Pekanbaru | Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggerebek tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Riau. Operasi tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam kegiatan yang berkaitan dengan dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkotika itu, petugas mengamankan 68 orang dari lokasi.
Seluruh orang yang diamankan kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik melakukan pendataan dan pemeriksaan guna mengetahui keterlibatan masing-masing pihak dalam dugaan aktivitas narkotika di tempat hiburan tersebut. Polisi juga memasang garis polisi di area MP Club untuk membatasi akses serta mendukung proses pemeriksaan dan pengumpulan informasi.
Penggerebekan itu dilakukan setelah aparat menjalankan penyelidikan selama kurang lebih satu bulan. Penyelidikan diarahkan terhadap MP Club yang diduga menjadi salah satu lokasi peredaran narkotika. Selama proses tersebut, polisi mengumpulkan informasi dan melakukan pemantauan sebelum mengambil tindakan pada Minggu dini hari.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira menyampaikan keterangan mengenai operasi tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap 68 orang masih diperlukan untuk memastikan status hukum dan peran setiap individu. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menetapkan tersangka apabila ditemukan bukti yang cukup.
Selain memeriksa orang-orang yang diamankan, aparat juga menelusuri dugaan jaringan pemasok narkotika yang berkaitan dengan aktivitas di MP Club. Penelusuran tersebut diharapkan dapat mengungkap asal barang, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap temuan di lokasi dan keterangan yang diperoleh selama pemeriksaan.
Orang-orang yang diamankan dalam penggerebekan MP Club Pekanbaru berasal dari beberapa kategori. Mereka terdiri atas pengunjung yang berada di lokasi, waitress, petugas keamanan atau sekuriti, serta seorang asisten manajer. Seluruh orang yang diamankan kemudian menjalani pemeriksaan urine sebagai bagian dari proses pemeriksaan oleh kepolisian.
Dari total 68 orang, terdapat 47 laki-laki dan 21 perempuan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan zat tertentu dalam urine masing-masing orang. Hasil yang disampaikan kepolisian menunjukkan adanya perbedaan jumlah hasil positif kelompok laki-laki dan perempuan.
Pada kelompok laki-laki, sebanyak 42 dari 47 orang dinyatakan positif mengandung amfetamin dan methamphetamine. Sementara itu, dari 21 perempuan yang menjalani pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan positif mengandung amfetamin maupun metamfetamin. Penyebutan hasil tersebut merujuk pada keterangan pemeriksaan urine yang disampaikan setelah kegiatan penggerebekan berlangsung.
Data itu menggambarkan hasil pemeriksaan awal terhadap orang-orang yang berada di lokasi saat operasi dilakukan. Status setiap orang, termasuk pengunjung maupun pekerja, tetap berkaitan dengan proses pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan oleh penyidik. Karena itu, angka hasil tes urine tersebut perlu dipahami sesuai keterangan sumber dan tidak serta-merta digunakan untuk menarik kesimpulan lain di luar temuan pemeriksaan.
Penanganan terhadap 68 orang yang diamankan dalam penggerebekan di MP Club Pekanbaru masih berlangsung. Aparat kepolisian belum menetapkan kesimpulan akhir mengenai peran masing-masing orang yang dibawa dalam operasi tersebut. Dari jumlah itu, delapan orang masih menjalani pemeriksaan untuk memperdalam keterangan serta menelusuri keterlibatan mereka dalam dugaan peredaran atau penyalahgunaan narkotika.
Pemeriksaan terhadap delapan orang tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai rangkaian peristiwa di lokasi. Penyidik dapat mendalami asal-usul barang yang ditemukan, hubungan antarorang yang diamankan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berperan sebagai pemasok. Proses ini juga diperlukan agar setiap langkah penanganan didasarkan pada informasi dan alat bukti yang memadai, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, 60 orang lainnya telah diserahkan kepada Tim Asesmen Terpadu di Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau. Mereka akan menjalani asesmen untuk menilai kondisi dan kebutuhan penanganan masing-masing. Asesmen tersebut mencakup sejumlah aspek yang relevan, sehingga hasilnya dapat memberikan rekomendasi berdasarkan keadaan setiap individu, bukan semata-mata berdasarkan keberadaannya di tempat kejadian.
Hasil asesmen akan menjadi salah satu dasar bagi aparat dan pihak terkait dalam menentukan penanganan berikutnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang diberikan, penanganan dapat mengarah pada proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi, sesuai peraturan yang berlaku dan fakta yang berhasil dikumpulkan. Namun, hingga tahapan ini berjalan, belum terdapat keputusan akhir mengenai status hukum maupun bentuk penanganan terhadap 68 orang tersebut. Kepolisian masih melanjutkan pemeriksaan dan penelusuran untuk memastikan seluruh informasi terkait dugaan jaringan pemasok narkotika dapat diungkap secara menyeluruh.
Dalam penggerebekan di MP Club Pekanbaru, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Barang bukti tersebut meliputi 7,5 butir pil ekstasi, ganja dengan berat 1,6 gram, serta uang tunai senilai Rp14,3 juta. Temuan itu menjadi bagian penting dalam pemeriksaan terhadap 68 orang yang diamankan dari lokasi.
Polisi menemukan barang bukti tersebut pada sejumlah orang yang diamankan, termasuk pengunjung dan pekerja di tempat hiburan tersebut. Keberadaan pil ekstasi, ganja, dan uang tunai dalam pemeriksaan awal menjadi dasar bagi penyidik untuk mendalami kemungkinan adanya penggunaan maupun transaksi narkotika di sekitar lokasi. Meski demikian, hubungan setiap barang bukti dengan masing-masing orang masih harus dipastikan melalui pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.
Uang tunai yang disita juga tengah didalami untuk mengetahui apakah terdapat kaitan dengan dugaan transaksi narkotika. Penyidik perlu mencocokkan keterangan para pihak, hasil pemeriksaan barang bukti, serta informasi mengenai aktivitas di lokasi pada saat penggerebekan. Langkah tersebut diperlukan agar peran setiap orang dapat dipetakan secara jelas dan tidak seluruh pihak yang diamankan langsung dikaitkan dengan kepemilikan atau peredaran barang terlarang.
Selain memeriksa para pengunjung dan pekerja, polisi masih menelusuri asal-usul narkotika yang diduga beredar di MP Club. Penyelidikan juga diarahkan pada dugaan transaksi yang berlangsung di lokasi, kemungkinan keterlibatan pihak lain, serta peran masing-masing orang yang telah diamankan. Dari penelusuran itu, polisi berupaya mengungkap apakah terdapat jaringan pemasok yang lebih besar di balik peredaran narkotika tersebut. Sampai proses penyidikan berjalan, pemasok belum dinyatakan teridentifikasi karena aparat masih mengumpulkan keterangan dan bukti pendukung untuk mengembangkan perkara.
Baca juga: Pengungkapan Besar Kasus Narkotika di Cimahi | PSIS Semarang Mulai Musim dengan Kemenangan Atas PSPS Pekanbaru | Persaingan Perdana di Pegadaian Championship: PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru
