TNI  

Mantan Danjen Kopassus Iwan SetyawanPenakluk Gunung Everest yang Kini Bintang 3

JAKARTA,UPDATE.NEWS86,-Mayjen TNI Iwan Setyawan mendapat promosi jabatan sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif). Dengan jabatan itu Iwan Setiawan akan naik pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen) atau Bintang 3 (Tiga)

Penunjukan Iwan Setiawan ini tercantum dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 tertanggal 6 Desember 2024. Iwan Setiawan menggantikan posisi Letjen TNI Teguh Muji Angkasa yang dipindahtugaskan menjadi Dosen Tetap di Universitas Pertahanan (Unhan).

Dirangkum dari sejumlah sumber, Selasa (10/12/2024), Letjen Iwan Setiawan yang lahir pada 16 Februari 1968 merupakan lulusan Akademi Militer pada 1992 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Namanya sempat menjadi perhatian dunia ketika berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Everest, bersama dua prajurit Kopassus lainnya pada tahun 1997.

Saat itu, ketika baru lulus pendidikan Komando, Iwan mengikuti seleksi Tim Ekspedisi Everest 97. Ekspedisi pendakian puncak gunung tertinggi di dunia itu dalam rangka menyambut HUT ke-45 Kopassus. Ekspedisi Everest 97 digagas Danjen Kopassus yang kala itu masih dijabat Mayjen TNI Prabowo Subianto. Setelah mengikuti seleksi, Iwan pun terpilih menjadi salah satu perwira Akmil yang ikut Ekspedisi Everest 97.

Iwan yang saat itu masih berpangkat Letnan Satu, berhasil menginjakkan kaki di atap dunia bersama Sertu Misirin dan Pratu Asmujiono. Mereka tiba di puncak gunung tertinggi dunia itu tepat pukul 15.20 di ketinggian 8.500 kaki dengan suhu -50 derajat celcius.

Iwan Setiawan mengaku tidak mudah menaklukkan puncak Everest. Apalagi Iwan saat itu tidak memiliki bekal pengalaman mendaki gunung. Bahkan ia tidak tahu seperti apa Gunung Everest.

Menurut Iwan, mendaki Gunung Everest memang tidak  bisa sembarangan. Pendaki harus mempersiapkan diri tiga sampai lima tahun sebelumnya. Pendaki harus Latihan mendaki gunung dengan ketinggian 3 ribu meter di atas permukaan laut (mdpl), lalu 4 ribu dan 5 ribu.

Tetapi, berkat kegigihannya Iwan pun berhasil menyusul anggota lainnya yang lebih dulu sampai. Pencapaian Iwan itu tidak hanya mengharumkan nama Kopassus dan TNI, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

Iwan menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Margahayu pada tahun 1988. Setelah itu ia masuk Akmil.  Iwan juga pernah mengenyam pendidikan Sesarcabif, Komando A-64, Susar PARA dan Susar PARA Utama.

Selain itu, pendidikan Dik Free Fall, Dik Pandu Udara, Diklapa I, dan Diklapa II. Pada 2007, dia mengikuti Seskoad Dikreg XLV, dilanjutkan dengan Susdanyon, Susdandim, dan Sesko TNI. Terakhir pada 2018, dia mengikuti Lemhannas RI.

Selama kariernya, Iwan banyak menghabiskan tugas di Kopassus. Setelah lulus dari Akmil, Iwan  ditempatkan sebagai Pama Pussenif. Pada tahun yang sama, ia menduduki jabatan Dan Unit Grup 2/Parako Kopassus.

Sejak itu, sebagian besar karier militer Iwan berlangsung di Kopassus, dengan sejumlah jabatan strategis yang ia emban, baik di tingkat grup maupun di pusat pendidikan spesialisasi Kopassus.

Iwan pernah menjadi Wadanyon 12 Grup 1/Parako, Dansesko Spesialisasi Pusdikpassus, hingga Danpusdikpassus. Setelah hampir dua dekade mengabdi di Kopassus, Iwan sempat dipindah tugaskan pada 2012 dan kembali ke satuan tersebut pada 2014 sebagai Danpusdikpassus.

Pada tahun 2022, Iwan akhirnya dipercaya menjadi Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus). Pada 2023, Iwan dipromosikan menjadi Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, yang membawahi wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di posisi ini, ia memimpin berbagai operasi teritorial dan mempertahankan keamanan wilayah yang luas.

Iwan Setiawan  tercatat memiliki sejumlah brevet militer bergengsi, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya Brevet Kualifikasi Kopassus, Free Fall, Para Utama, serta brevet asing seperti Advanced Military Free Fall Parachutist Badge dari Singapore Army dan Master Parachutist Badge dari US Army. Selain itu, ia juga memiliki Brevet Kualifikasi Pandu Udara, Basic Parachutist Badge dari Royal Thai Army, dan banyak lainnya. (Dispenad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *