Jakarta | PFmuda merupakan program Pertamina Foundation yang memberi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi nyata. Program ini mendukung inovator muda, agen perubahan, dan sociopreneur yang ingin menjawab persoalan sosial, ekonomi, maupun lingkungan di sekitarnya. Dukungan tersebut penting karena banyak tantangan lokal membutuhkan pemahaman langsung dari masyarakat yang mengalaminya. Anak muda dapat membawa sudut pandang baru, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba pendekatan berbeda. Melalui PFmuda, potensi itu diarahkan agar tidak berhenti sebagai ide, melainkan berkembang melalui proses perancangan solusi yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.
Peran peserta tidak terbatas pada keterlibatan dalam kegiatan perubahan. PFmuda juga mendorong mereka membangun usaha sosial yang menggabungkan tujuan kemanfaatan dengan keberlanjutan. Dengan demikian, gagasan yang dirancang dapat memiliki peluang untuk terus berjalan dan memberi dampak dalam jangka panjang. Pendekatan ini mengajak anak muda melihat persoalan secara menyeluruh: siapa yang terdampak, kebutuhan apa yang belum terpenuhi, dan bagaimana solusi dapat dijalankan secara bertanggung jawab. Ketika sebuah inisiatif memperhatikan manfaat bagi masyarakat sekaligus kemampuan untuk bertahan, perubahan tidak hanya bergantung pada semangat sesaat, tetapi dapat tumbuh melalui kerja yang konsisten.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan kreativitas dalam menjawab tantangan bersama. Semangat persatuan mengingatkan bahwa gagasan dari berbagai latar belakang dapat saling melengkapi ketika diarahkan pada tujuan yang bermanfaat. Dalam konteks PFmuda, kolaborasi membantu anak muda bertukar perspektif, menyusun langkah, dan mengembangkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Kreativitas pun berperan dalam menemukan cara baru untuk mengatasi hambatan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan dukungan bagi inovator, agen perubahan, serta sociopreneur, PFmuda mendorong generasi muda menjadi pelaku yang merancang dan mengembangkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, bukan sekadar menyaksikan perubahan dari luar.
Hingga 2025, PFmuda telah menjangkau 362 kelompok pemenang yang memperoleh pembinaan melalui program ini. Capaian tersebut menggambarkan skala kerja yang melibatkan anak muda dan komunitas di banyak wilayah Indonesia. Kelompok pemenang tersebar di 28 provinsi serta 227 kabupaten dan kota. Angka ini menunjukkan bahwa dukungan bagi inisiatif sosial tidak terbatas pada satu pusat atau kawasan tertentu. Sebaliknya, jangkauan program melintasi beragam konteks daerah, dengan karakteristik kebutuhan, sumber daya, dan tantangan yang berbeda-beda. Persebaran tersebut menjadi catatan penting untuk memahami perkembangan inovasi sosial anak muda secara lebih luas, sekaligus melihat bagaimana gagasan lokal hadir dalam lingkungan masing-masing.
Keragaman lokasi kelompok pemenang memperlihatkan bahwa inovasi sosial berkembang di berbagai daerah, bukan hanya di wilayah dengan kondisi yang serupa. Setiap komunitas memiliki konteks dan persoalan yang dapat menjadi titik awal bagi lahirnya inisiatif. Jangkauan PFmuda mencakup pula wilayah yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbasis kreativitas masyarakat. Dalam pendekatan tersebut, gagasan dan keterlibatan warga menjadi bagian dari upaya merespons kebutuhan setempat. Data persebaran ini memberi gambaran tentang luasnya ruang bagi anak muda untuk mengembangkan solusi sosial bersama komunitasnya. Capaian di banyak provinsi, kabupaten, dan kota juga menandai hadirnya upaya pembinaan dalam lingkungan yang beragam.
Selain catatan mengenai jangkauan, dampak program juga dinilai melalui rasio social return on investment (SROI). Berdasarkan penilaian independen yang dilakukan PT Adi Akara Bumi, rasio SROI PFmuda tercatat sebesar 1,68. Angka tersebut merupakan hasil penilaian yang dapat disampaikan bersama informasi mengenai jumlah kelompok pemenang dan wilayah jangkauan program. Penyebutan rasio ini melengkapi catatan capaian PFmuda hingga 2025 dengan satu indikator yang diperoleh melalui proses penilaian independen. Dengan demikian, data yang tersedia mencakup jumlah kelompok, cakupan geografis, serta rasio SROI sebagaimana tercantum dalam hasil penilaian tersebut.
Pada 2025, PFmuda menjaring sekaligus membina 110 kelompok pemenang dalam kategori young leaders. Capaian ini menunjukkan luasnya partisipasi anak muda dalam merancang dan menjalankan inovasi sosial di berbagai daerah. Namun, angka 110 merujuk pada kelompok pemenang yang dibina dalam kategori tersebut, bukan penjumlahan dari kelompok pada tahap pengembangan lanjutan. Setiap kelompok berada pada tahap yang berbeda, sesuai kesiapan gagasan maupun perkembangan usaha sosialnya.
Sebanyak 30 kelompok berada dalam kategori ideation. Mereka masih mengembangkan dan mematangkan gagasan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara relevan. Pada tahap ini, proses pembinaan dapat membantu kelompok memperjelas masalah yang ingin diatasi, menyusun pendekatan, serta menguji kelayakan solusi. Pemantapan gagasan menjadi bekal penting sebelum sebuah inisiatif diterapkan lebih luas. Karena itu, kelompok ideation tidak disamakan dengan usaha sosial yang sudah beroperasi.
Sementara itu, 80 kelompok termasuk kategori sociopreneur, yakni kelompok yang usaha sosialnya telah berjalan. Mereka telah membawa inisiatif dari tahap gagasan menuju praktik, dengan kegiatan yang menghubungkan tujuan sosial dan aktivitas usaha. Pembinaan pada kategori ini dapat mendukung penguatan pengelolaan, pengembangan produk atau layanan, serta kemampuan kelompok dalam merespons kebutuhan penerima manfaat. Jumlah 80 kelompok tersebut merupakan bagian tersendiri dari capaian 110 kelompok pemenang young leaders, bukan angka tambahan di luar jumlah itu.
Di dalam kategori sociopreneur, terdapat 39 kelompok yang melanjutkan pengembangan usaha. Fokusnya adalah menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi. Upaya lanjutan dapat mencakup perbaikan strategi operasional, perluasan pasar, penguatan kapasitas tim, dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik. Angka 39 secara khusus menggambarkan kelompok sociopreneur yang meneruskan pengembangan usahanya; angka ini bukan kategori baru yang perlu dijumlahkan dengan 80 kelompok sociopreneur atau 110 kelompok pemenang. Dengan membedakan capaian, kategori, dan tahap tersebut, gambaran pembinaan PFmuda pada 2025 menjadi lebih jelas. Data ini memperlihatkan dukungan yang mencakup pematangan ide, pengoperasian usaha sosial, hingga upaya menjaga keberlanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di komunitas masing-masing.
Bidang inovasi yang digarap peserta PFmuda menunjukkan bahwa gagasan anak muda tumbuh dari persoalan yang beragam. Sebanyak 39 kelompok bergerak di sektor pangan, 38 kelompok mengembangkan solusi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara 33 kelompok berfokus pada lingkungan. Bidang lain juga terwakili, yakni pendidikan dengan 14 kelompok dan sosial dengan 13 kelompok. Keragaman ini mencerminkan luasnya ruang kontribusi generasi muda dalam menjawab kebutuhan di sekitar mereka.
Selain sektor-sektor tersebut, tujuh kelompok mengembangkan inovasi di bidang energi dan lima kelompok di bidang teknologi. Jumlah yang berbeda tidak mengurangi pentingnya setiap gagasan. Persoalan pangan, misalnya, dapat berkaitan dengan ketersediaan dan pengolahan hasil lokal, sedangkan inovasi lingkungan dapat merespons pengelolaan sampah atau pelestarian sumber daya. Di bidang pendidikan dan sosial, peserta dapat merancang pendekatan yang lebih sesuai dengan kondisi warga yang mereka dampingi.
Ragam solusi itu berawal dari upaya peserta mengenali masalah secara langsung, memahami siapa yang terdampak, dan mencari tahu kebutuhan masyarakat. Dengan proses tersebut, gagasan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diarahkan menjadi jawaban yang kontekstual. Solusi yang disusun berdasarkan kondisi setempat berpeluang lebih mudah diterapkan dan diterima. Peserta juga dapat menilai kembali pendekatan mereka melalui masukan warga, sehingga inovasi berkembang mengikuti kebutuhan, bukan hanya asumsi pembuatnya.
Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, menilai kreativitas dan konsistensi generasi muda penting untuk menjawab tantangan pembangunan mendatang. Kreativitas membuka kemungkinan pendekatan baru, sementara konsistensi membantu gagasan melewati tahap uji coba dan berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan.
Baca juga: Anjangsana Orjen TNI ke Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono: Pesan Inovasi dan Tanggung Jawab Komandan di Tengah Keterbatasan | Update Penyaluran Bantuan Sosial Kartu Anak Jakarta | Inovasi Digital di Telkom: Meluncurkan Kerangka Kerja Scale




