil pemeriksaan urine positif mengonsumsi sabu. Operasi tersebut melibatkan kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Temuan yang dapat dipastikan dari informasi awal ini adalah hasil tes urine terhadap tiga orang tersebut. Keterangan itu menjadi inti kegiatan yang berlangsung pada malam hari itu. Pemeriksaan urine menjadi dasar penyebutan hasil positif, sehingga laporan ini membatasi uraian pada hasil tes yang disebutkan dan tidak menambahkan kesimpulan lain di luar informasi tersebut.
Hasil pemeriksaan urine menunjukkan indikasi konsumsi sabu pada tiga orang yang diperiksa. Informasi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan identitas mereka, kadar zat yang terdeteksi, ataupun rincian prosedur pengambilan sampel. Karena itu, jumlah yang disebutkan dalam laporan ini merujuk pada orang dengan hasil tes urine positif, bukan pada jumlah barang bukti atau perkara yang telah diproses. Keterangan mengenai razia juga tidak menyebut adanya penemuan narkotika, penangkapan, maupun tindakan lanjutan tertentu. Tanpa informasi tambahan dari pihak berwenang, hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan. Pemisahan hasil tes dan tindakan hukum penting agar berita tetap akurat dan tidak melampaui fakta yang tersedia.
Keterlibatan kepolisian, BNN, TNI, dan Satpol PP menandai bahwa operasi di Saritem dilakukan secara gabungan. Namun, informasi yang tersedia hanya menyebut unsur instansi yang berpartisipasi dan hasil pemeriksaan urine terhadap tiga orang. Tidak ada rincian lebih jauh mengenai pembagian tugas tiap instansi, waktu pelaksanaan yang lebih spesifik, atau jumlah keseluruhan orang yang diperiksa. Dengan demikian, inti laporan tetap pada hasil tes yang dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Perkembangan berikutnya, apabila disampaikan oleh pihak berwenang, dapat memberi konteks tambahan terkait pemeriksaan maupun penanganan. Sampai ada keterangan tersebut, hasil urine positif ini menjadi fakta utama yang dapat dilaporkan mengenai razia gabungan di kawasan Saritem pada malam itu.
Setelah hasil pemeriksaan awal diketahui, tiga orang yang dinyatakan positif sabu akan dibawa ke Polrestabes Bandung. Mereka akan menjalani pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Langkah tersebut dilakukan setelah tes menunjukkan hasil positif, sementara proses berikutnya bertujuan menindaklanjuti temuan dalam razia gabungan di kawasan Saritem. Informasi yang disampaikan mengenai penanganan ini belum merinci bentuk pemeriksaan lanjutan ataupun waktu pelaksanaannya.
Pembawaan ketiga orang itu ke Polrestabes Bandung menjadi tindak lanjut atas hasil tes, bukan akhir dari rangkaian pemeriksaan. Pendalaman diperlukan agar petugas dapat menelusuri informasi yang relevan sesuai prosedur. Hingga keterangan yang disampaikan, belum dijelaskan lebih jauh mengenai identitas mereka, hasil pemeriksaan lain, ataupun keputusan lanjutan yang mungkin diambil setelah proses di kantor polisi. Karena itu, informasi mengenai status dan penanganan mereka tetap merujuk pada keterangan resmi yang tersedia.
Dalam kegiatan yang sama, beberapa perempuan di kawasan Saritem juga akan dibawa oleh Satpol PP. Keterangan tersebut disampaikan terpisah dari informasi mengenai tiga orang yang positif sabu. Tidak ada penjelasan mengenai alasan atau dugaan yang menjadi dasar tindakan terhadap para perempuan itu. Oleh sebab itu, keduanya tidak dapat disamakan ataupun dihubungkan tanpa keterangan pendukung. Penjelasan yang tersedia hanya menyebut bahwa Satpol PP akan membawa beberapa perempuan dari kawasan tersebut, tanpa memerinci tujuan atau proses berikutnya.
Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi menerangkan bahwa razia bersama tersebut merupakan pelaksanaan kedua di Saritem. Keterangan ini menunjukkan bahwa kegiatan itu bukan kali pertama dilakukan di kawasan tersebut, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan hasil ataupun tujuan khusus dari pelaksanaan sebelumnya. Dalam menyampaikan perkembangan razia, penting membedakan tindakan terhadap orang yang dinyatakan positif sabu dari langkah Satpol PP terhadap beberapa perempuan. Rincian lebih lanjut mengenai kedua penanganan itu belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Dengan demikian, perkembangan berikutnya perlu menunggu penjelasan dari pihak berwenang.Dalam keterangannya mengenai razia gabungan di Saritem, Kasatnarkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana membandingkan hasil pemeriksaan pada kegiatan terbaru dengan razia pertama. Ia menyebut bahwa dalam razia pertama petugas menemukan 21 orang yang mengonsumsi narkoba. Sementara itu, pada razia kali ini, tiga orang dinyatakan positif sabu setelah menjalani tes urine. Perbedaan angka tersebut menjadi dasar bagi Oliestha untuk menyatakan adanya penurunan jumlah temuan dalam kegiatan terbaru, sesuai dengan perbandingan yang ia sampaikan. Angka itu menggambarkan hasil yang dilaporkan dari masing-masing razia, bukan alasan untuk mengubah rincian kategori pemeriksaan yang telah disebutkan secara terpisah. Jadi, inti perbandingan terletak pada angka yang dipaparkan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jumlah pada razia kali ini lebih rendah daripada angka yang dicatat saat razia pertama. Oliestha secara khusus menyebut temuan 21 orang yang mengonsumsi narkoba pada kegiatan awal, lalu membandingkannya dengan tiga orang yang hasil tes urinenya positif sabu pada pemeriksaan terbaru. Dengan demikian, keterangan mengenai penurunan merujuk pada perbandingan angka temuan sebagaimana disampaikan oleh Kasatnarkoba. Informasi itu tidak memberikan rincian tambahan tentang seluruh orang yang diperiksa atau hasil lain di luar tiga hasil positif yang disebutkan. Pembaca dapat memahami perbedaan jumlah tersebut tanpa menarik kesimpulan lebih jauh mengenai prosedur, cakupan pemeriksaan, ataupun perubahan kondisi di lokasi.
Penting pula untuk mempertahankan perbedaan istilah dalam laporan kedua razia. Pada razia pertama, keterangan yang tersedia menyebut 21 orang mengonsumsi narkoba. Untuk razia kali ini, informasi yang disampaikan adalah tiga orang dinyatakan positif sabu melalui tes urine. Kedua keterangan itu dapat dibandingkan sebagai angka temuan menurut penjelasan Oliestha, tetapi tidak semestinya dianggap sebagai kategori hasil pemeriksaan yang identik. Tidak ada keterangan tambahan dalam perbandingan tersebut yang menjelaskan lebih jauh kesetaraan metode atau cakupan kedua angka. Karena itu, laporan mengenai penurunan perlu disampaikan secara terbatas sesuai pernyataan narasumber: temuan kali ini berjumlah tiga orang positif sabu, lebih sedikit daripada 21 orang yang disebut ditemukan saat razia pertama.
Satnarkoba Polrestabes Bandung menyatakan penyisiran di kawasan Saritem akan terus dilakukan sebagai bagian dari Operasi Antik. Langkah tersebut diarahkan untuk mencari orang yang diduga menggunakan narkoba maupun pihak yang terlibat dalam peredarannya. Petugas akan tetap memantau kawasan itu dan menindaklanjuti informasi yang berkaitan dengan penyalahgunaan serta transaksi narkotika. Dedi menyampaikan bahwa razia tidak berhenti pada kegiatan yang telah berlangsung, melainkan akan dilanjutkan secara konsisten. Upaya berulang ini diharapkan membantu aparat mengidentifikasi aktivitas yang perlu ditangani sesuai prosedur hukum, sekaligus menjaga pengawasan di wilayah yang menjadi perhatian.
Selain Saritem, sejumlah kawasan lain di Kota Bandung juga berpeluang menjadi sasaran penyisiran. Menurut Dedi, wilayah yang diindikasi menjadi lokasi peredaran narkoba dapat diperiksa apabila terdapat dasar dan informasi yang mendukung. Dengan demikian, pelaksanaan operasi tidak hanya terpaku pada satu titik, tetapi dapat menyesuaikan dengan perkembangan temuan petugas. Penentuan lokasi berikutnya dilakukan untuk menjangkau dugaan aktivitas narkotika di berbagai bagian kota. Aparat juga mengajak masyarakat memberikan informasi yang relevan agar dapat ditindaklanjuti, sementara setiap pemeriksaan dan penanganan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Keterangan tersebut menegaskan bahwa pengawasan akan berlangsung secara berkelanjutan, dengan Saritem tetap menjadi salah satu lokasi yang disisir.
Oliestha mengatakan kegiatan tersebut mendukung program prioritas Kapolri yang dijalankan bersama pemangku kepentingan lain.
Baca juga: Temukan Lokasi Nobar untuk Laga Persija vs Persib di Bandung | Kesiap Siagaan Babinsa Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla Di Buluqsen